LOADING
TIPS

Sering Eksis di Instagram, Bakal Merusak Kesehatan Mental?

Dwi K   28 Oct 2017
Sering Eksis di Instagram, Bakal Merusak Kesehatan Mental?

Bahaya untuk kesehatan mental kita ternyata juga berkeliaran melalui Instagram, yang merupakan salah satu platform media sosial terpopuler di muka Bumi.

Mengapa demikian? Karena, menurut survei #StatusOfMind yang dirilis oleh United Kingdom's Royal Society for Public terhadap 1500 remaja dan dewasa muda di Inggris mengatakan bahwa Instagram sebagai aplikasi photo sharing menjadi platform media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental mau pun kejiwaan.

Survei yang dilakukan pada periode Februari hingga Mei 2017 ini melibatkan sebanyak 1.479 orang muda dari usia 14 sampai 25 tahun dari seluruh Inggris. Para responden menjawab pertanyaan tentang perbedaan pengaruh dari media sosial pada 14 isu tentang kesehatan fisik mau pun mental.

Pada dasarnya, Instagram itu merupakan media untuk mengekspresikan diri dalam bentuk foto dan video, namun Instagram pada kenyataannya memiliki keterkaitan erat dengan depresi, kecemasan yang tinggi, bullying, dan FOMO (fear of missing out) alias fobia karena tertinggal berita di media sosial.

Totalnya, ada sebanyak 5 platform media sosial yang diperhitungkan dalam survei ini. Peringkat kedua yang menyusul di bawah Instagram adalah Snapchat, kemudian Facebook, Twitter, dan yang terakhir adalah YouTube. YouTube malah mendapatkan ranking positif untuk kesehatan dan kesejahteraan mental.

YouTube bisa mendapatkan peringkat teratas dalam kedua kategori tersebut karena dapat menurunkan level depresi, kecemasan, dan kesepian dengan konten yang disajikan. YouTube juga menyediakan akses menuju konten dan informasi kesehatan yang valid.

Memang, media sosial juga mempunyai beberapa manfaat positif untuk ajang ekspresi, identitas diri, komunitas serta dukungan secara emosional. Namun, juga ada sisi negatif yang ditemukan seperti bullying, menurunnya kualitas tidur, body positive, dan terutama FOMO. Selain YouTube, kebanyakan platform media sosial lainnya memiliki hubungan dengan meningkatnya kecemasan dan depresi

Dari penelitian sebelumnya, ditegaskan bahwa anak muda yang menghabiskan waktunya selama lebih dari dua jam sehari untuk media sosial akan memiliki kecenderungan untuk mengalami tekanan psikologis. Media sosial memberikan harapan yang tidak realistik serta kepercayaan diri yang rendah. Responden berpendapat bahwa Instagram dengan mudah dapat membuat para gadis dan kebanyakan wanita jadi merasa bahwa tubuh mereka kurang ideal sehingga banyak dari mereka yang mengedit fotonya agar tampak sempurna. Semakin tinggi frekuensi bagi anak muda untuk membuka media sosial, maka potensi untuk mengalami depresi dan cemas pun menjadi semakin besar

Lalu, apa solusinya? Royal Society for Public memiliki saran untuk para developer agar membuat notifikasi atau warning saat penggunaan media sosial sudah terlalu lama. Hal ini disetujui oleh sebanyak 71 persen dari para responden.

Apakah kalian juga menyetujui saran tersebut? Atau, punya ide yang lain?

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top