REVIEW FILM

The Witcher, Serial Fantasi Netflix yang Wajib Tonton

Andy Chan   25 Dec 2019
The Witcher, Serial Fantasi Netflix yang Wajib Tonton

Geralt of Rivia, seorang pemburu monster yang dipanggil "Witcher", adalah seorang pengembara yang kesulitan mendapatkan tempat di dunia karena dia menemukan bahwa manusia ternyata jauh lebih keji daripada para monster yang diburunya. Namun takdir melemparnya ke seorang penyihir sakti Yennefer of Vengerberg dan seorang putri yang punya kekuatan rahasia, Cirilla. Bagaimanakah mereka bertiga mencoba bertahan hidup di dunia yang keji ini? Itulah sekilas mengenai serial TV The Witcher, yang ditayangkan oleh Netflix per 20 Desember kemarin.

Adaptasi dari Novel The Witcher

Mungkin bagi sebagian besar orang, The Witcher dikenal sebagai sebuah game buatan CD Projekt Red yang pernah hadir di konsol serta PC, karena mengapa tidak, sudah ada tiga seri dari game tersebut yang beredar di pasaran. Bahkan The Witcher 3: Wild Hunt sempat memenangkan berbagai macam Game of the Year Award. Tapi sebenarnya, game The Witcher sendiri merupakan adaptasi dari sebuah novel. Nah, The Witcher yang tayang di Netflix ini juga adalah adaptasi dari novel Andrzej Sapkowksi yang berjudul The Witcher, diarahkan oleh Lauren Hissrich (The Umbrella Academy, The Defenders) dengan bintang film kenamaan Henry Cavill sebagai Geralt of Rivia, Freya Alaln sebagai Princess Cirilla (Ciri), dan Anya Chalotra sebagai Yennefer of Vengerberg.

Tiga Tokoh Utama, Tiga Linimasa

The Witcher mengisahkan mengenai perjuangan hidup ketiga tokoh utamanya, Geralt of Rivia, Yennefer of Vengerberg, dan Princess Cirilla. Geralt seperti biasa, mengembara sambil berusaha mendapatkan uang dengan cara membunuh monster, lalu dikisahkan juga bagaimana asal mula Yennefer menjadi seorang penyihir sakti, serta terakhir, perjuangan Princess Cirilla berusaha melarikan diri dari serangan Nilfgaard. Namun yang tidak terlalu terlihat di awal cerita adalah fakta bahwa ketiga kisah karakter ini berjalan di linimasa yang berbeda. Secara elegan, ketiga linimasa ini akan bertemu di satu titik sebagai akhiran yang memuaskan.

Tidak Terlalu Mengandalkan CG Monster

Meskipun di prolog The Witcher, Geralt diperlihatkan bertarung melawan Kikimora, namun apabila penonton berharap Geralt akan sering bertarung melawan monster seperti ini, sepertinya akan cukup kecewa. Tidak banyak CG Monster yang dihadirkan di dalam seri ini, dan mereka lebih banyak mengandalkan kostum untuk monster-monster yang berbentuk manusia. Meskipun tidak ada monster epik macam Leshen, secara menyeluruh, dunia The Witcher tampil dengan sangat cantik di layar kaca.

Tidak 100% Persis dengan Novel

Yang namanya adaptasi dari novel, sudah pasti akan ada perubahan-perubahan agar bisa cocok untuk dijadikan sebuah film. Kisah asal mula Yennefer, misalnya, dalam seri ini ditampilkan lebih fokus dan mendetail (dan pastinya akan sangat menarik bagi para penggemar Yennefer). Sementara itu, beberapa detail lain seperti kemunculan Triss yang lebih awal daripada di novelnya, kisah pemburu naga yang disederhanakan, serta hubungan antara Geralt dan Yennefer yang terasa terlalu cepat, namun tetap bisa dicerna, baik bagi penggemar novelnya maupun bukan. Namun jangan khawatir, karena kisah Geralt justru mengikuti novelnya hampir 100%.

Pemilihan Cast yang Hit & Miss

Henry Cavill yang dikenal sebagai Clark Kent/Superman di film DC ini, berhasil menjiwai perannya sebagai Geralt of Rivia, termasuk meniru suara Geralt dari Doug Cockle yang sudah dikenal orang pada game The Witcher. Salut juga kepada departemen kostum yang berhasil mendandani Cavill sedemikian miripnya dengan penampilan Geralt of Rivia, meskipun ada beberapa detail yang terlewat, karena Geralt seharusnya membawa dua buah pedang, satu pedang perak untuk membunuh monster, dan satu lagi pedang besi untuk monster yang membayar dirinya (baca: Manusia). Selain itu, meskipun Anya Chalotra tampil cukup mirip dengan Yennefer, namun aslinya Yennefer adalah Caucasian, bukan orang Inggris/India. Bagi para penggemar Triss, mungkin harus kecewa, karena selain dirinya hadir sebagai karakter sampingan, bahkan sang aktris Anna Shaffer tidak dibuat semirip mungkin dengan karakternya.

Banyak Adegan Bugil

Satu hal yang perlu dicatat, sesuai dengan dan source materialnya yang dewasa, serial Netflix The Witcher ini pun banyak memamerkan tubuh telanjang para aktrisnya, terutama dari sang pemeran Yennefer, Anya Chalotra. Selain dirinya, sesekali juga ada banyak juga pemain-pemain ekstra yang juga telanjang menghiasi layar, baik pria maupun wanita. Geralt sendiri juga tidak ketinggalan, ada adegan mandi iconic-nya di dalam sebuah bak mandi.

Tapi secara garis besar, seri Netflix The Witcher ini sangat wajib ditonton, baik untuk penggemar game-nya, penggemar novelnya, bahkan bagi mereka yang belum pernah mendengar apa itu The Witcher.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top