REVIEW

Rim of the World, Kisah Petualangan 4 Anak Selamatkan Dunia dari Serangan Alien

Andy Chan   06 Jun 2019
Rim of the World, Kisah Petualangan 4 Anak Selamatkan Dunia dari Serangan Alien

Sebuah grup anak-anak yang sedang menikmati acara kamp musim panas, tiba-tiba menemukan diri mereka di tengah-tengah penyerangan alien. Di tengah kebingungan tersebut, mereka menemukan seorang astronot yang mendarat darurat dan terluka. Mereka diberikan sebuah crypto-key yang menurut sang astronot, memiliki data penting yang bisa mengalahkan para alien. Meskipun keempatnya memiliki perbedaan pendapat, namun mereka akhirnya harus berusaha bekerja sama agar bisa mencapai tekad mereka untuk memberikan crypto-key tersebut ke NASA JPL. Sebuah perjalanan yang tidak pendek dan penuh bahaya, itulah kisah utama dari film persembahan Netflix yang berjudul Rim of the World.

Film Petualangan Anak-anak

Rim of the World adalah sebuah film original Netflix yang ditayangkan per tanggal 24 Mei 2019 kemarin, diarahkan oleh McG. Film ini dibintangi oleh Jack Gore sebagai Alex, Miya Cech sebagai Zhen Zhen, Benjamin Flores Jr. sebagai Dariush, dan Alessio Scalzotto sebagai Gabriel.

4 Anak yang Sangat Berbeda

Alex adalah seorang anak kutu buku yang tidak suka bergaul dengan orang lain. Sehari-harinya dia hobi mempelajari berbagai macam hal yang dilakukan oleh NASA JPL. Alex memiliki trauma masa lalu di mana sebuah kebakaran telah mengakibatkan dirinya kehilangan seorang ayah. Satu-satunya tokoh perempuan dalam kisah ini adalah Zhen Zhen. Dia adalah anak kecil dari Asia yang tidak memiliki orangtua alias yatim piatu, dan datang ke kamp Rim of the World hanya untuk melihat panoramanya.

Dariush adalah seorang anak orang kaya yang selalu sok di dalam segala macam hal yang dilakukannya. Dariush ini lah yang juga yang bertingkah laku sebagai biang kerok yang suka mempersulit tim atas keangkuhannya. Terakhir adalah Gabriel, seorang anak misterius yang mereka temui di tengah hutan, namun ternyata dirinya menyimpan misteri tersendiri.

Anak-anak vs Alien

Tentu saja, sepanjang perjalanan mereka menuju NASA JPL tersebut dihiasi dengan berbagai macam bahaya seperti serangan pesawat alien, anjing alien, bahkan sampai alien itu sendiri pun mengejar mereka tanpa henti seperti seorang Terminator. Hal ini dibantu dengan kemampuan sang alien melakukan regenerasi, sehingga dia tidak benar-benar bisa mati. Spesial efek untuk menampilkan alien sebenarnya tidak terlalu jelek, namun sepertinya mereka tidak memiliki budget untuk menampilkan alien lebih banyak dari satu buah ini saja yang selalu mengejar anak-anak.

Menarik, tapi Kurang Greget

Netflix sepertinya cukup terpaku dengan formula "anak-anak melawan monster menyelamatkan dunia" seperti yang kemarin ini sukses dilakukan oleh Stranger Things. Sayangnya, di antara keempat anak tersebut, tidak ada chemistry yang menarik, malah sebagian besar dari mereka boleh dibilang menyebalkan.

Ketika McG mengatakan bahwa film ini adalah homage kepada film petualangan anak-anak tahun 80'an, mereka tidaklah salah. Settingnya sangat norak, ngaco, ada bagian yang penuh dengan iklan Adidas, ada drama anak-anak, orang-orang kulit hitam yang terlalu di-stereotype-kan, well, pada intinya, film ini memang bukan film yang menakjubkan dan bisa membuat tercengang, namun paling tidak, filmnya cukup menarik untuk ditonton.... di tahun 80'an.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top