TIPS TRIK GADGET

Tips Sederhana Jaga Privasi di Handphone Android milik Anda

Dwi K   18 Feb 2021
Tips Sederhana Jaga Privasi di Handphone Android milik Anda

Privasi Anda di handphone milik Anda sendiri bisa jauh lebih baik daripada yang Anda terapkan saat ini. Simaklah artikel ini untuk mendapatkan cara-cara mengunci handphone kesayangan Anda tersebut untuk menghentikan orang-orang lain yang ingin mengintip informasi pribadi milik Anda.

Begitulah, seluruh hidup Anda tertuang dalam Handphone yang berada di tangan Anda itu. Dari e-mail dan pesan pribadi hingga foto dan video yang merupakan momen-momen paling berharga milik Anda, semuanya ada di sana. Namun, Anda mungkin tidak menghabiskan cukup banyak waktu untuk memastikan agar ponsel Anda bisa di-setting untuk melindungi rahasia Anda seperti yang seharusnya dilakukan. Ini berlaku baik bagi Anda yang sudah memiliki handphone selama bertahun-tahun atau pun baru saja membeli handphone yang baru.

Sebelum kita membahas apa saja yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keamana pada handphone Anda, ada masalah yang sebenarnya masih melekat pada Google sebagai pihak penyedia sistem operasi di kebanyakan handphone. Google memiliki dan mengembangkan sistem operasi Android dan juga merupakan salah satu pengumpul data terbesar yang ada. Bisnis perusahaan ini didasarkan pada menghasilkan uang dengan membuat orang mengklik iklan, dan informasi yang Anda berikan bakal digunakan untuk hal tersebut, salah satunya melalui data handphone Android milik Anda yang berkontribusi secara tak langsung untuk itu.

Jadi, jika Anda mencari privasi yang lebih, maka Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk berpindah ke platform iOS. Namun, itu tak mengartikan bahwa tidak ada cara untuk meningkatkan beberapa hal yang bersifat privasi pada handphone milik Anda.

Pelajari Basic-nya Dahulu

Memahami dasar-dasarnya dengan benar adalah hal pertama yang harus Anda mulai. Ini adalah hal-hal yang telah didukung oleh para ahli keamanan dan privasi digital selama bertahun-tahun, dan kemungkinan besar, itu adalah hal-hal yang sudah Anda ketahui dan semoga sudah Anda lakukan juga. Lini pertahanan pertama untuk menghentikan seseorang dalam memasuki handphone milik Anda adalah kunci layar - PIN atau kode sandi akan lebih baik untuk diterapkan daripada pola/pattern.

Selain itu, Anda harus menggunakan kata sandi yang unik untuk semua akun online milik Anda dan memastikan fitur otentikasi dua faktor telah diaktifkan hingga sebanyak mungkin untuk akun-akun ini. Kedua hal tadi akan membatasi betapa mudahnya seseorang untuk melakukan hack terhadap akun Anda dan menggunakan data milik Anda.

Pembaharuan software secara otomatis haruslah diaktifkan untuk menghindari potensi bug atau kelemahan keamanan dalam kode yang dijalankan pada handphone milik Anda. Sementara kita berbicara tentang aplikasi, Anda juga harus mengunjungi menu privasi di pengaturan Android dan memeriksa izin mana yang telah Anda berikan kepada setiap aplikasi. Anda dapat mematikan berbagi lokasi serta akses menuju ke foto dan file jika dirasa memang tidak diperlukan. Sekarang, semua itu tadi sudah dilakukan, marilah kita beralih ke beberapa hal yang lebih mendetail.

Kunci Aplikasi Anda

Anda memiliki kata sandi atau PIN di ponsel milik Anda untuk mencegah orang bisa sampai masuk ke dalamnya jika handphone tersebut jatuh ke tangan yang salah. Namun, itu terkadang tidaklah cukup. Ada kalanya Anda ingin menyerahkan ponsel yang tidak terkunci kepada orang-orang di sekitar Anda, seperti saat menunjukkan foto-foto keluarga atau teman, atau memberikannya kepada anak-anak Anda untuk dimainkan, misalnya. Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk memasang beberapa kunci tambahan pada aplikasi yang ingin tetap terkunci atau menginginkannya agar jadi lebih aman. Tidak seperti iOS milik Apple, Google mengizinkan aplikasi-aplikasi meminta izin untuk mengontrol aplikasi lain. Ini mengartikan bahwa aplikasi dapat mengunci dengan menggunakan kata sandi.

