NEWS

Peluncuran Official Trailer, Poster & Pengumuman Tanggal Tayang Film DreadOut

Conny   02 Dec 2018
Peluncuran Official Trailer, Poster & Pengumuman Tanggal Tayang Film DreadOut

Sebelumnya, telah diberitakan bahwa game DreadOut yang sempat menyatroni smartphone akan diangkat ke layar lebar, rumah produksi goodhouse.id akhirnya secara resmi mengumumkan tanggal tayang film DreadOut, sebuah film horror pertama yang diangkat dari game horror karya developer Indonesia, Digital Happiness, yang telah sukses secara internasional.

Sebagai salah satu produsernya, Wida Handoyo (Petak Umpet Minako, 2017) menyatakan, “Akhirnya, setelah melalui proses dan perjalanan yang cukup panjang, DreadOut the Movie siap tayang di semua bioskop di seluruh Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019. Semoga film ini bukan hanya menjadi tonggak sejarah bersatunya industri game dan industri film di Indonesia, tapi juga dapat diterima oleh seluruh penonton dan menjadi salah satu film box office 2019 ini.”

Selain mengumumkan tanggal tayangnya, goodhouse.id juga melakukan peluncuran trailer dan poster utama dari film DreadOut dalam kesempatan jumpa pers kali ini di CGV Grand Indonesia (Jakarta), Jumat (30/11). Beberapa cast bersama para produser menyempatkan untuk hadir di acara peluncuran trailer, main poster, dan pengumuman tanggal tayang film tersebut.

Caitlin Halderman, aktris muda yang dipercayai untuk memegang peran utama sebagai Linda dalam film seperti dalam game-nya, menyatakan, “Seneng banget. Akhirnya, official trailer DreadOut sudah resmi diluncurkan, dan makin excited nunggu film ini rilis di bioskop. Seru banget bisa jadi bagian dari film DreadOut, apalagi dapet kesempatan kerja bareng dengan sutradara sekelas Mas Kimo. Awalnya, aku ragu dan nggak pede ketika ditawari peran ini, karena aku belum pernah main film horror, yang banyak action-nya lagi. Biasanya, main film drama. Tapi, setelah diyakinkan oleh Mas Kimo dan para produser film DreadOut, akhirnya aku berani juga ambil perannya. Sebenernya, udah lama aku ingin mencoba jadi karakter dalam genre film yang baru, bukan hanya drama percintaan saja. Khusus untuk film ini, aku harus menjalani latihan cukup berat. Mulai dari latihan fisik, reading untuk pendalaman karakter sampai latihan adegan-adegan stunt, karena hampir semua adegan berbahaya aku lakukan sendiri tanpa pemeran pengganti.”

“Trailer-nya aja bikin gue penasaran banget tadi. Gue jadi makin nggak sabar pengen lihat filmnya nanti. Soalnya, pas syuting tuh seru banget dan banyak hal-hal baru yang bisa gue pelajari. Mas Kimo sebagai sutradara, ngarahinnya asik dan detail banget,” ujar Jefri Nichol, yang dipercayai untuk berperan sebagai karakter Erik dalam film ini.

Tidak hanya Caitlin Halderman dan Jefri Nichol, Marsha Aruan yang ikut berperan sebagai Jessica dalam film DreadOut ini pun menyatakan bahwa ia mendapatkan pengalaman yang seru dan berbeda selama menjalani shooting. “Ini adalah film horror kedua aku, dan berbeda dari sebelumnya. Lebih banyak adegan menantang, karena hantu di film DreadOut ini beda, serem, dan menegangkan, pokoknya. Selain itu, aku juga berlatih dan mendalami karakter yang aku perankan di film ini. Buatku, bisa terlibat dalam film DreadOut memiliki rasa kebanggaan tersendiri karena ini film pertama yang diangkat dari game buatan developer Indonesia.”

Meski berhalangan untuk datang, Kimo Stamboel (Rumah Dara, Killers, Headshot) sang sutradara sekaligus penulis dan produser dari film DreadOut menyampaikan harapannya terhadap peluncuran trailer ini, yang akan semakin membuat penasaran, tidak hanya pecinta game DreadOut tapi juga semua pecinta film Indonesia, khususnya horror, dan seluruh gamer di Indonesia.

“Gue merasa tersanjung, tapi juga sekaligus memikul beban tanggung jawab yang besar, telah dipercaya oleh teman-teman creator game DreadOut dari Digital Happiness untuk menyutradarai film DreadOut. Soalnya ‘kan brand dari game ini sudah sangat besar & kuat, jadi walau pun memang ide awal cerita yang disepakati bersama teman-teman dari Digital Happiness adalah prekuel dari game-nya, tapi kualitas, keseruan, dan kengerian dalam film ini harus sama persis seperti game-nya,” ungkap Kimo Stamboel, yang dikutip dari rilis pers.

Juga tak berkesempatan untuk hadir, Rachmad Imron selaku creator dan produser game DreadOut menyatakan, “Sebenernya, udah banyak rumah produksi dan sutradara lain yang mengontak kami untuk minta izin mengangkat game ke layar lebar. Namun, kesamaan visi akhirnya yang menjadi bahan pertimbangan utama memilih Kimo Stamboel dari Mo Brothers untuk mengangkat game DreadOut ciptaan kami ini ke layar lebar. Selain memang sudah lama nge-fans sama film-film karya Kimo, kami langsung bisa kebayang gimana seru dan kerennya kalau Kimo jadi sutradara film ini. Belum banyak pelaku film yang mengapresiasi game untuk dijadikan film. Semoga pendekatan DreadOut lewat film, bisa memperluas game-nya lagi ke depan.”

Film DreadOut ini sendiri menceritakan tentang sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong, mereka sengaja mengunjungi gedung tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama di sana. Tidak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan penunggu alam gaib berkebaya merah, seperti di dalam game-nya, yang menyeret mereka ke dalam neraka.

Keunikan DreadOut adalah game horror yang mengangkat kisah petualangan Linda bersama teman-temannya yang menyelamatkan diri dari serangan para makhluk supranatural, seperti Hantu Kebaya Merah, Pocong, Kuntilanak, Tuyul, Sundel Bolong sampai dengan Babi Ngepet. DreadOut sendiri berhasil menjadi game indie horror pertama buatan Indonesia, yang populer di platform internasional Steam, dan menjadi semakin populer ketika PewDiePie (YouTuber Internasional) memberikan review positif terhadap game ini.

Patut dicatat, salah satu partner yang terlibat dalam project film DreadOut dan ikut dituliskan namanya pada poster adalah Lyto Game, salah satu perusahaan game developer terbesar di Indonesia, yang turut mendukung diangkatnya game DreadOut ke layar lebar.

Edwin Nazir (9 Summers 10 Autumns 2013) sebagai salah satu produsernya mengatakan, “Rencananya, film ini, seperti game-nya tidak hanya akan dipasarkan di dalam negeri, tapi juga akan dipasarkan secara internasional. Untuk itu, selain bekerjasama dengan SkyMedia (Screenplay) dan Lyto Game, kami juga bekerjasama dengan CJ Entertainment dari Korea. Semoga film ini tidak hanya sukses di pasar lokal, tapi bisa juga sukses di pasar Internasional dan menjadi film karya anak bangsa yang dapat dibanggakan di mata dunia.”

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top