LOADING
REVIEW

Liyla & The Shadows of War, Sebuah Kisah Emosional di Medan Perang Gaza

Andy Chan   21 Nov 2017
Liyla & The Shadows of War, Sebuah Kisah Emosional di Medan Perang Gaza

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana menjalani hidup di sebuah medan perang? Sebuah lokasi dimana kematian selalu mengejar semua orang, dan kehidupan pun menjadi terombang-ambing dengan tidak jelasnya keselamatan dari keluarga Anda? Liyla & The Shadows of War mengisahkan seorang ayah yang berusaha untuk menyelamatkan keluarganya dari konflik berkepanjangan di medan perang dan membawa istri dan anaknya, Liyla, ke lokasi yang lebih aman.

Meski pun judulnya adalah Liyla & The Shadows of War, pemain tidak akan mengendalikan Liyla. Sebaliknya, pemain justru mengendalikan ayah dari Liyla yang pertama-tama akan berusaha untuk mencapai lokasi rumahnya, dan kemudian membawa Liyla serta ibunya untuk pergi ke tempat aman.

Pengendalian permainan dilakukan dengan menggunakan tombol-tombol virtual di bawah layar. Ada tombol panah kanan dan kiri untuk menggerakkan karakter, serta ada tombol panah atas untuk melompat. Sang ayah juga bisa berinteraksi dengan lingkungan apabila berada di titik tertentu, dan biasanya tombol interaksi ini muncul secara langsung di layar permainan, bukannya di bawah layar.

Banyak rintangan yang siap untuk menghadang perjalanan sang ayah, dan masing-masing rintangan tersebut memiliki solusinya sendiri-sendiri. Namun, yang pasti, semua puzzle dalam game ini cukup mudah, sehingga tidak perlu bantuan walkthrough untuk bisa ditamatkan. Yang penting adalah tetap menggunakan akal sehat, dan ingatlah bahwa ini adalah sebuah medan perang. Jadi, berbuat baik mungkin malah bisa berakibat fatal.

Bagi yang pernah memainkan game berjudul Limbo, tampilan dari Liyla & The Shadows of War ini sudah pasti bakal terasa familiar sekali. Karakter-karakter dihadirkan sebagai siluet saja, dan lingkungan untuk dijelajahi pun hadir sebagai siluet juga. Hal ini sangat mendukung untuk membuat game-nya jadi terlihat suram. Masing-masing karakter juga memiliki animasi yang cukup baik, didukung dengan suara ambiens yang mencekam.

Liyla & The Shadows of War hadir sebagai sebuah game free-to-play yang 100% gratis. Tidak ada embel-embel iklan, mikrotransaksi, dan sebagainya. Namun, Liyla & The Shadows of War sebenarnya merupakan sebuah game yang sangat pendek, pemain bisa menamatkan game-nya hanya dalam kurun waktu sekitar lima sampai dengan sepuluh menit saja. Meski pun begitu, game ini merupakan semacam pengingat kepada semua orang mengenai betapa kejamnya perang itu. Korban yang berjatuhan tidaklah hanya datang dari pihak militer saja, namun juga ada dari para penduduk yang tidak bersalah, termasuk wanita dan anak-anak. Hal ini juga diperlihatkan dalam berbagai kematian di dalam game-nya yang melibatkan anak-anak.

Seperti yang telah disebutkan di awal permainan, Liyla & The Shadows of War diambil dari sebuah kisah nyata, yaitu perang Gaza di tahun 2014. Jadi, kalau boleh dibilang, Liyla & The Shadows of War bisa dikategorikan sebagai sebuah kisah emosional yang berakhir dalam waktu beberapa menit saja dan gameplay dalam game ini hanyalah pelengkap. Di akhir permainan, game ini menyajikan fakta-fakta mengenai peperangan Gaza 2014. Mulai dari korban-korban, gedung-gedung non militer yang hancur, serta berbagai fasilitas medikal yang dengan kejinya malah dirusak.

Memang, Liyla & The Shadows of War sebagai game terasa terlalu pendek, namun bagi Anda yang memiliki rasa kemanusiaan, simaklah game ini sejenak dan lihat bagaimana kejamnya perang bisa terjadi.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
Dirgahayu Republik Indonesia
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top