LOADING
REVIEW

Questland, Sebuah Turn Based RPG yang Sangat Personal dan Menawan

Andy Chan   10 Jun 2018
Questland, Sebuah Turn Based RPG yang Sangat Personal dan Menawan

Selamat datang, wahai para pendekar berjiwa petualang. Negeri Valia yang tadinya damai dan cantik sekarang telah diselubungi oleh kegelapan yang tidak jelas dari mana datangnya. Banyak makhluk kegelapan menyerang seperti para ghoul, laba-laba haus darah, skeleton, dan masih banyak lagi. Siapa yang mengendalikan mereka dan bagaimana cara menghentikannya? Hanya Anda bersama dengan pedang di tangan saja yang bisa menghentikan mereka. Tugasmu cukup sederhana: gunakan kekuatanmu, kalahkan kejahatan, dan berjayalah! Itulah sedikit latar belakang dari game Questland: Turn Based RPG buatan Gamesture.

Begitu sampai di kota, pemain akan langsung bisa menciptakan sendiri karaktermu. Questland memiliki fitur kustomisasi karakter yang benar-benar mendalam, bahkan tanpa perlu ada mikrotransaksi sama sekali! Tersedia model wajah, mata, alis, aksesoris, warna kulit, bahkan banyak sekali model rambut yang disediakan yang bebas diwarnai sesuai selera. Bahkan apabila pemain merasa ingin berganti wajah nantinya, cukup dengan cara mengunjungi Barber Shop, pemain pun bisa menggantinya dengan bebas tanpa dipungut biaya.

Secara garis besar, Questland adalah sebuah game RPG dengan tampilan first-person, di mana pemain bergerak seperti sebuah game dungeon crawler dengan grafis 3D. Berbeda dengan game RPG lainnya, pergerakan karakter dalam Questland itu otomatis. Pemain akan menjelajah sebuah wilayah tanpa ada input dari pemain, dan hanya akan berhenti bergerak begitu dia bertemu dengan musuh. Tidak ada tim dalam game ini, hanya satu karakter saja, yaitu Anda.

Pertarungan melawan musuh terjadi secara turn-based. Musuh dan pemain bergantian melakukan aksi, biasanya saling menyerang satu sama lain. Pemain tinggal menyentuh musuh yang ada di layar saja untuk menyerang mereka, dan apabila ada lebih dari satu musuh, sentuh musuh yang ingin diserang untuk menyerang mereka. Selain menyerang biasa, pemain pun memiliki kemampuan sihir seperti fireball atau blizzard yang bisa diaktifkan dengan menyentuh icon yang bersangkutan di bagian bawah layar.

Negeri Valia tampil dengan artwork 2D unik yang boleh dibilang tampak seperti potongan cardboard. Baik di sekitar kota, atau pun di dalam kota itu sendiri, pemain bisa menikmati pemandangan yang cantik dengan perspektif dan pencahayaan keren. Lokasi permainan yang dijelajahi saat bertualang pun tampak menawan dalam semi 3D dengan efek visual pertarungan melawan monster yang meskipun minimalis, namun tetap menarik.

Asyiknya, avatar yang sudah diciptakan sendiri oleh pemain itu akan tampil di bagian kiri atas layar. Apabila pemain menyentuh foto avatar tersebut, maka dia akan bisa melihat equiment yang sedang dikenakan oleh avatar-nya. Uniknya, tampilan karakter akan berubah sesuai dengan equipment yang sedang dikenakan, dan apabila iseng, tidak ada yang melarang pemain untuk melepaskan semua equipment yang dikenakan sehingga yang tersisa hanyalah pakaian dalam saja.

Namun sayangnya, Questland boleh dibilang mmeiliki berbagai fitur yang cukup kompleks, meskipun kalau mau dipelajari, bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan diri. Di luar kota, ada Arena, Battle Event, Boss Challenge, dan Docks, sementara di dalam kota, pemain bisa memanfaatkan fitur Bank, Forge, Guild, Marketplace, Tavern, bahkan Barber Shop untuk mengganti foto diri.

Tersedia banyak macam Quest untuk diselesaikan, serta sebuah Campaign yang memberikan semacam "sense of progression" kepada pemain untuk bisa terus jalan pada cerita utamanya. Namun sayangnya, game ini menggunakan fitur Energi, di mana setiap menjalankan satu stage campaign harus menggunakan energi tersebut. Apabila energinya habis, pemain harus menunggunya sampai terisi kembali.

Questland: Turn Based RPG adalah sebuah game online, yang berarti pemain 100% butuh koneksi Internet untuk bisa memainkannya, karena pada awal permainan, pemain harus memilih mau masuk ke server region mana. Hati-hati dengan mobile data milikmu, karena meskipun game ini tampilannya tampak sederhana, namun ternyata membutuhkan data yang cukup banyak, sampai total 511 MB per saat review ini dibuat. Ini berarti pemain harus melakukan download data tambahan sebanyak sekitar 400 MB ketika memulai game-nya.

Seperti game free-to-play pada umumnya, akan ada suatu titik di mana pemain akan terhenti progress-nya karena bertemu dengan "tembok". Untuk bisa menembus tembok ini, pemain harus terus melakukan grinding dan mendapatkan berbagai equipment baru yang lebih bagus, atau tentu saja, bisa dilakukan dengan sistem pay-to-win via mikrotransaksi untuk mendapatkan Gems yang bisa digunakan untuk membeli loot box dengan harapan mendapatkan epic gear.

Jadikanlah hal tersebut sebagai pertimbangan sebelum mencoba Questland, karena meskipun game-nya cukup asyik, namun tipe permainannya yang grindy dan monoton ini lama-lama agak membosankan.

Artikel Terkait
KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top