REVIEW

Para Assassin Berkumpul dalam Assassin's Creed Rebellion

Andy Chan   30 Jun 2019
Para Assassin Berkumpul dalam Assassin's Creed Rebellion

Seri Assassin's Creed milik Ubisoft terkenal dengan settingnya di masa lalu, baik itu setting di London saat Jack the Ripper berkeliaran dalam Assassin's Creed Syndicate, jaman revolusi Amerika pada Assassin's Creed III, jaman renaisans Italy di Assassin's Creed II, bahkan sampai ke jaman raja Leonidas di Sparta pada seri Assassin's Creed terbaru Ubisoft, Odyssey. Apa jadinya kalau semua karakter dalam Assassin's Creed disatukan dalam sebuah game?

Dunia Assassin's Creed Bersatu

Seperti yang kita tahu, Animus adalah sebuah mesin untuk menjalankan ingatan masa lalu di mana penggunanya bisa menapaktilas hidup para Assassin di masanya. Kini dengan sebuah Animus versi baru yang dibuat khusus untuk mobile yaitu Mobile Animus Software, penggunanya bisa mencoba kehidupan para Assassin yang telah disatukan dalam satu Brotherhood dan melanjutkan peperangan mereka melawan para Templar di Spanyol. Itulah game mobile yang berjudul Assassin's Creed Rebellion, persembahan Ubisoft kepada fans Assassin's Creed di mobile.

Manajemen Markas Assassin

Pada intinya, Assassin's Creed Rebellion adalah sebuah game bertipe manajemen. Pemain mendirikan sebuah markas untuk Brotherhood, membangun ruangan-ruangan baru agar bisa menciptakan equipment baru untuk para assassin, mengumpulkan material, melatih para assassin, dan lain sebagainya. Semua aksi di markas ini berjalan berdasarkan waktu, jadi untuk melatih assassin, pemain harus menunggu beberapa menit, mendirikan ruangan membutuhkan waktu tunggu juga, yah, anggap saja game idle.

Kumpulkan Pecahan DNA

Untuk mendapatkan assassin-assassin baru, pemain harus mengumpulkan pecahan DNA. Nah, untuk mendapatkannya, pemain bisa menggunakan sistem Gacha yang dibayarkan menggunakan mata uang premium, Helix Credits. Setiap menggunakan Gacha, pemain bisa berkesempatan mendapatkan DNA karakter yang diinginkan seperti Ezio, Shao Jun, dan lainnya. Tentu saja, semakin tenar nama assassin tersebut, semakin banyak juga pecahan DNA yang dibutuhkan.

Buat Tim Assassin

Dengan karakter-karakter yang sudah dikumpulkan tersebut, pemain bisa membuat sebuah tim assassin yang terdiri dari tiga karakter. Masing-masing assassin memiliki skill tersendiri, ada yang ahli menyelinap, ada yang jago bertarung, ada yang bisa melakukan healing, dan lain sebagainya. Tugas pemain adalah untuk membuat sebuah tim yang bisa mengatasi segala hal yang ada di lapangan.

Tactical Stealth Action Turn Based

Setelah pemain menciptakan sebuah tim, maka pemain pun bisa mengirimkan mereka ke lapangan untuk melakukan misi. Uniknya, permainan berlangsung secara turn based, jadi pemain bisa dengan santai menentukan langkah apa yang akan mereka lakukan berikutnya.

Penentuan Aksi berdasarkan Persentase

Sebelum masuk ke dalam sebuah ruangan, pemain harus menentukan karakter mana dari timnya yang akan mencoba mengatasi ruangan tersebut. Pemain bisa melihat persentase aksi yang bisa dilakukan oleh karakternya, baik itu mencoba membunuh musuh, melompati mereka, membongkar peti, mengatasi perangkap, hingga bertarung melawan musuh. Kalau aksi yang mereka lakukan gagal, Life mereka akan berkurang, dan ada kesempatan para penjaga di lokasi tersebut akan berbondong-bondong datang menyerang. Tidak perlu buru-buru dalam menentukan langkah, karena semuanya dilakukan secara turn-based tanpa batasan waktu.

Turn Based Combat

Pertarungan dalam Assassin's Creed Rebellion berlangsung secara turn-based. Artinya, karakter assassin milik pemain akan secara bergantian saling menyerang melawan musuh. Di setiap turn, pemain bisa memilih apakahn ingin menyerang biasa atau menggunakan skill. Untuk skill terdapat cooldown, jadi tidak bisa terus menerus digunakan.

Setelah pemain menyelesaikan misi, baik itu merampok para templar, mencuri dokumen rahasia atau membunuh templar, maka para assassin dalam tim tersebut harus beristirahat sambil memulihkan Life mereka di markas.

Ramainya Karakter Assassin's Creed

Bagi penggemar seri Assassin's Creed, akan cukup puas dengan ramainya karakter-karakter game tersebut di Assassin's Creed Rebellion. Favorit para fans seperti Ezio Auditore da Firenze, Alexios, Kassandra, Bayek, Shao Jun, bahkan sampai ke Machiavelli dan karakter Assassin's Creed yang diperankan oleh Michael Fassbender, Aguilar, pun ada di game ini. Mereka semua hadir dalam grafis 3D, tapi dibuat Super Deformed alias Chibi, sehingga tampak sangat imut. Sayangnya, tidak semua karakter Assassin's Creed hadir secara lengkap, jadi bagi yang menginginkan Evie Frye atau Edward Kenway, harus kecewa karena mereka masih belum ada.

Harus Online

Assassin's Creed Rebellion memang dibagikan secara gratis oleh Ubisoft, namun seperti biasa, pemainnya wajib online. Permainan pun agak dibatasi dengan keberadaan sistem stamina berupa Intel, yang diproduksi oleh ruangan intel. Helix Credit pun bisa dibeli oleh pemain via sebuah sistem mikrotransaksi yang bisa digunakan untuk macam-macam hal, termasuk membeli DNA Fragment, material, dan lain-lain.

Ubisoft adalah salah satu developer game yang secara konsisten membuat game-game menarik, bahkan dukungan setelah game diluncurkan pun sangat kuat. Variasi dari game yang mereka keluarkan pun sangat banyak, sehingga meskipun Assassin's Creed Rebellion yang hadir di mobile ini tidaklah sama dengan game versi konsol atau PC-nya, namun tetap dibuat dengan kualitas tinggi. Akhir kata, Assassin's Creed Rebellion adalah salah satu judul Ubisoft yang kreatif, solid dan pantas berada di jejeran game-game ponsel pintar kalian.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top