REVIEW

McAfee: Keamanan Pribadi Kian Penting seiring Berubahnya Peran Teknologi di Kehidupan Keseharian

en19ma   06 Feb 2021
McAfee: Keamanan Pribadi Kian Penting seiring Berubahnya Peran Teknologi di Kehidupan Keseharian

Fakta Penting:

  • Berbagai layanan baru telah bermunculan di internet, dan mengubah rutinitas dari netizen yang dulunya serba tatap muka menjadi serba online.
  • Sebanyak 80% masyarakat Indonesia merasa khawatir akan adanya risiko kejahatan siber, namun 2 dari 5 orang (40%) merasa tidak mempunyai kemampuan untuk mencegah serangan siber.
  • Sekitar 9 dari 10 orang Indonesia mengungkap bahwa mereka sering menggunakan fitur online yang memberi kemudahan, contohnya: fitur pengingat kata kunci, memilih aplikasi mobile jika dibandingkan dengan versi situs web, dan lain sebagainya.

Per 3 Februari 2021 lalu, McAfee Corp (Nasdaq: MCFE) mengumumkan temuan dari laporan terbaru mereka yang bertajuk 2021 Consumer Security Mindset Report, yang mengungkap bahwa walau pola hidup digital masyarakat Indonesia terbentuk karena pandemi, mereka akan tetap melakukan sebagian besar aktivitas secara online, seperti aktivitas sosial (80%), pengantaran makanan secara online (53%), perbankan online (52%), dan berbelanja online (51%). Seiring dengan meningkatnya aktivitas online, netizen Indonesia juga semakin rentan terhadap serangan kejahatan siber. Secara khusus, 8 dari 10 (80%) orang Indonesia mengatakan bahwa mereka merasa khawatir dengan adanya risiko serangan siber, dan 2 dari 5 (40%) responden merasa bahwa mereka tidak mampu untuk mencegah serangan siber.

Hampir seluruh penduduk Indonesia (96%) menginginkan adanya lebih banyak inovasi dan akses ke produk atau layanan online, dan dengan semakin banyaknya konsumen yang beralih ke dunia digital, maka penjahat siber pun merasa tertarik untuk memanfaatkan momen ini. Makin banyak waktu yang dihabiskan oleh netizen Indonesia untuk berinteraksi secara online melalui berbagai aplikasi dan layanan, maka semakin besar pula risiko serangan siber (contoh: serangan siber pihak ketiga) dan ancaman (contoh: usaha phishing atau penipuan). McAfee menemukan bahwa sebanyak 81% responden dari Indonesia merasa paling khawatir terhadap pencurian data keuangan pribadi. Sejumlah 80% responden juga khawatir bahwa informasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir atau alamat, dapat diretas, dan khawatir bahwa perangkat mereka akan disusupi dengan ransomware atau spyware.

“Langkah pertama untuk menjaga diri dari serangan siber adalah mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan online dan kesehatan digital kita,” ujar Terry Hicks, ECP McAfee’s Consumer Business. “Mencegah selalu lebih baik dari [pada] mengobati. Semua orang dapat melakukan kebiasaan online yang aman, mulai dari aplikasi yang diunduh, situs yang dikunjungi, sampai dengan e-mail yang dibuka. Mengubah pola pikir dan perilaku adalah hal yang sangat penting dalam melindungi privasi dan identitas diri kita.”

