REVIEW

Naked Director, Kisah Sang Legenda Film Dewasa Jepang

Anduril   19 Aug 2019
Naked Director, Kisah Sang Legenda Film Dewasa Jepang

Berbeda dengan kebanyakan negara Asia lainnya, Jepang melegalkan industri pornografi. Sebagai pengaman, mereka menerapkan aturan yang sangat ketat untuk urusan ini. Salah satu aturannya adalah, pelarangan untuk memperlihatkan bagian intim dari seorang wanita, dan melakukan penyensoran besar-besaran untuk bagian tersebut.

Review Naked Director

Berangkat dari Penjual Buku Ensiklopedia

Naked Director akan berputar pada kisah Toru Muranishi (Takayuki Yamada). Toru pada awalnya bekerja sebagai seorang penjual buku ensiklopedia yang berjalan dari rumah ke rumah. Pekerjaan ini dilakoninya agar dia bisa memberi makan istri dan anaknya.

Sayang, pada suatu waktu, istri Toru ketahuan berselingkuh dengan rekan kerjanya. Di tengah-tengah kemarahannya, sang istri malah menyalahkan Toru karena tidak pernah berhasil “memuaskan” dirinya di ranjang. Setelah masalah ini, Toru dan sang istri akhirnya bercerai. Anak-anak mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah neneknya.

Di tengah-tengah badai rumah tangga yang baru saja dialaminya, Toru bertemu dengan Toshi. Teman barunya ini mengajarkan cara berbisnis yang sangat unik. Pada intinya, Toshi mengenal beberapa penjaga love hotel yang menyewakan kunci ruang penyimpanan. Di ruang penyimpanan tersebut Toshi dan Toru bisa merekam perselingkuhan yang terjadi di love hotel.

Setelah mendapatkan rekaman tersebut, Toru menjualnya ke toko sex dan menghasilkan untung yang sangat banyak. Toshi yang tidak pernah memegang uang sebanyak itu dalam satu waktu, memutuskan untuk mengikuti Toru ke mana-mana. Keduanya lantas bekerjasama untuk mendirikan toko buku.

Toko buku tersebut bukan toko buku biasa. Pasalnya Toru menjual majalah Bini-Bon (majalah dewasa) yang saat itu masih separuh ilegal. Bini-Bon sendiri merupakan majalah dewasa yang diterbitkan oleh percetakan Poseidon. Percetakan Poseidon sendiri merupakan sebuah usaha besar yang dimiliki oleh Ikezawa (Ryo Ishibashi).

Keduanya lantas bertemu karena toko buku yang dimiliki Toru semakin banyak, sedangkan Ikezawa berencana membuka toko serupa. Semakin lama, persaingan keduanya semakin tidak bisa dielakkan begitu saja. Toru bahkan membuat majalah dewasa sendiri yang bernama Suzuran.

Di sisi lain, Megumi (Misato Murita) yang merupakan anak gadis dari keluarga broken home, memutuskan untuk melakukan eksplorasi yang tidak lazim. Berbeda dengan gadis Jepang pada umumnya, Megumi sangat tertarik dengan konten seksual dan diperlihatkan memiliki libido yang sangat tinggi.

Megumi yang semakin kagum dengan hasrat seksual dan kepuasan yang bisa didapatkan, memutuskan untuk melakukan pemberontakan pada sang ibu. Semakin lama pemberontakan ini semakin menjadi, hingga akhirnya Megumi melarikan diri dari rumahnya.

Penuh dengan Konflik Bisnis

Walaupun penuh dengan adegan seksual, sejatinya serial Naked Director lebih sering menunjukkan sisi bisnis dari industri pornografi Jepang. Toru yang memiliki ide liar, terkadang harus berhadapan langsung dengan aparat pemerintah karena melanggar berbagai aturan tertulis.

Semua itu dia tempuh demi merevolusikan industri ponografi Jepang. Banyak aturan yang dilanggar Toru, dia juga kerap keluar masuk penjara karena masalah hukum yang dihadapinya. Selain itu konflik yang diciptakan oleh Ikezawa, menjadikan film ini benar-benar hidup dan penuh intrik.

Pasti kamu akan sering dibuat sebal oleh Ikezawa yang diperankan dengan sangat jenius oleh Ryo Ishibashi. Sang aktor gaek ini memang pintar menampilkan muslihat dan taktik bisnis. Persaingan keduanya membuat kami betah menonton kedelapan episodenya secara maraton. Kalau ditotal, itu artinya kamu menghabiskan waktu 4 jam di depan layar monitor atau smartphone.

Misato Murita juga kami nilai sangat berhasil membawakan karakter Megumi. Karakter yang digambarkan liar dan menjadi perlambangan kemerdekaan berekspresi secara seksual ini, berhasil mencuri perhatian kami di setiap penampilannya. Bisa dibilang di antara semua karakter, Megumi merupakan karakter yang paling terlihat perkembangannya.

Kamu akan menyaksikan sendiri bagaimana seorang gadis Jepang yang malu-malu, berubah menjadi mesin sex yang luar biasa menggairahkan plus memperlihatkan ketiak berbulunya ke mana-mana tanpa malu. Hal ini memang terdengar aneh, tetapi di tahun 80-an kebanyakan wanita Jepang memang lebih memilih untuk mencukur bulu ketiaknya demi kepatutan.

Kesimpulan

Naked Director merupakan sebuah serial semi-autobiografi yang harus ditonton dengan pikiran terbuka. Sebab film ini sangat eksplisit mengangkat tema seksual dan semua kegiatan yang ada di dalamnya. Kamu akan sering sekali melihat wujud polos seorang wanita, tanpa sehelai kain penutup.

Dibalik semua itu, kamu akan menemukan betapa jeniusnya Toru dalam menjalankan bisnis yang berbasiskan hasrat seksual. Pada kenyataannya memang hasrat seksual merupakan sebuah komoditi paling laku di dunia ini. Termasuk di Indonesia yang merupakan negara Asia yang biasanya terkenal akan adat dan normanya. Karena film ini memiliki tema yang sangat dewasa, kami mengharuskan kamu untuk berumur 21+ terlebih dahulu ketika menonton film ini. Kalau kamu masih belum cukup umur, Netflix memiliki banyak film menarik lainnya yang bisa kamu saksikan dengan aman.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top