TIPS TRIK

Memastikan Keberlangsungan Bisnis dalam Tatanan "Normal Baru"

en19ma   27 Jun 2020
Memastikan Keberlangsungan Bisnis dalam Tatanan "Normal Baru"

Sejak 8 Juni 2020 lalu, Pemerintah Daerah DKI Jaya sudah mulai memberikan kelonggaran dalam aturan PSBB, namun masih banyak perusahaan dan para pekerja yang memilih bekerja dari rumah. Seiring dengan hal itu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menjalankan proses kerja jarak jauh. Cybersecurity adalah salah satunya. Praktik bekerja jarak jauh dapat dimanfaatkan oleh para peretas untuk mencuri data, karena mereka secara konsisten selalu mencari cara untuk mengambil keuntungan dari interkonektivitas perangkat pengguna.

 

Dalam studi McAfee yang berjudul Cloud Adoption & Risk Report – Work-from-Home Edition, ditemukan adanya peningkatan 50% dalam penggunaan komputasi awan di seluruh dunia bersamaan dengan peningkatan dua kali lipat di lalu lintas komputasi awan dari perangkat yang tidak dikelola oleh perusahaan, sehingga rentan terhadap potensi kehilangan data. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah ancaman komputasi awan dari faktor eksternal telah meningkat hingga 630% yang sebagian besar menargetkan layanan platform, seperti Microsoft 365.

Bagi perusahaan besar yang telah memiliki investasi cybersecurity, hal ini mungkin tidak menjadi ancaman substansial. Namun, bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang belum berinvestasi secara memadai dalam proses transformasi digital, hal tersebut menjadi suatu kekhawatiran tersendiri dalam menjamin atau memastikan keberlangsungan bisnis mereka. Sebelum COVID-19, Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia telah membantu dalam mempercepat proses transformasi digital dengan terus meningkatkan infrastruktur jaringan dan satelit untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, investasi ini tidak bisa membantu bisnis yang belum menjalankan transformasi digital.


Jonathan Tan, Managing Director Asia, Mcafee

“Berdasarkan hasil survei IDC terhadap perusahaan Indonesia pada tahun 2019, 45% perusahaan mengakui pentingnya mengukur keberhasilan transformasi digital dalam menentukan langkah perusahaan selanjutnya. Namun, transformasi digital adalah proses yang berkelanjutan, dan masih banyak yang harus dilakukan. Bagaimana bisnis-bisnis dapat memastikan bahwa mereka dapat mengatasi ancaman serangan siber saat dan setelah pandemi dalam kondisi lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat?" kata Jonathan Tan, Managing Director Asia McAfee.

McAfee dan Jonathan Tan menjelaskan bagaimana caranya agar pelaku bisnis dapat membantu keberlangsungan bisnis mereka, sebagai berikut:

1. Gunakan referensi

Saat ini, ada banyak saran dari pelaku bisnis tentang langkah-langkah yang dapat diambil terkait keberlangsungan bisnis, dan beberapa bahkan berbagi kerangka kerja mereka. Bahan-bahan ini baik untuk digunakan sebagai referensi ketika mengembangkan suatu kerangka kerja, dan harus dilakukan dengan tujuan untuk memaksimalkan efektivitas.

2. Bekerja erat dengan karyawan

Membuat sebuah kerangka kerja membutuhkan keterlibatan karyawan, dan sangatlah penting untuk mengkomunikasikan perilaku dan dampak yang diharapkan demi memastikan karyawan dapat memanfaatkan praktik kerja jarak jauh secara maksimal.

3. Jangan takut mencoba hal baru

Sangat mungkin bahwa tolak ukur keberhasilan akan ditentukan secara terburu-buru dan kerangka kerja akan terus berubah seiring dengan berbagai masukan penting terhadap pengembangan perangkat dan potensi ancaman. Namun, pada akhirnya, proses ini penting karena bisnis yang berada di tengah-tengah transformasi haruslah memiliki kerangka kerja yang efektif berdasarkan pengalaman yang ada dengan tujuan keberlangsungan bisnis. 

“Ketika bicara tentang cybersecurity, bisnis yang berubah secara digital harus memahami bagaimana penyimpangan dalam fitur perlindungan dapat menimbulkan kerugian, sehingga terjadi kepatuhan terhadap konsep keamanan, dimana lapisan cybersecurity dimanfaatkan untuk memastikan solusi digital yang baru dapat diimplementasikan dengan aman,” tambah Jonathan Tan.

Ketika tatanan “normal baru” ditetapkan, bisnis-bisnis pada akhirnya akan beradaptasi dan dapat memperkuat langkah-langkah mereka dengan mematuhi aturan dan tolak ukur keamanan yang telah dibuat. Seluruh aplikasi dan teknologi yang ada haruslah dalam keadaan aman sehingga mampu untuk memberikan nilai tambah pada saat menggunakan solusi cybersecurity yang mencakup semua landasan untuk saat ini dan di tahun-tahun mendatang.

Tentang McAfee

McAfee adalah perusahaan cybersecurity perangkat-ke-komputasi awan. Terinspirasi oleh kekuatan bekerja bersama, McAfee menciptakan solusi bisnis dan konsumen yang menjadikan dunia kita sebagai tempat yang lebih aman. https://www.mcafee.com

Fitur dan manfaat teknologi McAfee bergantung pada konfigurasi sistem dan mungkin memerlukan perangkat keras, perangkat lunak, atau aktivasi layanan. Tidak ada sistem komputer yang benar-benar aman. McAfee® dan logo McAfee adalah merek dagang dari McAfee, LLC atau anak perusahaannya di Amerika Serikat dan negara lain. Merek dan merek lain dapat diklaim sebagai milik orang lain.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top