NEWS

Round Up Super Week PMPL ID Season 2: Sang Alien Merah Kembali ke Puncak

en19ma   15 Sep 2020
Round Up Super Week PMPL ID Season 2: Sang Alien Merah Kembali ke Puncak

PUBG Mobile Pro League Indonesia Season 2 telah menyelesaikan akhir dari regular season-nya. Persaingan antara 24 tim terbaik PUBG Mobile di Indonesia kali ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya dengan minggu terakhir yang berlangsung selama 6 hari, yakni dari tanggal 8 sampai 13 September 2020. Berbagai cerita menarik pun tersaji, baik menyoal tim-tim yang memperebutkan posisi teratas global leaderboard mau pun mengenai persaingan antar tim untuk memperebutkan tiket terakhir ke grand final. Berikut adalah rekap pertandingan yang terjadi selama super week:

Kembalinya Bigetron RA sebagai Pemimpin Klasemen

Sempat berada di posisi puncak klasemen, Bigetron Red Aliens harus turun bahkan hingga ke posisi ketiga, di bawah ION Esports dan AURA Esports, seusai minggu keempat. Memasuki super week, sang juara PMPL ID Season 1 tersebut tampil sangat impresif hingga pada akhirnya membuat mereka berhasil untuk mengakhiri regular season di peringkat pertama sekaligus menjadi tim Indonesia pertama yang lolos ke PMPL SEA Finals 2020.

Bigetron RA tampil sangat mengesankan berkat kesuksesan mereka mencatatkan sebanyak 6 WWCD sepanjang super week, dan pada akhirnya, membuat mereka bisa berada di peringkat pertama dengan total 831 poin. Sedangkan, ION Esports akhirnya harus berpuas diri pada posisi kedua dengan total 770 poin dan AURA Esports di posisi ketiga dengan total 721 poin.

Pencapaian Bigetron RA tersebut semakin mantap setelah meraih kemenangan atas rivalitas mereka dengan MORPH Team, yang memperebutkan Bootcamp di Sanhok. Pencapaian tersebut berhasil diraih seusai sang alien merah sukses meratakan MORPH yang membuat mereka jadi harus pulang ke lobby terlebih dahulu.

Meski begitu, posisi terminator PMPL Indonesia Season 2 regular season masih dipertahankan oleh Eksa “RedFaceN” Rachman Jayanto, pemain ION Esports yang berhasil mendapatkan 138 kill. Sedangkan, duo pemain Bigetron RA, yaitu Muhammad “Ryzen” Albi dan Made “Zuxxy” Bagas, masing-masingnya berada di posisi kedua dan ketiga terminator regular season dengan perolehan masing-masing sebanyak 120 kill dan 115 kill.

Persaingan Ketat untuk Tiket Terakhir ke Grand Final

Cerita lainnya yang tidak kalah menarik untuk disorot adalah persaingan untuk memperebutkan tiket ke grand final PMPL Indonesia Season 2. BONAFIDE Esports -yang sebelumnya berada di luar 16 besar- berhasil naik sampai ke posisi 16 usai bermain baik di awal super week, bahkan mereka sukses untuk mendapatkan WWCD perdana mereka setelah melalui 4 minggu gelaran regular season. Sayangnya, posisi BONAFIDE itu akhirnya tergusur oleh Louvre Kings yang bermain dengan sangat baik selama super week.

Okki “Ozora” Ardiansyah dan kawan-kawan sebelumnya berada di peringkat 22 dari klasemen sampai minggu keempat. Perlahan, performa mereka meningkat pesat bahkan mereka berada di posisi 15 dengan total 466 poin. Sedangkan, peringkat 16 atau menjadi batas tim terakhir didapatkan oleh Dranix Avenger yang mendapatkan sebanyak 465 poin. BONAFIDE akhirnya gagal untuk lolos ke grand final setelah harus berpuas diri pada peringkat 17 dengan total 444 poin.

Dua caster dari PMPL Indonesia Season 2, Achmad “El Dogee” Fauzan Khairi dan Sandika “Sansskuy” Hadit Prasetyo, juga turut berkomentar mengenai keseluruhan persaingan yang terjadi antara 24 tim selama regular season sampai hasil akhir dari super week, yang juga merupakan akhir dari keseluruhan regular season.

