TIPS TRIK GADGET

Menuju Masa Depan Pembayaran yang Lebih Aman

en19ma   28 Sep 2020
Menuju Masa Depan Pembayaran yang Lebih Aman

Pembayaran digital di Indonesia telah berubah dengan cepat selama beberapa tahun terakhir dan menjadi gaya hidup dari konsumen sekarang ini. Di tahun 2020, transaksi e-payment atau pembayaran elektronik di Indonesia telah meroket hingga ke angka 173% sejak tahun 2019 lalu. Hal ini adalah imbas dari tren masyarakat Indonesia yang kini semakin menghindari penggunaan tarik tunai melalui ATM dan kartu debit sebagai metode pembayaran utama.

Kemudahan dari pembayaran digital merupakan poin plus bagi konsumen, namun mereka juga harus berhati-hati dalam hal bertransaksi untuk menghindari terpapar kejahatan siber. Menurut laporan terbaru dari McAfee, COVID-19 Threat Report: July 2020, McAfee Labs menemukan adanya 375 ancaman baru dalam setiap menitnya melalui aplikasi jahat, kampanye phishing, malware, dan lainnya. Selain itu, jumlah serangan siber yang memanfaatkan konten Covid-19 di Indonesia telah mencapai 88 juta kali dari bulan Januari hingga April lalu.


Shashwat Khandelwal, Head of Southeast Asia Consumer, McAfee

“Pelaku kejahatan siber bergerak sangat cepat untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai atau cashless dengan menggunakan teknologi dan keterampilan yang canggih untuk menciptakan cara penipuan yang mudah dipercaya,” ujar Shashwat Khandelwal, Head of Southeast Asia Consumer, McAfee. “Perkembangan dan penggunaan pembayaran digital memudahkan para penjahat siber untuk menipu pengguna dan mengambil uang mereka. Masyarakat Indonesia perlu mengetahui berbagai tips keamanan bertransaksi secara digital untuk menghindari penipuan.”

Sebagian besar masyarakat Indonesia yang beradaptasi dengan perubahan digital merupakan sasaran utama dari penipuan atau kejahatan siber. Tingginya penggunaan teknologi digital yang memiliki peran penting di kehidupan sehari-hari dari pengguna telah meningkatkan kemungkinan adanya penipuan dan serangan siber. Namun, bagi pengguna digital baru, informasi mengenai penipuan dan cara mengenali tanda-tanda penipuan masihlah susah untuk diperoleh. Generasi yang lebih tua kemungkinan besar merupakan “digital immigrants,” dimana banyak pengguna digital dari generasi ini yang memiliki kesulitan dalam proses digitalisasi, serta pengertian dasar mengenai aplikasi seluler dan situs online. Untuk memastikan seluruh segmen pengguna dapat bertransisi ke pembayaran non-tunai atau cashless secara aman, haruslah ada pemahaman yang lebih mengenai risiko dari keamanan siber.


Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan disinfektan di kawasan bisnis Thamrin di Jakarta pada akhir Maret lalu. (JP / Seto Wardhana)

Jumlah dan kerumitan penipuan akan terus berkembang pada setiap tahunnya, dan semakin memburuk sejak adanya pandemi. Seluruh segmen masyarakat termasuk bisnis hingga penyedia kebutuhan utama, serta pemerintah sedang mempercepat transformasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan digital yang sekarang bukan lagi hanya untuk sekedar alat hiburan semata. Maka dari itu, kesadaran dan pengetahuan akan keamanan siber menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia untuk menghindari penipuan, serta menjaga keamanan dalam penggunaan teknologi digital.

Tips untuk Tetap Aman selama Online

Tetap waspada dalam menggunakan layanan digital atau online dengan tips-tips di bawah ini:

1. Pelajari hal-hal dasar mengenai keamanan siber

Ini waktu yang tepat bagi orang yang paham teknologi digital untuk maju dan menjadi mentor digital bagi orang yang kurang familiar dengan konsep keamanan siber, seperti orang tua dan kaum lansia. Dengan mengemas topik keamanan siber yang sesuai dengan pengertian mereka, seperti bagaimana caranya untuk menjaga dompet supaya tidak dicuri atau caranya menjaga rumah, maka pengertian mereka mengenai pentingnya keamanan siber dapat lebih ditingkatkan.

