NEWS

Ramaikan Gerakan Sosial #SupportLocalBrandsID, Likuid Dukung Bisnis Merek Lokal selama Krisis Pandemi

en19ma   22 Apr 2020
Ramaikan Gerakan Sosial #SupportLocalBrandsID, Likuid Dukung Bisnis Merek Lokal selama Krisis Pandemi

Merupakan perusahaan teknologi finansial penyelenggara pembiayaan proyek (project financing) industri kreatif dan gaya hidup, PT Likuid Jaya Inovasi (Likuid Projects) mengumumkan keterlibatannya dalam gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship) #SupportLocalBrandsID yang digagas oleh TADA, Customer Retention Platform (CRP) berbasis teknologi yang memberikan solusi menyoal bagaimana bisnis dapat meretensi pelanggannya dengan fitur membership, subscription, referral, dan digital voucher. Program dalam gerakan ini memungkinkan kolaborator dari Likuid Projects (pihak yang memberikan pembiayaan pada platform Likuid Projects) untuk memiliki voucher belanja dari beberapa merek lokal di berbagai bidang usaha, mulai dari kuliner, hotel, sampai kesehatan yang disponsori oleh Likuid Projects. Voucher ini dapat dipakai oleh kolaborator dalam jangka waktu tertentu ketika ekonomi sudah mulai membaik.

Gerakan ini diyakini bisa membantu kelangsungan usaha merek-merek lokal yang bisnisnya sedang tergerus oleh perlambatan ekonomi dikarenakan penyebaran virus COVID-19. Sebagai perusahaan yang memiliki fokus terhadap pembiayaan untuk proyek kreatif & gaya hidup, Likuid Projects memahami bahwa merek-merek lokal merupakan kelompok yang paling rentan untuk terdampak secara ekonomi dikarenakan wabah corona COVID-19. Selaku CEO dan Founder Likuid, Kenneth Tali mengatakan bahwa wabah virus COVID-19 yang telah berlangsung dalam setidaknya hampir tiga bulan ini diproyeksi menjadi bencana finansial besar bagi brand lokal yang mayoritas bergerak di industri kreatif. Karenanya, Likuid Projects akan membeli sejumlah voucher belanja yang ada di dalam platform #SupportLocalBrandsID untuk dibagikan kepada kolaborator yang menempatkan pembiayaan di platform Likuid Projects.

“Melalui keterlibatan kami di gerakan #SupportLocalBrandsID, Likuid Projects ingin menunjukkan kepedulian kami lewat inisiatif nyata melalui gerakan #LikuidBeliDuluan dengan memberikan tambahan cashflow kepada merek-merek yang harus mempertahankan usahanya selama pandemi. Terlebih, saat ini, kita berada di dalam zona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang harus kita patuhi, sehingga ini artinya akan banyak merek lokal yang sebelumnya laris manis [namun sekarang] mengalami penurunan omset penjualan akibat merosotnya daya beli dan volume transaksi oleh masyarakat,” ujarnya (20/4).

Secara spesifik, penurunan aktivitas transaksi konsumen selama pandemi tercermin dalam survey dari Bank Indonesia (BI) pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dilansir pada bulan Februari lalu. Survey ini menunjukkan penurunan sebesar 0,4 poin dari bulan sebelumnya, yang sebesar 121,7 poin menjadi posisi 117,7 poin. Sementara itu, Pusat Penelitian Ekonomi LIPI (P2E LIPI) memproyeksikan bahwa unit usaha makanan dan minuman akan mengalami penurunan setidaknya sebesar 27 persen.

Berkat kesamaan visi dan misi, Likuid pun bergabung dengan gerakan milik TADA yang sudah menjadi ekosistem pemasaran bagi merek-merek lokal industri kreatif dan gaya hidup selama ini. Selaku Managing Director dan Founder TADA, Antonius Taufan menyampaikan bahwa melalui gerakan ini, baik konsumen mau pun pemilik bisnis akan sama-sama memperoleh manfaat. Konsumen dapat membeli kupon dari ratusan merek lokal secara lebih awal. Kupon ini nantinya bisa digunakan pada saat layanan sudah tersedia atau bisnis sudah dibuka kembali. Sementara itu, para pemilik bisnis dapat mempertahankan usahanya dengan adanya pemasukan dari hasil penjualan kupon ini.

