LOADING
NEWS

Lewat Clash Royale, Ridel adalah Peraih Emas Pertama eSports di Asian Games 2018

en19ma   28 Aug 2018
Lewat Clash Royale, Ridel adalah Peraih Emas Pertama eSports di Asian Games 2018

Jika mesti jujur, masih agak sulit rasanya –bahkan, mungkin bagi seluruh Clasher (sebutan bagi para pemain Clash Royale) Indonesia sekali pun– untuk membayangkan atlet-atlet eSports asal Indonesia bisa berdiri di podium pemenang dan memperoleh medali, apalagi sampai dikalungi medali emas dan mengumandangkan lagu "Indonesia Raya" dengan lantang dan penuh rasa haru, dari enam game yang dimasukkan sebagai cabang olahraga ekshibisi dalam Asian Games 2018.

Namun, begitulah. Ridel Yesaya Sumarandak, remaja berusia 16 tahun asal Tondano (Sulawesi Utara), telah mematahkan bayangan itu dan berhasil mengamankan medali emas pertama bagi Indonesia untuk eSports di Asian Games 2018 setelah mengalahkan China dalam game Clash Royale di per kemarin, tanggal 27 Agustus 2018, dengan partai Best of Five. Meski begitu, medali emas yang diraih Ridel ini tidaklah akan ikut dimasukkan dalam perolehan medali Indonesia dalam Asian Games 2018, karena eSports, yang untuk pertama kali melakukan debutnya pada pesta olahraga terbesar di seantero Asia tahun ini, dikategorikan sebagai event demonstrasi.

Menyandang username BenZerRidel, Ridel yang kabarnya sempat dilanda demam selama 5 jam sebelum babak grand final ini akhirnya berhasil membukukan skor kemenangan 3-1 atas atlet Huang Chenghui asal China, yang memiliki username Lciop dan berhak untuk memperoleh medali perak. Ridel mampu melaju ke babak grand final setelah mengalahkan perwakilan Vietnam dengan skor 3-2. Vietnam sendiri diwakili oleh Huynh Duc Huyi, alias Legend, yang mesti berpasrah diri untuk membawa pulang medali perunggu. Sebanyak delapan negara seantero Asia, yakni Indonesia, Hong Kong, Vietnam, Uzbekistan, China, Laos, India, dan Arab Saudi, telah mengirimkan perwakilan-perwakilannya untuk bertanding secara online di dalam Clash Royale pada hari itu.

Ya, meski tidak mendapatkan banyak sorotan, seperti Arena of Valor (AOV) atau pun League of Legends (LOL), Indonesia ternyata malah mendapatkan medali pertamanya, bahkan medali emas, melalui Clash Royale. Jika belum mengetahuinya, Clash Royale adalah sebuah game multiplayer yang dikembangkan oleh Supercell untuk dimainkan secara real-time. Game yang memang populer di kalangan gamer mobile ini berkutat pada penyusunan strategi ala RTS (Real-Time Strategy), dengan masing-masing pemainnya mesti mengumpulkan kartu-kartu tertentu seperti kebanyakan CCG (Collectible Card Game) untuk memenangkan pertandingan. FYI, Supercell juga merupakan studio yang berada di balik populernya Clash of Clans. Kedua game tersebut dihadirkan secara gratis, lho.

Fakta menarik lainnya, perhelatan Asian Games 2018 ini juga merupakan debut pertama kalinya bagi Ridel untuk bermain Clash Royale di atas panggung dan disaksikan begitu banyak orang. Pihak Indonesia e-Sports Association (ieSPA) memutuskan untuk menugaskan Ridel, yang awalnya tidak diunggulkan sama sekali itu, sebagai pembawa bendera merah putih demi mewakili Indonesia pada opening ceremony untuk menghilangkan rasa takutnya. Remaja yang ketakutan itu nyatanya sekarang telah menandatangani kontrak profesionalnya dengan tim Chaos Theory asal Singapura, dan segera bertolak ke Taiwan, Jepang, lalu Korea Selatan untuk mengikuti rangkaian pertandingan Clash Royale League: Asia.

Pertandingan-pertandingan eSports pada Asian Games 2018 masih berlangsung hingga tanggal 1 September 2018 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta. Awalnya, rangkaian pertandingan dimulai oleh AOV pada tanggal 26 Agustus 2018 dan akan ditutup dengan Pro Evolution Soccer 2018 pada tanggal 1 September 2018. Turnamen yang bersifat ekshibisi alias uji coba ini juga memasukkan LOL pada tanggal 27 sampai 29 Agustus 2018, StarCraft II per 30 Agustus 2018, dan Hearthstone di tanggal 31 Agustus 2018.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) telah menjual tiket pertandingan-pertandingan eSports ini melalui platform penjualan tiket online di https://asiangames2018.loket.com/ dan www.loket.com/event, dengan maksimum pembelian sebanyak lima tiket untuk satu akun. Tiket tersebut dapat dibeli dengan harga Rp 220.000 per harinya, kalian juga dapat memilih untuk membeli tiket terusan yang berlaku selama tujuh hari seharga Rp 1.200.000. Pihak INASGOC menyarankan kepada masyarakat umum agar bisa membeli tiket sesegera mungkin, karena hanya tersedia sebanyak 500 kursi untuk event demonstrasi ini per harinya.

Meski pun hanya dilibatkan sebagai turnamen ekshibisi, pertandingan yang berlangsung di bilangan Jakarta Utara antara para gamer profesional dari berbagai negara seantero Asia tersebut tidak kalah panas dengan pertandingan Asian Games 2018 lainnya. Para pecinta game mau pun penonton Asian Games 2018 pada umumnya terlihat hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada perwakilan Indonesia. Selain itu, masyarakat umum juga bisa ikut menyaksikan pertandingan-pertandingan eSports ini melalui live streaming di laman Vidio.com, aplikasi MAXstream, dan kanal BBM.

Sebanyak 18 negara telah memenuhi kualifikasi untuk mengikuti turnamen ekshibisi, yakni Indonesia, Laos, Uzbekistan, Malaysia, China, Hong Kong, Chinese Taipei, Kazakhstan, Vietnam, Pakistan, Korea Selatan, Arab Saudi, Jepang, Thailand, India, Kyrgyzstan, Sri Lanka, dan Iran. Berlaku sebagai tuan rumah, Indonesia sendiri telah mengirimkan 16 atlet sebagai kontingen untuk bertanding pada keenam game yang telah terpilih sebagai cabang olahraga ekshibisi dalam Asian Games 2018.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top