REVIEW

The Umbrella Academy, Rumah bagi Anak-anak Super

Anduril   21 Feb 2019
The Umbrella Academy, Rumah bagi Anak-anak Super

Kalau kamu membaca judul review kali ini, kamu pasti akan mengingat komik atau film X-Men. Kamu tidak salah, sebab The Umbrella Academy memang rumah yang diperuntukan bagi anak-anak ajaib buatan Gerard Way dan Gabriel Ba, yang diterbitkan di Dark Horse Comics pada tahun 2007 hingga sekarang.

Review The Umbrella Academy

1 Oktober 1989

Tanggal 1 Oktober 1989 dianggap sakral di film ini, sebab pada tanggal itulah, 43 wanita terpilih mengalami kejadian ganjil. Mereka hamil dan melahirkan di hari yang sama, tanpa adanya tanda-tanda kehamilan.

Dari rahim mereka muncul 43 anak super dengan kekuatan yang berbeda-beda. Tujuh di antaranya diadopsi oleh Sir Reginald Hargreeves (Colm Feore). Mereka adalah, Klaus (Robert Sheehan), Luther (Tom Hopper), Diego (David Castaneda), Allison (Emmy Raver-Lampman), Ben (Justin H. Min), Vanya (Ellen Page), dan nomor lima (Aidan Gallagher).

Klaus memiliki kemampuan untuk berbicara dengan orang mati. Luther memiliki kekuatan super, badan yang besar dan berbulu menyerupai monyet. Diego memiliki akurasi di atas normal dan kemampuan menahan nafas sangat lama. Allison memiliki kemampuan untuk mengubah realitas dengan cara berbohong. Ben memiliki monster yang berasal dari dunia lain di dalam badannya. Nomor lima, memiliki kemampuan untuk berpindah tempat dan waktu. Yang terakhir adalah Vanya yang tidak memiliki kekuatan apapun.

Cerita The Umbrella Academy dimulai ketika ayah angkat mereka, Sir Reginald Hargreeves, meninggal dunia. Kematiannya dianggap tidak wajar oleh Luther, sementara Diego menganggap kematian ayah mereka merupakan sebab yang natural. Keduanya terlibat cekcok ketika menebar abu sang ayah, dan saling baku hantam.

Sebenarnya para anggota Umbrella Academy ini tidak menyukai ayah mereka. Selain itu mereka memiliki konflik pribadinya masing-masing yang berakar dari kekuatan mereka. Klaus yang bisa berbicara dengan orang mati, memilih untuk selalu teler agar tidak berbicara dengan mereka. Luther memiliki badan mengerikan karena upaya penyelamatan yang dilakukan ayahnya.

Diego, lebih senang disebut sebagai anti hero ketimbang pahlawan sungguhan. Allison, tidak bisa berbohong lagi karena takut dengan semua konsekuensinya. Ben, sudah lama mati dan terikat pada Klause. Nomor lima menghilang saat menjelajah waktu. Sementara Vanya merasa dikucilkan karena tidak memiliki kekuatan apapun. Intinya mereka bukanlah gambaran superhero ideal yang diimpikan banyak orang.

Situasi semakin rumit saat nomor lima kembali muncul dari penjelajahan waktu. Dalam kemunculannya, nomor lima mengatakan bahwa dunia akan kiamat dalam waktu delapan hari dari sekarang dan mereka harus bersiap-siap mencegah kiamat tersebut. Yang jadi pertanyaan di sini adalah, siapakah yang menyebabkan kiamat tersebut? Dan bagaimana cara mencegahnya sambil menemukan pembunuh ayah mereka.

Penuh dengan Konflik Menarik

Menyaksikan The Umbrella Academy itu rasanya seperti menyaksikan serial aksi dengan banyak plot yang harus diungkapkan dalam 10 episode. Rasanya serial TV ini memiliki banyak sekali plot yang saling tumpang tindih dan melengkapi plot utamanya. Kamu akan menemukan banyak sekali kejutan di sana-sini. Beberapa mungkin sudah ketebak, sementara yang lainnya cukup mengejutkan.

Pada awal-awal episode, kamu akan diajak mengenali sosok masing-masing anak super yang pernah hidup di The Umbrella Academy, menjadi anak angkat dari Sir Reginald Hargreeves. Dalam penjelasannya, kamu akan sering dibawa maju mundur, mengikuti kisah masa lalu masing-masing anak, sambil melihat apa yang menjadi masalah utama mereka.

Ellen Page yang hadir sebagai Vanya, tampil sangat meyakinkan. Kamu akan melihat bagaimana rasanya menjadi anak yang tidak memiliki kekuatan apapun sementara saudara-saudaramu bisa menyombongkan kekuatan mereka dan menyelamatkan dunia. Rasanya seperti dikucilkan karena sebuah alasan yang aneh tapi ada benarnya.

10 Episode yang digunakan oleh Steve Blackman untuk menjelaskan konflik dan latar belakang The Umbrella Academy, terasa kurang banyak. Hal ini sangat terlihat di tengah-tengah season, di mana tempo cerita berubah semakin cepat dan sedikit tidak terkendali. Rasanya seri ini lebih cocok dibuat dalam format 12 atau 14 episode.

Kesimpulan

The Umbrella Academy adalah sebuah film seri yang sangat menarik dengan banyak twist di sana-sini. Serial TV ini memiliki segalanya yang kamu butuhkan, mulai dari drama yang kental, adegan aksi yang lumayan banyak, twist yang menarik dan ancaman utama yang berdiri kokoh hingga akhir.

The Umbrella Academy bisa kamu tonton di Netflix mulai dari tanggal 15 Februari 2019. Serial TV ini memiliki ending yang terbuka sehingga memungkinkan untuk dibuatkan season keduanya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top