Hal-hal mendasar berikut ini bisa digunakan sebagai tips untuk mencegah kejahatan siber:

  • Langsung akses ke sumber yang dituju ketimbang mengklik tautan di dalam e-mail atau pun SMS
  • Gunakan perangkat lunak keamanan yang lengkap
  • Tidak menyebarkan data pribadi atau keuangan
  • Gunakan kata sandi yang kuat, dan aktifkan otentikasi multi-faktor untuk menjaga akses ke akun-akun online
  • Jangan pernah memberikan kata sandi atau One Time Password (OTP) apabila diminta oleh orang yang tidak dikenal melalui telepon, e-mail, atau pun situs yang mencurigakan
  • Menjaga perangkat lunak dan aplikasi agar tetap mutakhir dengan pembaruan otomatis, pembaruan dapat menyertakan tambahan keamanan penting yang mengatasi kerentanan dalam perangkat lunak
  • Tetapkan pemberitahuan atau notification untuk memberikan limit bagi transaksi di e-wallet sehingga transaksi yang mencurigakan dapat langsung terdeteksi sebelum terlambat

2. Amankan perangkat digital Anda

Orang Indonesia harus mempertimbangkan untuk melindungi diri dengan solusi keamanan yang mumpuni, terutama untuk orang tua dan kaum lansia, yang bisa melindungi pengguna dari berbagai risiko keamanan siber pada saat menjelajah dunia online, seperti ketika menggunakan situs jejaring sosial, berbelanja, atau bahkan membuka e-mail. Solusi ini dapat melindungi pengguna dari serangan malware, menghindari situs web berbahaya, dan memastikan keamanan dari aplikasi yang diunduh.

Untuk tambahan, aktifkan fitur penelusuran yang aman sebagai salah satu cara untuk memastikan keamanan perangkat. Ini dapat membantu pengguna untuk menghindari website palsu yang berbahaya yang didesain untuk mencuri identitas dan data pengguna. Solusi ini juga bakal melakukan pemindaian berkala untuk melindungi perangkat dari serangan malware, dan memastikan terjadinya proses pengunduhan yang aman.

3. Senantiasa mempelajari fakta tentang penipuan digital

Dengan meningkatnya jumlah orang Indonesia yang mengakses internet dikarenakan masa pandemi ini, maka hal tersebut telah menciptakan lebih banyak peluang dan titik kontak bagi penjahat dunia maya untuk memanfaatkan situasi yang ada, yang bisa mengakibatkan timbulnya banyak korban baru. Secara khusus, para orang tua dan kaum lansia perlu berhati-hati, sebab mereka cenderung menjadi target yang menarik karena jumlah simpanan mereka yang banyak dan tidak terbiasa dengan lanskap digital. Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat perlu untuk mempelajari tentang jenis penipuan online yang umum, pengetahuan tentang jenis penipuan baru, dan langkah-langkah yang perlu mereka ambil ketika menemukan kasus.

Beberapa contoh penipuan yang umum untuk ditemukan adalah:

  • Penipuan identitas
  • Penipuan phishing
  • Penipuan E-commerce

Tentang McAfee

McAfee adalah pemimpin dalam keamanan pribadi bagi konsumen. Fokus pada perlindungan menyeluruh, tidak hanya untuk perangkat, solusi McAfee untuk konsumen beradaptasi dengan kebutuhan pengguna di dunia yang selalu online, memberdayakan mereka untuk hidup dengan aman dengan dibekali solusi intuitif dan terintegrasi yang mampu melindungi keluarga dan komunitas pengguna dengan keamanan yang tepat pada saat yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi https://www.mcafee.com/consumer.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top