REVIEW

The Haunting of Bly Manor, Kelanjutan Seri Haunting dengan Setting Baru

Andy Chan   12 Oct 2020
The Haunting of Bly Manor, Kelanjutan Seri Haunting dengan Setting Baru

Dua tahun yang lalu, Netflix merilis sebuah serial horor yang sangat fenomenal. Serial tersebut adalah adaptasi dari novel karya Shirley Jackson, yang disutradarai oleh Mike Flanagan, dimana ceritanya berfokus pada keluarga Crain yang tinggal di sebuah rumah yang berhantu, Hill House. The Haunting of Bly Manor ini sendiri boleh disebut sebagai season kedua dari serial The Haunting, dan merupakan kelanjutan dari The Haunting of Hill House. Namun, kali ini, setting dan karakter-karakternya tidaklah sama, karena kisah The Haunting of Hill House memang sudah selesai.

Adaptasi Novel karya Henry James

The Haunting of Bly Manor adalah adaptasi dari novel karya Henry James, yaitu The Turn of the Screw dan The Romance of Certain Old Clothes. Dengan sutradara yang sama, Mike Flanagan, The Haunting of Bly Manor kembali memanggil para aktor dari The Haunting of Hill House, seperti Victoria Pedretti (Nell Crain), Oliver Jackson-Cohen (Luke Crain), Henry Thomas (Hugh Crain), Carla Gugino (Olivia Crain), serta Kate Siegel (Theodora Crain). Tentu saja, mereka tidak berperan sebagai keluarga Crain lagi, melainkan sebagai karakter-karakter yang baru.

Kisah Horor di Rumah Besar Bly Manor

Di tahun '80-an, Dani Clayton (Victoria Pedretti) meninggalkan Amerika dan pergi ke Inggris. Di sana, dia melamar kerja ke Henry Wingrave (Henry Thomas) untuk menjadi seorang pengasuh dari kedua keponakan Henry, yaitu Miles (Benjamin Evan Ainsworth) dan Flora (Amelie Bea Smith), yang merupakan anak-anak yatim piatu yang tinggal di sebuah rumah yang besar, Bly Manor. Semakin lama bagi Dani untuk tinggal bersama dengan anak-anak dan para pekerja di situ, maka semakin disadarinya juga bahwa ada yang terasa 'salah' dengan anak-anak dan juga rumah besar tersebut. Dan, semakin diselidiki oleh Dani mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Bly Mnaor, maka semakin terkuak juga menyoal sejarah gelap dari rumah yang menyeramkan tersebut.

Jalan Cerita Lambat penuh Misteri

Sama halnya seperti The Haunting of Hill House, serial yang satu ini juga berjalan sangat lambat. Kalian akan dibawa untuk melihat-lihat mengenai latar belakang dari masing-masing karakter di Bly Manor, mulai dari sang pengasuh itu sendiri, Dani Clayton, hingga ke karakter-karakter pendukung, seperti sang koki, Owen (Rahul Kohli); sang pengurus kebun, Jamie (Amelia Eve); sang pengasuh sebelumnya yang tewas, Rebecca Jessel (Tahirah Sharif); hingga sang pengurus rumah, Hannah Grose (T'Nia Miller). Kisah mereka bisa dibilang saling-silang, dan mempengaruhi antar satu sama lainnya, sehingga penonton harus benar-benar menyimak agar bisa mengerti akan pencerahan yang diberikan dalam episode-episode akhir.

Kisah Cinta berbalut Horor

Cinta dan memori adalah dua kata utama dalam kisah The Haunting of Bly Manor. Selain hantu-hantu yang berkeliaran di dalam Bly Manor, penonton juga akan disajikan kisah-kisah cinta antara para karakter di dalam serial ini. Bisa dibilang, kisah cinta inilah yang membuat runyamnya situasi di dalam Bly Manor, dan merupakan salah satu faktor yang juga menyebabkan rumah ini menjadi berhantu.

Hantu-hantu di Latar Belakang

Signature yang khas dari The Haunting of Hill House adalah hantu-hantu yang nangkring di latar belakang set. Mereka tidak berusaha untuk menyolok, juga tidak menakut-nakuti penontonnya, namun mereka 'ada' di sana dan melakukan gerakan yang minimal. Nah, Flanagan pun melakukannya lagi di The Haunting of Bly Manor, dimana penonton yang jeli (dan, pastinya sudah tahu akan easter egg ini), akan berusaha untuk memperhatikan latar belakang yang 'out of focus' dalam usaha menemukan hantu-hantu tersebut. Tentu saja, apabila hantu tersebut memang ingin terlihat, mereka akan bergerak dan menarik perhatianmu, namun sebagian besar hantu lainnya hanyalah menjadi penghias latar belakang saja. Apakah mata kalian cukup jeli untuk melihat hantu yang mungkin hanya kelihatan dalam waktu sekitar 2-3 detik ini saja? Sedikit petunjuk, kalian bisa menyimak rumah boneka milik Flora untuk mengira-ngira di mana posisi para hantu tersebut bakal berada.

Tugas Mike Flanagan dalam The Haunting of Bly Manor ini boleh dibilang cukup berat. Ia harus berusaha untuk mengalahkan ekspektasi dari para penonton yang sudah terpukau dengan The Haunting of Hill House, dan tentunya, berharap akan ada sesuatu yang lebih fenomenal jika dibandingkan dengan serial sebelumnya itu. Tapi, sayangnya, Flanagan kali ini kurang berhasil dalam mengalahkan fenomenalnya The Haunting of Hill House. Meski pun titik terang dari The Haunting of Bly Manor tidaklah seberhasil Hill House dalam membuat penonton menjadi "mind blown," serta plot twist yang ada mungkin bakal sudah bisa ditebak, namun serial horor dengan total 9 episode ini patut untuk diacungi jempol, karena Flanagan berhasil menggabungkan beberapa buah cerita horor menjadi satu kesinambungan yang tetap menarik untuk disimak.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top