REVIEW

The Haunting of Hill House, Film Seri Horor Netflix yang Fenomenal

Andy Chan   13 Jan 2019
The Haunting of Hill House, Film Seri Horor Netflix yang Fenomenal

Bagi para penggemar film horor, tidak ada yang lebih menyenangkan sebenarnya daripada menonton film horor kesayangan mereka, kapan pun, di mana pun. Nah, kehadiran Netflix yang bisa digunakan untuk nonton film secara streaming via ponsel pintar ini adalah sesuatu yang sangat berguna untuk menyaksikan film-film horor tersebut. Dan boleh dibilang, Netflix memiliki satu film horor serial yang sangat fenomenal, judulnya adalah The Haunting of Hill House.

Adaptasi The Haunting of Hill House Terbaru

The Haunting of Hill House adalah sebuah buku novel karya Shirley Jackson yang sudah pernah diadaptasikan ke layar lebar dalam dua buah film yang berjudul The Haunting. Film pertamanya yang ditayangkan di tahun 1963 dan dibintangi oleh Julie Harris, Claire Bloom, Richard Johnson, dan Russ Tamblyn merupakan adaptasi yang cukup persis dan mengikuti bukunya. Sementara itu, versi tahun 1999 yang dibintangi oleh Liam Neeson, Catherine Zeta-Jones, Owen Wilson, dan Lili Taylor adalah merupakan adaptasi yang berbeda dari novelnya.

Nah, untuk versi Netflix yang disutradarai oleh Mike Flanagan (Gerald's Game, Ouija: Origin of Evil) ini juga bukanlah adaptasi persis dari novelnya, melainkan sebuah reimajinasi dari novel tersebut.

Sebuah Kisah Horor antar Dua Waktu

The Haunting of Hill House mengambil kisah mengenai keluarga Crain yang tinggal di rumah berhantu tersebut, dan bagaimana para hantu mempengaruhi kehidupan mereka baik ketika mereka masih kecil, sampai ketika mereka sudah dewasa. Oleh karena itu, alur cerita pun terbagi dua, satu adalah kisah ketika mereka masih kecil dan tinggal di rumah hantu tersebut bersama kedua orang tuanya, sementara alur kedua adalah ketika mereka sudah dewasa dan berpisah satu sama lain. Uniknya, adegan dalam serial ini silih berganti menunjukkan masa kecil mereka dan masa mereka dewasa yang mungkin akan membuat susah fokus.

Jalan Cerita yang agak Lambat, namun Menarik

Empat episode awal adalah masa-masa perkenalan kalian dengan para tokoh utama film ini. Kalian akan berkenalan dengan anak-anak Crain satu per satu, mulai dari sang anak sulung Steven Crain (Michiel Huisman / Paxton Singleton), Shirley Crain (Elizabeth Reaser / Lulu Wilson) anak kedua / anak perempuan pertama, Theodora "Theo" Crain (Kate Siegel / Mckenna Grace) sang anak ketiga, Luke Crain (Oliver Jackson-Cohen / Julian Hilliard ) dan Eleanor "Nell" Crain (Victoria Pedretti / Violet McGraw), dua anak kembar dan paling kecil di antara keluarganya. Selain itu, kalian juga akan berkenalan dengan sang Bapak yaitu Hugh Crain (Henry Thomas / Timothy Hutton) serta sang Ibu Olivia Crain (Carla Gugino). Oleh sebab itu, bisa dibilang empat episode awal adalah masa-masa di mana penonton bisa meninggalkan serial ini apabila mereka kurang berkesan dengan karakter-karakternya yang masing-masing memiliki kecacatan tersendiri.

Klimaks yang Sangat Mengerikan

Meskipun The Haunting of Hill House memiliki sepuluh buah episode, namun boleh dibilang klimaks dari serial ini ada pada episode 5, yang akan memberikan sedikit insights mengenai apa yang sebenarnya menghantui mereka. Dijamin kalian akan merasa mind-blown pada episode ini. Setelah itu, episode 6 adalah episode yang paling fenomenal dengan pengarahan yang luar biasa dari Mike Flanagan karena dia berhasil membuat sebuah adegan yang benar-benar panjang tanpa ada camera cut, serta berhasil membuat suasana yang benar-benar creepy dan mengerikan. Tentu saja, bukan berarti episode terakhirnya tidak memberikan sesuatu yang klimaks, tapi memang puncak dari klimaks serial ini ada di tengah-tengah.

Hantu-hantu di Latar Belakang

Di luar dari hantu yang memang ingin ditunjukkan oleh filmnya, satu hal yang menarik dari seri The Haunting of Hill House ini adalah keberadaan para hantu yang tidak tampil murahan alias mereka tidaklah melakukan jumpscare untuk menakut-nakuti penonton. Justru para hantu tersebut hanya "hadir" di belakang layar alias tidak terfokus sama sekali. Penonton memang biasanya terfokus pada adegan yang mendominasi layar, misalnya adegan di mana karakternya sedang berbicara, namun apabila mereka menyimak background atau latar belakang dari adegan tersebut, bisa jadi akan terlihatlah hantu yang sedang nongkrong atau sedang berdiri di situ tanpa mencoba untuk merusak adegan. Bisa dibilang, keberadaan hantu-hantu di latar belakang ini lah yang akan menjadi insentif untuk kalian menonton kembali The Haunting of Hill House.

Seperti yang sudah disebutkan, empat episode awal adalah masa-masa kritis apakah kalian sanggup melanjutkan serial ini atau tidak, karena masa-masa perkenalan ini boleh dibilang terlalu lambat. Namun apabila kalian berhasil melewati keempat episode tersebut, maka kalian akan bisa melihat bagaimana semuanya itu saling terhubung sampai mencapai klimaks, dan kemudian resolusinya di penghujung episode 10. Seram, membuat bulu kuduk berdiri, dan membuat kalian berpikir kembali mengenai penampakan hantu, menonton The Haunting of Hill House adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top