REVIEW KOMIK FILM

Scott Pilgrim vs. The World, Film yang Masih Tetap Epik untuk Ditonton

Andy Chan   08 Jun 2020
Scott Pilgrim vs. The World, Film yang Masih Tetap Epik untuk Ditonton

Film-film yang diadaptasi dari video game itu jumlahnya memang banyak. Sebut saja: Rampage, Mortal Kombat, Doom, hingga yang baru-baru ini ditayangkan, seperti Detective Pikachu dan Sonic. Dari dulu, terdapat semacam stigma bahwa film-film yang dibuat berdasarkan video game itu biasanya jelek. Dan, hanya barulah belakangan ini saja, stigma tersebut lumayan berhasil untuk dipecahkan. Namun, ada satu film yang ternyata bukan dibuat berdasarkan video game, namun malah lebih video game jika dibandingkan dengan sebuah film adaptasi video game, yaitu Scott Pilgrim vs. The World, yang baru-baru ini masuk ke jejeran film yang disajikan oleh platform Netflix.

Adaptasi dari Komik Scott Pilgrim

Scott Pilgrim vs. The World adalah sebuah film yang diadaptasi dari komik Scott Pilgrim karangan Bryan Lee O'Malley. Film ini sendiri adalah karya dari sutradara Edgar Wright, yang pastinya telah kalian kenal melalui film-film, seperti Shaun of the Dead, Hot Fuzz, dan Baby Driver yang baru-baru ini dirilis. Film Scott Pilgrim vs. The World ini mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Scott Pilgrim, yang menemukan cinta pada seorang gadis bernama Ramona Flowers. Namun, sayangnya, sebelum dia bisa memacari Ramona, Scott harus terlebih dahulu mengalahkan tujuh orang mantan pacar gadis itu yang kesemuanya ternyata jahat.

Cast yang Kini sudah Tenar

Dalam retrospeksi, film ini ternyata banyak dibintangi oleh bintang-bintang film tenar, lho! Meski pun Michael Cera sebagai pemeran Scott Pilgrim sempat laris dan kini mungkin sudah tidak terlalu terdengar lagi, tapi para bintang lainnya belum setenar sekarang pada waktu film ini ditayangkan pada tahun 2010 lalu. Sebut saja, Chris Evans yang berperan sebagai Lucas Lee, salah satu mantan pacar Ramona, atau Brie Larson yang menjadi Envy Adams. Kalian sekarang pasti mengenali keduanya sebagai Captain America dan Captain Marvel, bukan? Tidak ketinggalan juga, Brandon Routh sebagai Todd Ingram, sang psychic vegan yang dahulu dikenal sebagai Superman, dan kini dikenal sebagai Atom / Ray Palmer di Arrowverse, Mary Elizabeth Winstead (Lucy McClane di serial Die Hard) sebagai Ramona, Ellen Wong (GLOW) yang berperan sebagai Knives Chau, bahkan juga ada Kieran Culkin, yang dari raut mukanya pastinya tidaklah asing lagi karena ia adalah adik kandung dari Macaulay Culkin (Home Alone).

Bagaikan Menonton sebuah Video Game

Bagi kalian yang belum pernah tahu mengenai dunia Scott Pilgrim, maka kalian mungkin akan terkejut dengan alur cerita dari film ini. Scott Pilgrim vs. The World dimulai dengan kisah yang tipikal komedi romantis, dimana kalian bisa menikmati kisah cinta segitiga antara Scott Pilgrim yang galau, Knives Chau yang imut, dan Ramona Flowers yang memikat.

Namun, begitu mantan pacar jahat Ramona yang pertama telah dimunculkan, maka filmnya pun tiba-tiba berubah menjadi semacam video game yang boleh dibilang "absurd" dan sangat lebay. Tapi, bisa juga disebut sebagai lebay "in a good way," ya.

Tujuh Mantan yang Jahat, Tujuh Level

Mulai dari Matthew Patel, mantan pacar jahat dari Ramona yang pertama, penonton mungkin akan mulai bertanya-tanya, "Film apaan sih ini?" Mengapa tidak? Dari pertarungan yang sangat stylish (baca: norak) melawan Matthew secara fisik, bisa mendadak berubah menjadi kekuatan mistis dimana Matthew Patel bisa melayang di udara, diiringi dengan lagu yang bernuansa India sambil menembak-nembakkan beberapa bola api? Sangat absurd! Bahkan, pacar-pacar berikutnya pun tidak kalah lebay dalam pertarungannya. Ada Lucas Lee, sang bintang film; Todd Ingram, yang memiliki kekuatan psikis akibat dirinya yang Vegan; hingga pertarungan band dan melawan final boss! Boleh dibilang, setiap mantan pacar jahat dari Ramona ini mewakili satu level yang harus diselesaikan oleh Scott sebelum dapat berlanjut ke level, atau mantan pacar jahat, yang berikutnya.

Tampilan yang Sangat Stylish

Siapa sangka, kita bisa menilai sebuah film berdasarkan antarmukanya? Tapi, itulah yang terjadi dalam Scott Pilgrim yang menggunakan gaya video game ini. Mulai dari efek-efek yang spektakuler (baca: lebay) ketika Scott bertarung, efek suara yang seperti video game lawas macam "beep" atau "boop," lagu-lagu pertarungan yang sangat epik, bahkan ketika Scott sukses mengalahkan lawannya, bakal ada announcer yang berteriak "K.O.!" Kurang epik apa lagi?

Akhir kata, meski pun film ini adalah sebuah film yang dirilis pada satu dekade yang lalu, namun Scott Pilgrim vs. The World adalah film yang masih layak untuk ditonton. Dan, berkat kehadirannya di Netflix, kalian pun bisa menontonnya kembali tanpa perlu menempuh jalur yang tidak resmi.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top