Pola Pikir Digital Konsumen dipengaruhi oleh Kebiasaan Berbelanja

Kebiasaan berbelanja dari konsumen menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan digitalnya, dengan lebih dari dua pertiga (69%) responden mengatakan bahwa mereka telah membeli, setidaknya, satu perangkat terhubung di tahun 2020, sedangkan seperlima (14%) responden telah membeli sebanyak tiga perangkat. Meski pun lebih dari 91% responden mengkhawatirkan keamanan pada saat online, hanya 57% responden yang mengambil tindakan pencegahan dengan membeli perangkat lunak keamanan, sementara hampir 1 dari 2 (44%) responden tidak pernah memeriksa tanggal kadaluarsa perangkat lunak keamanan mereka, sehingga membuka celah bagi ancaman serangan siber. Terlebih lagi, orang-orang berusia 55-74 tahun merasa bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk mencegah serangan dunia maya jika dibandingkan dengan kelompok usia muda yang berusia 18-24 tahun. Yang mengkhawatirkan, kelompok usia tersebut juga paling kecil kemungkinannya membeli solusi keamanan, dimana hanya 40% responden melakukannya tahun lalu, berbeda dengan 65% dari kelompok usia 18-34 tahun.

Konsumen juga sudah merasa nyaman untuk berbagi informasi di ranah online walau pun risikonya tinggi, terlebih dengan banyaknya layanan yang meminta data dan kontak pribadi. Laporan McAfee menemukan bahwa sebanyak 92% responden sudah mulai menggunakan fitur online yang dirancang untuk kemudahan atau kenyamanan sejak tahun 2020 lalu, contohnya mengunduh aplikasi web atau seluler dibandingkan menggunakan situs desktop (62%), menggunakan fitur pemberitahuan atau notification melalui e-mail atau SMS (55%), dan juga memilih untuk tetap masuk atau menggunakan fitur pengingat kredensial pengguna (44%). Sejumlah 70% responden juga mengatakan bahwa mereka menggunakan 2 atau lebih perangkat terhubung untuk beraktivitas online, yang semakin meningkatkan risiko serangan siber apabila perangkat tersebut tidak dilindungi.

Selain lalai akan keamanan siber, netizen Indonesia juga mengaku tidak mengetahui apa tujuan dari peretas yang mengambil data mereka. Sekitar 1 dari 3 responden (35%) mengaku bahwa mereka tidak pernah mengetahui bahwa data mereka yang disimpan secara online itu bernilai tinggi. Hal ini lebih sering ditemui pada responden yang berumur 55-74 tahun, dimana sekitar 59% dari kelompok tersebut tidak mengetahui nilai dari data mereka, dibandingkan dengan 25% responden lain yang berumur 18-34 tahun.

Peretas atau hackers selalu mencari cara untuk memanfaatkan orang lain demi mendapatkan keuntungan, dan data identitas seseorang sangat berharga karena dapat dijual dengan harga yang tinggi. Hampir semua masyarakat Indonesia (96%) mengatakan bahwa mereka akan lebih proaktif untuk melindungi data pribadi mereka, jika mengetahui bahwa data tersebut dapat diperdagangkan.

Beberapa cara untuk menjaga keamanan pribadi di Internet:

  • Gunakan autentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk memeriksa kembali keaslian pengguna digital dan menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data dan informasi pribadi
  • Terhubung ke akses internet dengan hati-hati. Jika Anda harus melakukan transaksi dengan WiFi umum, gunakan Virtual Private Network (VPN), seperti McAfee Safe Connect, untuk membantu Anda tetap aman pada saat online
  • Jelajahi internet dengan keamanan tambahan dengan menggunakan alat bantu, seperti McAfee WebAdvisor, untuk memblokir malware dan situs phishing yang berbahaya
  • Lindungi identitas pribadi Anda dan informasi pribadi lainnya dengan menggunakan McAfee Identity Theft Protection yang juga membantu Anda dalam memulihkan informasi jika identitas Anda sampai diretas

Metodologi Laporan McAfee’s 2021 Consumer Security Mindset Report:

McAfee bekerjasama dengan MSI-ACI untuk mengadakan kuisioner online yang melibatkan sebanyak 1.005 orang dewasa berusia di atas 18 tahun, dari tanggal 11 hingga 23 Desember 2020 di Indonesia.

Rilis pers ini hanya memuat data dari survei di Indonesia. Survei lain juga dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Australia, Singapura, dan India.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top