“Karena bagaimana pun, ada pengeluaran rutin yang harus tetap mereka jalankan, misalnya membayar sewa tempat, gaji karyawan, dan stok bahan baku. Apabila tidak didukung dengan pemasukan yang sepadan, akan semakin banyak usaha yang terancam gulung tikar. Padahal di situasi normal, merek-merek ini boleh jadi memiliki basis konsumen yang kuat,” kata Antonius. Saat ini, sudah ada lebih dari ratusan merchant lokal yang tergabung dalam https://supportlocalbrands.id/.

Kenneth menambahkan bahwa pihaknya akan membeli beberapa voucher dari merek yang sudah memiliki image yang baik di kalangan konsumennya, misalnya HONU, Puyo, dan Ann’s Bakehouse. “Voucher ini akan kami berikan sebagai perks (keuntungan tambahan) kepada kolaborator yang melakukan transaksi pembiayaan perdananya di platform kami. Harapannya, pembelian voucher ini bisa memberikan tambahan modal bagi pelaku bisnis agar mereka mampu beroperasi seperti biasa di tengah situasi sulit ini.”

Sejak peluncuran resmi dari Likuid Projects pada bulan Februari lalu, Likuid Projects telah memiliki lebih dari 4.500 user dalam daftar tunggu platformnya (subscribers) untuk menjadi kolaborator pembiayaan proyek-proyek kreatif dan lifestyle. Minat masyarakat terhadap bisnis industri kreatif masih sangat potensial, meski pun di tengah situasi wabah COVID-19 ini. Sebagai informasi, Likuid baru-baru ini telah membuka pembiayaan untuk proyek usaha milik PT Tesla Daya Elektrika (Tesla), perusahaan teknologi penyedia sistem proteksi petir dan proteksi sistem tenaga listrik. Pembiayaan ini akan bermanfaat untuk mendukung instalasi penangkal petir aliran listrik di kawasan Kalimantan.

“Demi menjaga iklim pembiayaan yang sehat dan sebagai bentuk mitigasi risiko yang rasional, sepanjang periode COVID-19 ini, Likuid memprioritaskan kesempatan pembiayaan bagi proyek-proyek industri kreatif yang tidak terdampak wabah ini secara signifikan, salah satunya [adalah] sektor teknologi seperti Tesla. Ternyata, respon yang kami terima sangat baik, target pembiayaan sebesar Rp 250 juta untuk proyek ini berhasil dicapai dalam waktu dua hari. Dari 66 peminat yang masuk di daftar tunggu, target pembiayaan berhasil terkumpul dari empat belas (14) orang kolaborator. Selanjutnya, kami mengupayakan agar bagi hasil bisa terselenggara setelah dana digunakan untuk pengerjaan proyek instalasi [dalam waktu lima bulan],” ujar Kenneth.

Sementara itu, Likuid terus memantau perkembangan sektor-sektor populer lainnya yang diketahui terdampak secara langsung, seperti makanan dan minuman. Harapannya, ketika situasi sudah pulih, sektor-sektor ini segera kembali menggerakkan perekonomian dan pada situasi yang lebih kondusif, Likuid akan lebih siap untuk mendorong pemulihan bisnis-bisnis sektor ini serta menggenjot optimisme masyarakat untuk kembali berkolaborasi di sektor ini.

Untuk itu, sebagai alternatif, gerakan sociopreneurship #SupportsLocalBrandsID dihadirkan dengan cara menjadi kolaborator di platform Likuid dan dapat dijadikan sebagai model dukungan yang inklusif bagi individu. “Melalui kolaborasi pembiayaan pada proyek-proyek yang dibuka Likuid Projects pada saat ini, masyarakat dapat mengharapkan imbal hasil dari proyek usaha yang tersedia di Likuid sambil turut membantu [untuk] mendukung merk-merk lokal dari sektor industri yang terdampak wabah COVID-19 secara langsung,” tutup Kenneth.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top