TIPS TRIK

Mcafee: Musim Belanja Online Akhir Tahun, Momen Kejahatan Siber Paling Ramai

en19ma   22 Nov 2020
Mcafee: Musim Belanja Online Akhir Tahun, Momen Kejahatan Siber Paling Ramai

Fakta Penting

  1. Netizen Indonesia kini lebih sering berbelanja online –lebih dari setengah populasi Indonesia (58,6%) melihat adanya peningkatan dalam aktivitas digital mereka.
  2. Hampir seluruh konsumen di Indonesia (91,4%) merasa bahwa penipuan online meningkat akhir-akhir ini karena pandemi COVID-19, namun 37% konsumen tidak sadar akan kemungkinan terjadinya penipuan online atau belum memiliki rencana untuk mengubah kebiasaan dalam berbelanja online.
  3. Banyak orang di Indonesia masih belum melindungi diri dari ancaman kejahatan online –hanya sebagian konsumen saja (53,6%) yang selalu memastikan bahwa penawaran online yang mereka dapat melalui e-mail atau SMS sudah aman dan terlindungi.

Per 19 November 2020, McAfee Corp. (Nasdaq: MCFE) mengumumkan hasil survei 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper, yang mengungkap bahwa konsumen akan tetap berbelanja online, khususnya untuk menyambut liburan akhir tahun, meski pun mereka sadar akan bahaya penipuan online yang semakin meningkat. Sekitar 46,4% konsumen di Indonesia berencana untuk melakukan online shopping, sedangkan 36,6% akan melakukan aktivitas belanja lebih awal. Padahal 91,4% dari orang-orang yang disurvei tersebut merasa bahwa penipuan siber terasa semakin marak menjelang libur panjang akhir tahun disebabkan oleh adanya pandemi.

Survei McAfee menunjukkan adanya perubahan pola kegiatan pada konsumen di Indonesia yang dipicu oleh berbagai peristiwa global pada tahun ini, sehingga meningkatkan risiko mereka terhadap ancaman online pada saat mereka bekerja, bermain, dan berbelanja melalui internet. Hasil survei ini juga menyimpulkan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja secara umum, dengan adanya kenaikan online shopping hingga 58,6% semenjak awal pandemi COVID-19. Satu dari lima konsumen (17,4%) berbelanja online pada setiap harinya, dan hampir setengah dari konsumen Indonesia (40,3%) berbelanja online 3 sampai 5 hari dalam seminggu.

Tim Advanced Threat Research McAfee baru-baru ini menemukan bukti bahwa kejahatan siber semakin berkembang dengan adanya 419 ancaman baru per menit di kuartal kedua tahun 2020, dan kenaikan ancaman sebesar 12% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Dilihat dari perkembangan aktivitas digital dari konsumen dan juga penjahat siber, banyak pengguna internet yang belum sadar akan bahaya ancaman online, dan adanya perbedaan yang terlihat antar generasi:

  • Responden berumur 65 tahun ke atas adalah kelompok yang memiliki risiko paling tinggi untuk penipuan online. Lebih dari 66,6% responden ini tertipu pada saat berbelanja dengan kerugian berkisar antara 1,5 juta hingga 7,5 juta Rupiah, berbeda dengan kelompok responden yang berumur 25 sampai 43 tahun yang hanya sebanyak 25,2%
  • Sebanyak 77,4% dari kelompok umur 55 hingga 64 tahun lebih rutin memeriksa keaslian diskon dan penawaran yang didapat melalui e-mail dan SMS, jika dibandingkan dengan kelompok umur 18 sampai 24 tahun yang hanya sebanyak 34%.

“Kebiasaan belanja konsumen telah berubah dan beradaptasi dengan tantangan yang muncul sepanjang tahun 2020, membuat musim liburan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Shashwat Khandelwal, Head of Southeast Asia Consumer Business, McAfee. “Hasil survei McAfee menunjukkan bahwa: meski pun sebagian besar dari orang Indonesia menyadari semakin maraknya ancaman siber, namun banyak yang masih belum mengambil langkah yang tepat untuk menanggapi ancaman tersebut. Kenaikan jumlah orang yang berbelanja online di Indonesia seharusnya membuat kita makin paham akan risiko yang ada dan cara-cara melindungi diri dan orang terdekat kita dari ancaman yang dapat terjadi di musim liburan ini.”

Kenaikan aktivitas online konsumen dan juga para penjahat siber memperlebar kesempatan bagi terjadinya perbuatan jahat di internet, terutama karena sebanyak 37% konsumen berkata bahwa mereka tidak memikirkan kemungkinan adanya kejahatan siber pada saat berbelanja online, atau pun sadar akan risiko tersebut namun belum memiliki rencana untuk mengubah kebiasaan mereka dalam berbelanja online. Hal ini terlihat semakin jelas pada saat para responden menerima penawaran promo atau diskon melalui e-mail atau SMS, karena hanya sebanyak 53,6%responden yang senantiasa memeriksa keaslian penawaran yang dikirim pada momen seperti contohnya Harbolnas, Black Friday, atau pun Cyber Monday. Yang mengkhawatirkan, lebih dari seperempat (25,2%) responden sudah pernah kehilangan 1,5 juta hingga 4,5 juta Rupiah akibat penipuan online di musim-musim liburan.

Selain itu, survei McAfee juga memperlihatkan bahwa 44,8% responden berharap akan menerima kode diskon, atau berencana untuk membeli voucher dan gift card pada tahun ini. Hal ini juga memunculkan risiko keamanan siber karena sebanyak 30% dari responden langsung mengklik tautan yang berbahaya dalam e-mail untuk memastikan keaslian gift card, atau secara otomatis menganggap tautan yang diterima melalui e-mail adalah asli dan tidak selalu melakukan langkah-langkah yang benar untuk memastikan keasliannya.

Agar tetap aman di musim liburan akhir tahun ini, McAfee menyarankan:

  • Gunakan otentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk kembali mengecek keaslian identitas pengguna digital dan menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data dan informasi pribadi.
  • Browsing Internet dengan hati-hati menggunakan alat keamanan tambahan, seperti McAfeeWebAdvisor, untuk memblokir situs malware dan phishing melalui tautan berbahaya.
  • Lindungi identitas Anda dan semua informasi pribadi dan keuangan dengan McAfee Identity TheftProtection , yang juga memiliki alat pemulihan atau recovery apabila identitas Anda sampai diretas.

Metodologi Survei 2020 Holiday Season: State of Today’s Digital e-Shopper:

McAfee bekerjasama dengan 3Gem untuk mengadakan survei terhadap 500 orang dewasa yang berusia lebih dari 18 tahun di Indonesia dengan periode 12 hingga 15 Oktober 2020.

Artikel ini hanya memuat data dari survei di Indonesia. Survei lainnya juga diadakan di negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Australia, India, dan Singapura.

Sumber Tambahan:

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top