TIPS TRIK

Metode Deduplikasi yang Paling Tepat untuk Backup Data Bisnis, Per Job atau Global?

en19ma   13 Jun 2020
Metode Deduplikasi yang Paling Tepat untuk Backup Data Bisnis, Per Job atau Global?

Data dan backup, atau pencadangan, adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, keduanya merupakan hal yang esensial bagi para pelaku bisnis. Melihat banyaknya perusahaan yang kesusahan dalam memilih solusi backup, maka Synology Inc. kemudian mengembangkan sebuah pembahasan mengenai metode terbaik untuk deduplikasi data yang sekiranya dapat bermanfaat.

Begitulah, data yang tidak terstruktur telah menjadi permasalahan umum bagi para pelaku bisnis serta admin TI. Selain permasalahan ini, muncul momok lain yang menghantui para personel TI dimana mereka membutuhkan ukuran penyimpanan yang sangat besar untuk tugas pencadangan data. Hal ini terjadi karena pada saat melakukan pencadangan data, hal yang sering dilakukan adalah dengan langsung menyalin dan menyimpan semua data dalam jumlah besar, yang kemudian menyebabkan banyaknya data yang terduplikasi, sehingga kebutuhan akan penyimpanan data terus meningkat secara drastis. Menurut Gartner, pada tahun 2024 mendatang bakal didapati “penyimpanan data tidak terstruktur milik perusahaan akan meningkat sebanyak tiga kali lipat jika dibandingkan dengan pada tahun 2019,” dan “40% pimpinan I&O akan menerapkan minimal sebanyak satu infrastruktur penyimpanan yang berbasiskan hybrid cloud.”

Dan, tentu saja, jumlah data yang dihasilkan oleh pelaku bisnis tidaklah bisa dianggap murah. 2017 Data Quality Market Survey milik Gartner mengungkapkan bahwa duplikasi dan kualitas data yang buruk dapat membebani perusahaan hingga senilai US$15 juta. Sedangkan, pada level makro, kualitas data yang buruk diperkirakan telah merugikan Amerika Serikat dengan nilai lebih dari US$3 triliun per tahunnya. Dengan kata lain, faktor penting yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan bisnis adalah dengan memiliki platform manajemen data yang dapat menyediakan kemampuan deduplikasi data secara cepat dan hemat biaya.

Salah satu metode deduplikasi yang paling umum untuk digunakan adalah deduplikasi global. Namun, efektivitas rasio deduplikasi data serta efisiensi biayanya terkadang sulit untuk ditentukan dengan tanpa adanya standar yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan beberapa asumsi, sehingga kita dapat menjadi lebih akurat pada saat membandingkan deduplikasi global dengan metode yang lain.

Seringkali, beberapa vendor yang mengklaim bahwa mereka menawarkan fitur deduplikasi data pada kenyataannya malah deduplikasi tersebut tidak mendeduplikasi data secara per job atau pun berbeda perangkat. Ini mengartikan bahwa apabila terdapat sebanyak 100GB total pencadangan data, maka deduplikasi hanya akan dilakukan pada setiap tugas pencadangan. Jadi, jika pencadangan dilakukan sebanyak 10 kali, total ruang penyimpanan pada akhirnya akan terpakai hingga mencapai 1TB!

Di sisi lain, dengan metode deduplikasi global, tugas pencadangan bakal dilakukan di semua lingkungan fisik mau pun virtual. Dengan menggunakan angka yang sama seperti di atas, apabila satu file pencadangan dengan total 100GB kemudian dilakukan backup secara inkremental, maka total ruang penyimpanan yang diperlukan, di luar backup yang pertama, hanyalah akan berisi file yang telah diubah saja. “Ketika melakukan deduplikasi global, rasio deduplikasi global yang dihitung oleh solusi seperti Active Backup for Business milik Synology adalah dengan menggunakan ukuran disk yang terpakai dari sumbernya, sehingga memberikan tingkat deduplikasi yang lebih akurat,” ujar Hewitt Lee, Director of Product Management di Synology.

Perdebatan tentang metode deduplikasi manakah yang lebih efektif untuk bisnis, per job atau pun global ini, telah lama terjadi. Untuk mendapatkan pilihan yang akurat, kita harus melihat bagaimana kedua metode deduplikasi tersebut dapat diukur, apakah dengan kemampuan reduksi data dan rasio deduplikasi maksimum yang bisa dicapai? Ataukah, dengan melihat dampak menyeluruh pada infrastruktur penyimpanan, biaya serta sumber lain, seperti jaringan bandwidth, replikasi data, dan cara pemulihan bencana?

Tantangan terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk para admin TI, yaitu tentang total biaya kepemilikan untuk menggabungkan server dengan layanan pencadangan beserta dengan lisensi tambahan dan biaya berlangganan. Vendor seperti Synology yang menawarkan software bawaan, yaitu Active Backup for Businesses, dimana software ini tidak memerlukan biaya lisensi bakal dapat memudahkan staf TI dalam memilih solusi yang efektif untuk perusahaan. Dengan menerapkan solusi yang telah terintegrasi dari sisi hardware dan software, hal ini dapat meringankan beban perusahaan serta personel TI.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top