REVIEW FILM

In The Tall Grass, Horor Stephen King Hadir Sekali Lagi di Netflix

Anduril   23 Oct 2019
In The Tall Grass, Horor Stephen King Hadir Sekali Lagi di Netflix

In The Tall Grass merupakan film Original Netflix terbaru yang telah rilis pada 4 Oktober lalu. Film ini diadaptasi dari salah satu novel karya Stephen King dengan judul serupa. Telah banyak film dari novelist ini dengan berbagai ide original, In The Tall Grass merupakan salah satu yang memiliki premis menarik. Sayangnya ketika diadaptasi ke dalam film hasilnya ternyata jauh dari kata memuaskan.

Mendengar premisnya yang menarik dan label “adaptasi Stephen King”, pastinya akan membuat kita memiliki ekspektasi yang tinggi untuk film horror satu ini. Belum lagi kehadiran aktor Patrick Wilson yang melengkapi lineup casting film ini.

Review In The Tall Grass

Misteri Padang Ilalang

Film ini berawal dari kisah seorang wanita bernama Becky (Laysla De Oliveira) yang sedang dalam perjalanan dengan saudaranya Cal (Avery Whitted) ke San Diego. Becky yang sedang dalam keadaan hamil tiba-tiba mual dan berhenti di tepi jalan sepi dengan padang ilalang dan bangunan gereja tua.

da alasan keduanya berhenti. Becky khususnya. Ia mendengar suara bocah kecil berteriak tersesat dan meminta tolong. Bukan lagi samar-samar, Becky mendengar jelas jeritan bocah ini. Sempat terbesit rasa ragu, hingga pada akhirnya Becky dan Cal berusaha menyelamatkan bocah tersebut. Alih-alih menemukan sumber suara bocah yang meminta tolong, Becky dan Cal kemudian tersesat. Tak jauh beda dengan bocah yang meminta tolong tadi.

Waktu terus berjalan, siang menjadi malam dan begitu sebaliknya. Becky dan Cal tetap saja tak tertolong. Mereka tersesat di sebuah tempat yang selama ini mereka hanyalah pada rumput yang biasa saja. Tapi tidak. Berbagai misteri kini mulai menghantui Becky dan Cal.

Bisakah mereka selamat? Siapa bocah yang tadi berteriak meminta tolong karena tersesat? Bisakah Beck dan Cal keluar dari padang rumput tersebut?

Plot Kosong

Ibarat sebuah barang, “In The Tall Grass” memiliki packaging yang menarik namun isinya kosong. Film ini tidak memiliki esensi dan makna yang jelas dalam penulisan dialog dan kesimpulan ceritanya. Pada beberapa menit pertama, kita hanya akan disuguhkan dialog masing-masing karakter yang saling memanggil nama dan meracau satu sama lain.

Masing-masing karakter juga tidak memiliki ciri khas kepribadian yang kuat. Setiap karakter bisa berubah pikiran dalam beberapa saat tanpa alasan yang jelas. Banyak pula keputusan bodoh yang diambil ala film horor murahan yang akan membuat kita frustasi menontonnya.

Sebagai film adaptasi novel, tampaknya sutradara dan penulis film ini kurang membaca novel secara keseluruhan untuk mematangkan materi. Kata-kata dalam kertas dan visual pada layar adalah dua media berbeda. Diperlukan keahlian khusus untuk menghidupkan cerita pada novel ke sebuah layar lebar.

Mind Twisting

Salah satu konsep yang cukup menarik dalam film ini adalah alur ceritanya yang mind-twisting. Kita akan disuguhkan cerita yang berhubungan dengan dunia paralel antar waktu dengan alur waktu yang cukup acak. Namun, kita akan dikecewakan berkali-kali setiap kali alur waktu terbuka. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kita akan frustasi dengan keputusan-keputusan konyol yang diambil oleh setiap karakter.

Konsep menarik dan hasil yang mengecewakan bertubi-tubi akan membuat kita mengharapkan plot twist yang memuaskan. Sayangnya hingga akhir cerita, kita tidak akan mendapatkan jawaban atau makna tentang; apa yang sebetulnya terjadi pada padang ilalang sakral tersebut? Apa yang ada di dalam sana?

Layak Tonton?

Penulisan screenplay untuk film ini gagal memberikan jawaban pada penonton secara visual maupun verbal. Meskipun begitu, film ini cukup menegangkan dan akan membuat kita kaget dengan beberapa jumpscare di beberapa adegan. Latar dan medan pada ilalang juga terasa semakin mencekam mendekati akhir cerita. Tidak terlalu mengecewakan, kita akan disuguhkan akhir cerita yang cukup untuk mengobati trauma kita selama satu setengah jam film berlangsung.

Secara keseluruhan, “In The Tall Grass” merupakan film horor menegangkan namun tidak memiliki esensi. Membuat film ini langsung masuk dalam jajaran film adaptasi Stephen King yang tidak dieksekusi dengan sempurna. Namun, cukup menghibur dan menegangkan sebagai tonton di malam akhir pekan bersama teman-teman.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top