REVIEW KOMIK

Warrior Nun, Sosok Biarawati yang Kirimkan Setan Balik ke Neraka

Farmingkat   24 Jul 2020
Warrior Nun, Sosok Biarawati yang Kirimkan Setan Balik ke Neraka

Warrior Nun adalah satu series terbaru dari Netflix untuk bulan Juli ini. Series yang terdiri dari 10 episode ini memiliki durasi sekitar 40-50 menit per episode. Ceritanya sendiri berkutat tentang perperangan antara setan yang menyerang atau merasuki manusia di Bumi dengan satu sekte pasukan khusus dari Gereja Katolik, the Order of the Crucific Sword (OCS), yang terdiri dari para biarawati. Hanya ada satu posisi khusus di OCS yang bisa mengirimkan setan untuk balik ke dimensi atau neraka, yang disebut sebagai Warrior Nun. Posisi unik ini dimulai dari sosok bernama Areala di zaman perang Salib, hingga yang terakhir dan ditutup oleh Shannon Master. Keberadaan pemegang posisi khusus ini kemudian diikuti tanpa sengaja dan secara darurat oleh sang tokoh utama kita, Ava Silva (diperankan oleh aktris asal Portugis, Alba Baptista), karena artefak Halo yang memberikan kekuatan Warrior Nun ditanam di punggungnya.

Ava Silva sendiri adalah seorang gadis yatim piatu, yang dibesarkan di panti asuhan, berumur 18 tahun, lumpuh, dan sudah meninggal dunia (FYI, adegan pertama dari Ava adalah di kamar mayar). Berkat bantuan Halo, dia bukan hanya bisa hidup lagi, tapi juga bisa berjalan kembali, ditambah dengan kekuatan-kekuatan super baru (ala Wolverine dan Kitty Pryde dari komik-komik X-Men). Di episode awal, Ava menikmati kehidupan barunya dan bertemu sekumpulan anak-anak muda yang hidup dengan menempati rumah orang kaya yang sedang berlibur. Sementara itu, OCS lagi berusaha keras untuk mencari keberadaan Ava.

Tim inti OCS terdiri dari:

  1. Shannon Master (alm), pemimpin mereka, dan pemegang posisi Warrior Nun, sebelum Halo-nya terpaksa dipindahkan ke tubuh Ava. Kematiannya merupakan sebuah misteri atau twist yang terus diselidiki oleh sahabat baiknya, Shotgun Mary.
  2. Shotgun Mary (diperankan oleh aktris asal Amerika, Toya Turner). Namanya datang dari senjata favoritnya, yang berupa 2 buah shotgun. Keras kepala, sering bergerak sendiri, dan satu-satunya di tim ini (selain Ava) yang tak mengambil sumpah untuk menjadi biarawati.

  1. Sister Lilith (diperankan oleh aktris asal Spanyol, Lorena Andrea). Dia iri dengan Ava, karena secara urutan, dialah yang seharusnya akan menjadi Warrior Nun berikutnya. Keluarganya sendiri dalam waktu 300 tahun ke belakang sudah menyumbangkan sebanyak 6 anggotanya untuk posisi tersebut. Di awal cerita, senjatanya berupa sebilah pedang Warrior Nun.

  1. Sister Beatrice (diperankan oleh aktris asal Inggris, Kristina Tonteri-Young). The OP MA fighter dari kelompok ini, dan termasuk yang paling pintar. Bisa berbagai bahasa. Selalu berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. Senjatanya berupa Kunai (yang berjumlah sangat banyak).

  1. Sister Camilla (diperankan oleh aktris asal Spanyol, Olivia Delcán). Yang paling kecil dan imut di sini. Ahli elektronik atau hacking. Senjatanya berupa sebuah crossbow berukuran mini.

Selain tim inti ini, ada Mother Superion (bukan typo) yang bertanggung jawab untuk pelatihan di OCS, dan Father Vincent yang memimpin mereka di lapangan. Di luar itu, ada Cardinal Burreti dari Gereja Katolik, tokoh senior yang mengawasi kegiatan OCS dan mempunyai agenda tersendiri untuk OCS. Di sisi lainnya, ada Jillian dan perusahaannya Arc Tech yang mempunyai agenda tersendiri juga. Dia ingin menyelidiki dimensi lain, khusus untuk membuat mesin yang bisa membuka pintu ke surga, karena agama dan sains tak perlu bertentangan, menurut Jillian.

