NEWS GADGET

Pasar Smartphone Dunia Diprediksi Baru Pulih pada 2022

NanaMiku   14 Apr 2021
Pasar Smartphone Dunia Diprediksi Baru Pulih pada 2022

Berkat pandemi COVID-19, semua sektor pasar kena dampak yang luar biasa. Tentunya pasar smartphone dunia pun ikut terpuruk sejak awal tahun 2020. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti rantai pasokan yang jadi tertahan karena beberapa pabrik komponen tutup dan juga ekonomi global yang sangat lesu.

Walau begitu, semuanya pasti akan pulih walau pelan-pelan. Untuk pasar smartphone sendiri, perusahaan analis pasar, CCS Insight, memprediksikan bahwa pasar smartphone akan pulih sepenuhnya pada tahun 2020.

Analis ini juga memprediksikan bahwa penjualan ponsel akan mencapai angka 1,67 miliar unit untuk tahun 2021. Prediksi angka penjualan tersebut naik 6 persen dari tahun ke tahun. Namun masih tetap lebih rendah 8 persen dibanding tahun 2019.

Untuk tahun 2022, penjualan smartphone diprediksi mencapai 1,97 miliar unit. Angka tersebut hampir mencapai angka 2 milyar unit yang sudah menjadi target industri ponsel sejak beberapa tahun lalu.

Jaringan 5G juga akan menjadi bagian penting untuk penggerakan penjualan smartphone. Semakin banyak daerah yang ter-cover, maka peningkatan angka penjualan ponsel akan semakin tinggi. Menurut prediksi, satu dari tiga smartphone yang terjual akan mendukung 5G.

Tentunya yang menjadi masalah utama adalah langkanya komponen-komponen seperti chip. Saat ini sedang terjadi kekurangan komponen-komponen secara global.

Menurut para analis, pasar ponsel akan kembali pulih di awal tahun 2022, tetapi untuk segmen ponsel menengah akan mengalami perhambatan.

“Manufaktur kecil akan jauh lebih terdampak dibanding perusahaan besar seperti Samsung dan Apple, meninggalkan pemain kecil di tengah situasi yang sulit,” ujar Wayne Lam selaku direktur senior riset CCS Insight.

“Kami yakin bahwa vendor ponsel akan memprioritaskan smartphone premium yang menawarkan margin lebih tinggi dibanding perangkat harga murah, (hal tersebut) akan mengganggu pasar yang bergantung pada produk lebih terjangkau,” lanjut Lam.

Walau para manufaktur, operator, dan peritel bisa mengambil untung pada saat pemulihan industri, kesempatan itu hanya bersifat sementara. Hal ini karena prospek pertumbuhan jangka panjang akan tetap sama seperti sebelum COVID-19.

“Pertumbuhan yang sangat kuat ini tidak sama dengan puncak penjualan yang kita lihat di pertengahan tahun 2010 lalu,” ujar Lam.

Sedangkan untuk negara maju, Lam berikan prediksi bahwa para konsumen akan lebih menahan keinginan membeli perangkat baru. Mereka lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli perangkat pintar lainnya seperti wearable device, kacamata pintar, dan perangkat IoT lainnya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top