REVIEW

Mario Kart Tour, Jualan Nostalgia Penuh Jebakan IAP

Anduril   11 Feb 2020
Mario Kart Tour, Jualan Nostalgia Penuh Jebakan IAP

Nintendo rupanya sering sekali merilis game-game mereka untuk Android dan iOS. Tentu saja tujuannya untuk mencari untung sembari melebarkan sayap ke market-market yang sebelumnya tidak pernah dijangkau. Sayangnya cara yang ditempuh Nintendo tidak selamanya tepat, sebagai contoh Mario Kart Tour yang banjir review negatif karena microtransaction yang terbilang cukup parah.

Review Mario Kart Tour

Masih satu dunia dengan Mario Kart

Mario Kart Tour sendiri adalah bagian dari sekuel Mario Kart yang terlebih dahulu rilis tahun 1992. Hanya saja berbeda platform. Dalam Mario Kart Tour, para pemain akan bersaing dengan pemain lainnya secara online untuk menjadi yang tercepat di sirkuit yang tersedia.

Selain sirkuit, ada juga beberapa pilihan kelas yang bisa kamu ikuti. Setelah memilih sirkuit dan kelas, kamu akan memilih karakter, mobil, dan aksesoris lainnya. Kelas yang tersedia adalah 50cc, 100cc, dan 150cc.

Tidak seperti game pada umumnya yang menyajikan setting grafis medium, Mario Kart Tour hanya menyajikan setting low power consumption. Secara otomatis mode tersebut akan memotong grafis guna menghemat daya. Tampak setting low power consumption malah tidak memaksimalkan grafis dari Mario Kart Tour itu sendiri. Gambar dari Mario Kart Tour terlihat sedikit kotak-kotak ketika masuk ke dalam setting tersebut.

Untuk beberapa orang memang tidak mengganggu. Namun untuk gamers yang terbiasa dengan tampilan grafis apik, hal satu ini terbilang mengganggu. Karena tidak memaksimalkan handphone dalam menampilkan grafis yang diinginkan. Mengingat ini adalah game baru, nampaknya Nintendo ke depannya akan membuat pilihan grafis medium.

Balapan adu cepat

Untuk mencapai peringkat pertama, kamu harus rajin-rajin melakukan mini turbo boost di setiap tikungan yang ada. Jika tidak maka kamuu hanya bisa memanfaatkan akselerasi mobil yang kamu pakai dan beberapa speed boost yang ada di sirkuit. Untuk melakukan Mini turbo boost tersebut, kamu harus menggunakan manual drift.

Mode kontrol lain adalah Gyro Handling. Dengan kontrol satu ini kamu cukup menggerakkan handphone ke kiri dan ke kanan. Karakter di Mario Kart Tour akan mengikuti kemana handphone kamu bergerak. Namun, untuk mode kontrol satu ini kamu tidak bisa melakukan Mini-turbo boost. Jadi, siap-siap untuk merogoh kocek untuk membeli mobil baru ya!

Hujan IAP di mana-mana

Seperti game mobile pada umumnya, Mario Kart Tour juga menyajikan member bulanan. Kalau kamu yang bermain Mobile Legends: Bang Bang tentunya tidak asing dengan Starlight Member. Gold Pass di Mario Kart Tour juga memiliki fungsi yang sama. kamu akan mendapatkan item dalam game yang berlimpah dan tentunya memiliki tingkat rarity yang tinggi. kamu harus membayar setiap bulannya sebesar Rp69.000,- agar bisa mendapatkan Gold Pass satu ini.

Gold Pass juga dibutuhkan jika kamu ingin mengakses kontes 200cc. Jika tidak memiliki Gold Pass, kamu hanya bisa mengakses kontes: 50cc,100cc, dan 150cc. Beberapa Ruby pun akan dikirimkan dalam jangka waktu tertentu untuk kamu yang berlangganan. Selain itu, harga Ruby atau item yang bisa kita gunakan untuk membeli item di dalam game tergolong mahal. Harga dari Ruby sendiri dibanderol mulai dari RP29.000,- (3 buah Ruby) dan Rp999.000,- (135 buah Ruby).

Untuk gacha sendiri maksimal untuk melakukan 10 kali rolling, kamu membutuhkan 45 Ruby. Artinya, kamu harus merogoh kocek setidaknya Rp389.000,-. Jika tidak terlalu suka dengan Mario atau game mobile, rasa-rasanya harga tersebut memberatkan pemainnya. Selain itu, poin yang didapatkan oleh para pemain juga sangat bergantung pada karakter, mobil, serta parasut yang kamu punya.

Jika kamu tidak memiliki elemen tersebut, kamu tidak bisa mengumpulkan bintang yang berguna untuk membuka sirkuit lainnya. Sekali lagi, untuk para pemain yang biasa bermain game racing di handphone akan terbiasa. Beda cerita jika pemain casual ingin mencoba game satu ini. Mereka setidaknya harus merogoh kocek untuk membeli elemen-elemen tersebut.

Kekurangan lain dari Mario Kart Tour adalah akun login yang harus menggunakan Akun Nintendo. Tidak ada pilihan yang lebih mudah. Padahal game-game mobile lain biasanya menyertakan akun login dengan pilihan Akun Google atau Akun Facebook. Entah apa yang ada di pikiran Nintendo sampai mereka dengan percaya diri memunculkan akun mereka dan membuat para pemain harus melakukan daftar ulang.

Kesimpulan?

Memang dari segi permainan cukup menyenangkan karena kamu akan dibawa bernostalgia dengan versi lawas dari Mario Kart. Namun, microtransaction yang berlebihan membuat game ini kurang bersahabat bagi para pemain casual yang baru mencoba Mario Kart Tour.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top