Lokasi yang digunakan dalam series ini kebanyakan berada di Andalusia, Spanyol. Pemandangan dan arsitektur Spanyol dari zaman dulu dan modern sangatlah mengesankan, seperti kampung yang dikunjungi oleh Shotgun Marie dan Ava, mau pun markas OCS itu sendiri, baik bagian luar mau pun dalamnya. Jangan terlupa untuk mengaktifkan subtitle, karena mereka dari waktu ke waktu akan berpindah-pindah dari bahasa Spanyol, Italia, hingga Perancis.

Masing-masing anggota tim inti OCS memiliki seragam tempur yang menyesuaikan dengan penokohan, penempatan salib, dan senjata unik milik mereka, juga termasuk seragam latihan dan seragam biarawati sehari-hari. Yang menjadi pertanyaan, tiap sekte Katolik (di dunia nyata) memiliki seragam masing-masing, namun OCS menggunakan seragam biarawati milik mereka di depan umum secara lengkap dengan salib mereka sendiri.

Sumber inspirasi utama dari series ini adalah komik Warrior Nun yang merupakan karya dari Ben Dunn di tahun 1990-an. Ben Dunn sendiri merupakan seorang artis atau penulis komik kelahiran Taiwan, yang dibesarkan di Texas, USA. Pria beragama Katolik ini juga mendirikan perusahaan komik Antartic Press untuk menerbitkan Warrior Nun.

Ide Ben Dunn sendiri datang dari sebuah organisasi Katolik di New York, yakni Fraternity of Our Lady. Tujuan utama dari organisasi ini adalah untuk membantu orang-orang tuna wisma dengan menyediakan makanan, tapi ada salah satu sister-nya yang menyandang black belt di Judo dan Tae Kwondo, yang kemudian mengajar para sister yang lain, termasuk Mother Superior-nya. Tujuannya sendiri hanyalah sebatas olahraga saja.

Sementara itu, komik  Ben Dunn digunakan sebagai kerangka cerita dan inspirasi untuk series Warrior Nun. Karakter-karakter seperti Shannon Master, Areala, Lilith (heavy spoiler, yang sudah bisa terlihat dari namanya), dan Mother Superion berasal dari komik. Sedangkan karakter Ava secara khusus dibuat untuk series ini, sebagai sudut pandang baru dari para penonton untuk bisa masuk ke dalam cerita.

Jika ditilik, kebanyakan series milik Netflix yang bertema sci-fi akan memiliki satu episode tersendiri yang secara penuh mengalihkan fokus cerita dari alur utama untuk dipergunakan sebagai flashback. Sekali pun cerita utama yang menokohkan Ava bergerak cukup pelan, Warrior Nun nyatanya tetap menggunakan flashback untuk menjelaskan asal usul dari Warrior Nun yang pertama, yakni Areala, tapi hanyalah berdurasi sebentar saja. Untuk diperhatikan, flashback tersebut jangan sampai di-skip, karena sekuens ini akan menjelaskan kejadian yang berlaku di episode seterusnya.

Setiap episode terbilang cukup padat, layaknya menyeimbangkan dengan simpang siur dari alur cerita yang berseliweran. Tiap episode dibumbui dengan satu atau dua adegan action. Alur-alur cerita berjalan harmonis di bawah pengawasan showrunner, Simon Barry, yang mampu mempertahankan daya tarik bagi penonton dari episode ke episode. Memang, show hanyalah dipesan per season di Netflix, tapi Simon Barry sudah meninggalkan cukup banyak jejak yang solid di arena tv dalam genre sci-fi, seperti Val Helsing dan Continuum (dua series dengan karakter cewek sebagai tokoh utamanya, walau pun tak semuda Ava). Pengalaman di broadcast telah mengajarkan Simon Barry untuk mempertahankan perhatian dari penonton untuk tetap mennonton episode berikutnya. Sayangnya, seri ini berakhir dengan cliffhanger, dengan harapan bakal ada season 2 yang menyusul kelak di kemudian hari.

Seandainya kalian bisa cocok dengan 10 menit dari episode pertama Warrior Nun, maka series ini akan terus memancing kita untuk mencari dan mengenal tokoh-tokohnya secara lebih jauh.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top