“Super Week kemarin benar-benar luar biasa. Kembali lagi, PMPL Season 2 ini benar-benar keras [dalam hal] persaingannya. Tidak hanya itu, seluruh tim hingga akhir [pun] tetap berusaha menunjukkan performa terbaik [dari] mereka. Island of Gods, Nara Esports, dan VOIN 2K, misalnya, yang [sebenarnya] sudah sangat sulit untuk lolos, [tapi mereka] beberapa kali masih bisa mendominasi pertandingan tertentu. Hasil statistik juga menunjukkan hal yang mengejutkan, dimana terminator baru bukan [berasal] dari Bigetron RA sebagai pemuncak klasemen. Terakhir, Super Week kemarin menunjukkan kepada komunitas kalau tim PUBG Mobile di Indonesia sudah sangat berkembang ke arah yang lebih baik. Ini menandakan [bahwa] PUBGM Indonesia ke depannya akan semakin menarik untuk diikuti,” ungkap El Dogee.

“Sebenarnya, saya agak kecewa dengan akhir regular season karena saya mengira akan ada pertarungan sampai akhir [dalam hal] pertandingan untuk memperebutkan tiket ke PMPL SEA, namun ternyata, di hari Sabtu (12/9) sudah terbaca ending-nya karena performa [tim-tim] yang menurun drastis. Walau sempat membuka hari terakhir [dari] Super Week dengan WWCD, namun Bigetron RA bermain dengan sangat baik dan bisa kembali ke standar performa mereka. Yang cukup menarik adalah perjuangan dari Voin 2K di hari terakhir yang patut diapresiasi dengan berusaha maksimal sampai akhir di regular season walau sudah dipastikan tidak bisa lolos ke grand final. Catatan khusus untuk BONAFIDE yang diunggulkan untuk lolos ke grand final, namun mereka belum bisa perform sampai akhir regular season, meski sebenarnya, di Super Week, permainan mereka meningkat dari sebelumnya,” kata Sansskuy.

Perjuangan Wakil Indonesia di PMPL SEA Four Countries Battle

Tidak hanya menyajikan pertarungan sengit antar 24 tim PUBG Mobile Indonesia, minggu ini juga menghadirkan showmatch, yakni PUBG Mobile Pro League SEA Four Countries Battle, yang mempertemukan peringkat 1-4 dari PMPL Indonesia, Malaysia/Singapura, Vietnam, dan Thailand. ION Esports, Bigetron Red Aliens, AURA Esports, dan BOOM Esports menjadi wakil Indonesia untuk showmatch ini.

Berlangsung selama 2 hari dengan mempertandingkan sebanyak 4 ronde, wakil Indonesia sejatinya bermain baik sepanjang showmatch. Bigetron RA sukses mendapatkan WWCD di ronde kedua dengan 14 kill. ION Esports pun sukses mendapatkan WWCD kedua untuk Indonesia melalui ronde ketiga dengan 12 kill.

Sayangnya, wakil Indonesia gagal untuk menjadi juara di showmatch ini. FaZe Clan, wakil dari Thailand, sukses membawa gelar juara showmatch PMPL SEA Four Countries Battle dan berhak untuk membawa pulang hadiah sebesar US$2,000. Pencapaian tertinggi Indonesia didapatkan oleh Bigetron RA pada posisi ketiga. Sedangkan, ION Esports berada di peringkat 5 disusul oleh BOOM Esports dan AURA Esports yang masing-masingnya berada di peringkat 7 dan 8.

Dengan ini, rangkaian regular season PMPL Indonesia Season 2 yang berlangsung selama kurang lebih 1 bulan telah berakhir sudah, dan akan berlanjut di grand final yang berlangsung pada tanggal 25 hingga 27 September 2020. Seluruh pertandingan akan disiarkan secara langsung di channel Facebook PUBG Mobile Indonesia. Untuk informasi terbaru seputar PMPL Indonesia Season 2 dapat diakses melalui Instagram PUBG Mobile Esports ID dan website PMPL ID.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top