Untuk mengunci aplikasi Anda, Anda akan membutuhkan aplikasi lainnya. Ada banyak aplikasi yang tersedia di app store Android, dan seperti sebelumnya, Anda haruslah berhati-hati dengan apa yang bakal/sudah Anda download. Jika aplikasi penuh dengan iklan, tidak memiliki kebijakan privasi yang jelas, atau bukanlah dari pengembang yang tepercaya, maka Anda mungkin harus menghindarinya. Untuk pengunci aplikasi, sebaiknya pilihlah dari aplikasi yang sudah mempunyai reputasi dan nama.

Sembunyikan Notifikasi yang Bocor

Bepergian sebenarnya bukanlah pilihan bagi banyak orang pada saat ini, tetapi tidak ada yang lebih berbahaya daripada seseorang yang mengintip ke handphone milik Anda, yang mungkin sedang bepergian dengan transportasi umum, dan melihat notifikasi-notifikasi yang bermunculan dengan isi pesan yang lengkap.

Namun, kenyataannya tidaklah harus seperti itu. Jadi, arahkan diri Anda ke Settings dan carilah notifikasi, dan dari halaman ini, matikan opsi untuk 'sensitive notifications.’ Artinya, isi pesan Anda tidak akan langsung muncul di notifikasi pada saat ponsel sedang terkunci.

Stalkerware

Terjadi peningkatan masalah dalam bentuk stalkerware pada tahun 2020. Di ponsel, stalkerware menyembunyikan dirinya sebagai aplikasi yang berjalan di latar belakang, yang dapat merekam dan melacak semua yang dilakukan oleh sang pemilik ponsel. Teknologi tersebut bisa tampak tidak terlihat, kecuali jika Anda benar-benar mencarinya secara khusus.

Jika seseorang telah menginstal stalkerware di perangkat Anda, maka ada beberapa tanda yang mungkin bisa dikenali. Handphone mungkin menjadi panas dan baterainya bisa habis dengan cepat. Perusahaan keamanan digital dapat mendeteksi melalui antivirus mereka - baik Kaspersky Antivirus mau pun Avast's Antivirus dapat memeriksa ponsel Anda untuk mendapati keberadaan dari aplikasi-aplikasi yang berbahaya.

Gunakan VPN

Virtual Private Networks (VPN) sebenarnya bukanlah sebuah pengaman untuk melindungi privasi Anda, tetapi mereka dapat membantu kita. Perangkat lunak ini membuat koneksi dari handphone milik Anda ke server jarak jauh jadi terenkripsi dan melewati lalu lintas internet melalui perantara VPN ini. Ya, VPN ini bakal menghentikan provider internet Anda dari mengetahui dan menyimpan riwayat penelusuran Anda secara sepenuhnya. Tapi, VPN mana yang harus Anda pilih? Ada banyak VPN di luar sana, dan semuanya memiliki banyak pilihan harga yang berbeda. Jika memungkinkan, yang terbaik bagi Anda adalah menggunakan VPN yang berbayar karena perangkat lunak ini cenderung tidak memiliki praktik data yang dipertanyakan dan yang menawarkan paket keluarga, atau bisa digunakan di banyak perangkat, dapat mencakup seluruh rumah dengan mudah.

Ubah Aplikasi Default Anda

Jika Anda sudah lama memiliki handphone Android, maka Anda mungkin belum berpikir dua kali tentang aplikasi-aplikasi yang kerap Anda gunakan untuk browsing, voice assistants, telepon, dan SMS. Musim panas ini, Google meluncurkan layar pilihan pada ponsel Android yang baru (setelah didenda £ 3,8 miliar oleh European Competition Commission), yang memungkinkan orang untuk memilih mesin pencari bagi mereka sendiri selama penyiapan awal. Ini memungkinkan Anda untuk memilih search engine yang bukanlah kepunyaan Google.

Dalam opsi settings Android, carilah ‘default apps’ di ‘apps & notifications,’ dan Anda dapat memilih aplikasi yang paling sering Anda gunakan. Anda dapat mengubah browser, asisten digital, home app, aplikasi telepon, dan aplikasi SMS. Beberapa alternatif privacy-friendly di antaranya termasuk Firefox (untuk browser), DuckDuckGo (browser dan search), serta Signal (SMS).

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top