REVIEW

Triple Frontier, Kisah Para Veteran Perang Menggasak Kartel Narkoba

Anduril   30 Mar 2019
Triple Frontier, Kisah Para Veteran Perang Menggasak Kartel Narkoba

Tidak di Indonesia, tidak di barat, para veteran perang biasanya tidak pernah mendapatkan penghargaan dan hanya menjadi pecundang yang menghitung hari tua mereka. Nasib ini yang terjadi pada empat empat orang mantan marinir Amerika. Tom ‘Redfly’ Davis (Ben Affleck) yang bercerai dengan istrinya dan harus menjual kondominium yang tak kunjung laku.

Ben (Garrett Hedlund) yang harus rela baku hantam di arena tarung bebas. Francisco ‘Catfish’ Morales (Pedro Pascal) yang harus dihukum terbang karena kedapatan membawa kokain, dan yang terakhir adalah William (Charlie Hunnam) yang hanya menjadi seorang motivator bagi anak-anak baru.

Empat orang ini berbeda nasib dengan Santiago ‘Pope’ Garcia (Oscar Isaac) yang masih bekerja di salah satu tim keamanan untuk membongkar berbagai transaksi-transaksi mafia Meksiko.

Pada akhirnya sebuah bujukan berupa uang miliaran milik tuan Lorea menjadikan empat veteran ini kemudian kembali beraksi lagi. Apalagi Pope punya dendam pribadi pada tuan Lorea.

Dipimpin oleh Pope, lima orang ini kemudian berangkat ke sebuah tempat terpencil di Amerika Selatan. Di tengah belantara hutan mereka berencana untuk merampok rumah tuan Lorea dan kemudian membunuhnya. Sayangnya misi ini tak berjalan mulus. Ada kejutan-kejutan kecil yang tak terduga dan membuat misi mereka nyaris gagal.

Penuh Aktor Berkelas

Aktor-aktor utama di dalam film berjudul Triple Frontier ini cukup berkelas. Buat kamu yang sedang bersantai di akhir pekan, Triple Frontier dapat kamu tonton di layanan streaming resmi milik Netflix.

Film ini tampil dengan adegan pembuka yang khas film action. Memaksa penonton untuk terus mengikuti alur ceritanya yang tertata dengan dengan baik. Apalagi, para pemeran utama di film ini memainkan porsi mereka dengan tepat.

Hebatnya lagi, meskipun diisi oleh beberapa nama besar seperti Ben Affleck, Charlie Hunnam, hingga Pedro Pascal namun aktor Oscar Isaac yang tetap menjadi kuncinya. Semuanya diramu hingga pertengahan film.

Alur cerita film Triple Frontier mulai sedikit melambat di bagian pertengahan dan kemudian dihentakkan lagi di seperempat akhir film, di mana para pemerannya mulai harus berselisih satu sama lain hingga mengorbankan apa yang sudah mereka dapatkan setelah merampok Tuan Lorea.

Konflik-konflik mulai bermunculan dan mencoba untuk menggiring emosi penontonnya. Sayangnya konflik tersebut berjalan dengan datar-datar saja, sehingga penonton hanya akan terkejut dengan beberapa keputusan-keputusan kecil yang sebenarnya sudah bisa ditebak dari awal film

Affleck yang Menua

Di film ini Ben bukanlah pemeran utama, namun tetap saja ia yang mencuri perhatian. Tapi jujur saja, kami sebenarnya agak bermasalah dengan umur Ben yang agak terlalu tua bila dibandingkan dengan rekan-rekannya.

Untunglah kharisma dan pesona yang dimilikinya bisa menutupi cap dan kritikan banyak orang tentang kegagalannya sebagai Bruce Wayne di DCEU.

Ben Affleck berhasil memainkan peran sebagai seorang veteran yang rapuh dan kehilangan hampir sebagian hidupnya. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan hingga gegabah dalam membunuh orang-orang.

Sayangnya satu akhir yang ironis menjadi sebuah penghabisan yang membuat film Triple Frontier jadi film yang bisa kamu nikmati di akhir pekan.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top