REVIEW

Umbrella Academy Season 2, Kembalinya Anak-Anak Hargreeves

Anduril   18 Aug 2020
Umbrella Academy Season 2, Kembalinya Anak-Anak Hargreeves

Serial The Umbrella Academy season 2 sudah kembali tahun ini, meski keluarga Hargreeves sudah berpindah ke masa lalu. Sang kreator, Steve Blackman dan Jeremy Slater mengulang kembali formula melintasi waktu dan mengembangkannya dengan menghadirkan cerita yang lebih kompleks namun tetap menarik untuk diikuti.

Review Umbrella Academy Season 2

Masih Lanjutan Season 1

Melanjutkan kisah anak-anak dari keluarga Hargreeves yang mencoba menghindari kiamat pada tahun 2019, Five (Aidan Gallagher) membawa keenam saudaranya ke masa lalu. Mereka akhirnya mendarat di Dallas meski terpisah-pisah selang beberapa waktu, hingga akhirnya kelimanya menghabiskan waktu di era 1960-an.

Luther (Tom Hopper) menjadi petarung illegal, Diego (David Castaneda) dimasukkan ke rumah sakit jiwa, Klaus (Robert Sheehan) dan Ben (Justin H. Min) akhirnya membuat kultus, Allison (Emmy Raver-Lampman) tergabung dalam gerakan sosial, dan Vanya (Ellen Page) menemukan keluarga baru.

Ketika Five datang ke tanggal 25 November 1963, dia menemukan saudara-saudaranya bertarung melawan tentara Soviet. Perang tak terelakkan dan dunia hancur dalam perang nuklir. Sebelum meledak, Five bertemu Hazel dan kembali sepuluh hari sebelumnya. Five mencoba menyatukan saudaranya untuk mencegah kehancuran dunia yang mengikuti mereka.

Dari momen tersebut dimulailah petualangan anak-anak Hargreeves dalam mencegah kiamat yang bakal berlangsung 10 hari lagi.

Plot yang Lebih Bebas

Jika edisi pertama mencoba untuk menyatukan saudara Hargreeves, musim kedua memberikan kesempatan bagi setiap karakter untuk mengenal lebih jauh tentang diri mereka sendiri. Bahkan serial ini juga mencoba mengungkapkan apa yang terjadi pada sang ayah, Reginald (Colm Feore) di masa mudanya.

Novel grafis karya Gerard Way dan Gabriel Ba ini masih menampilkan perjalanan keluarga superhero yang memiliki masalah tersendiri. Dari awal, setiap karakter utama memiliki alur tersendiri, membawa penonton lebih dalam pada kehidupan pribadi di luar jati diri sebagai keluarga superhero Umbrella Academy.

Penulisan yang agak Malas

Cerita tentang kehancuran dunia yang menjadi basis plot musim pertama turut dibawa. Terkesan ada kemalasan dalam kepenulisan, tapi terasa berkesinambungan dengan iterasi sebelumnya. Latar tempat dan era cukup mengurangi kebosanan tema, meski tak begitu jauh dieksploitasi dalam cerita.

Untunglah banyak kejutan kecil di sana-sini yang memperlihatkan kalau sang ayah terlibat dalam berbagai plot besar yang terjadi di masa lalu. Momen sampingan ini seperti melengkapi berbagai quirk yang jadi andalan Umbrella Academy.

Meleset dari Ekspektasi

Netflix sudah lebih dulu mengunggah 3 menit pertama musim kedua dengan masing-masing saudara Hargreeves menunjukkan kemampuan bertarungnya. Pembukaan yang bisa dibilang spektakuler untuk sekelas serial Netflix. Sayangnya tak berlanjut pada episode-episode setelahnya.

Pembukaan yang berlangsung epik terasa terlalu megah untuk cerita yang lebih berasa drama di musim kedua. Pergerakkan cerita bisa dibilang cukup dinamis, meski terkesan lambat hingga pertarungan akhir yang awalnya terkesan menjanjikan, tetapi berakhir dalam beberapa menit saja.

Five dan yang lainnya mendapatkan arc yang bertujuan untuk menjelajahi lebih jauh setiap karakter Hargreeves. Sayangnya, kesan keluarga terasa berkurang dibanding musim pertama. Dimana musim kedua menawarkan lebih banyak fokus pada kehancuran dunia.

Memang, tujuh orang karakter utama terlalu banyak untuk sebuah serial. Dengan fokus yang sudah banyak terbagi, karakter lainnya terkesan hanya menjadi tambahan yang mudah terlupakan. Walau masih banyak potensi terhadap karakter pendukung yang bisa menjadi warna baru dalam cerita.

Kesimpulan

Serial The Umbrella Academy season 2 masih menawarkan rasa baru dalam perjalanan melintasi waktu. Ekspektasi yang tinggi di awal terasa membebani dengan akhir yang terasa kurang menggigit. Sisi emosional agak hambar, tapi musim kedua cukup baik dalam mengulang kembali cerita tujuh bersaudara dan lebih dalam mengembangkan arc masing-masing karakter.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top