REVIEW

Legends of Runeterra: Ketika Riot Mencoba Peruntungannya di CCG

Anduril   07 May 2020
Legends of Runeterra: Ketika Riot Mencoba Peruntungannya di CCG

Tahun lalu Riot Games merayakan 10 tahun kiprah mereka di industri game. Pada saat yang bersamaan, mereka juga mengumumkan beberapa IP baru yang dibuat berdasarkan IP League of Legends milik mereka. Salah satu yang baru saja dirilis adalah Legends of Runeterra, sebuah game CCG (Card Collection Game) yang menggunakan karakter dan lore LoL.

Sebagai sebuah CCG, Legends of Runeterra mengadopsi para Champion serta menambahkan kartu-kartu lainnya. Kemampuan para karakter juga ikut dihidupkan dalam kartu-kartunya. Hal ini membawa dunia Runeterra menjadi lebih dekat bagi para pemain LoL.

Review Legends of Runeterra

Beda Sistem dengan Hearthstone

Berbeda dengan Hearthstone yang memakai sistem kelas, Legends of Runeterra lebih membebaskan pemainnya untuk memilih jenis kartu yang ingin mereka mainkan. Di sini, pemain harus memilih dua Region dari tujuh yang mereka telah buka di perilisan. Nantinya, kartu-kartu yang terbagi dari region tersebut bisa digabungkan untuk menciptakan gaya main yang berbeda-beda.

Pemain hanya diberikan 6 slot kartu Champion untuk dibawa dalam setiap deck. Satu Region biasanya punya lebih dari lima Champion, sehingga membawa kartu duplikat juga harus dipikirkan matang-matang.

Komposisi 2 hingga 3 Champion di game ini sudah cukup untuk membuat gaya main tertentu. Berbeda dengan Artifact yang mengharuskan pemain memilih lima Hero Dota 2, di sini kita bisa bebas memilih kartu Champion mana yang bakal dibawa. Efek Level Up pun jadi ciri khas di game ini di mana setiap Champion bisa meningkatkan kemampuannya jika menyelesaikan misi tertentu di deskripsi kartu.

Selain menggunakan Champion sebagai sorotan, kartu monster dan spell lainnya bisa membangun sinergi untuk bertahan dan menyerang. Sangat disarankan untuk pemain baru bisa menyelesaikan Challenge lebih dulu agar mendapat gambaran dari setiap kata kunci yang mereka bawa di game ini.

Mirip Yu Gi Oh

Berbeda dengan Hearthstone di mana pemain bisa memilih kartu untuk melakukan serangan dan bertukar giliran, Legends of Runeterra menggunakan fase Attack dan Block yang sangat berpengaruh. Pemain harus mempertimbangkan fase ini dengan hati-hati karena sangat berpengaruh kepada nasib kartu yang dimainkan.

Pertama, kita harus mengatur fase dari setiap kartu yang kita layangkan. Jika lengah sedikit saja, kartu spell musuh bisa jadi kejutan yang bikin permainan kita ambyar. Selain itu, layout dari kartu ketika menyerang atau memblokir serangan musuh juga memiliki efek yang cukup signifikan. Ada banyak kata kunci yang harus dikuasai lebih dulu oleh pemain jika ingin mengerti sistem tersebut.

Kalian mungkin terlena untuk mengeluarkan kartu Champion dan buru-buru mengejar level up. Sayangnya, hal ini merupakan kesalahan pemula yang bisa jadi penyakit. Kalian harus mempertimbangkan kartu yang dibawa dan menciptakan sinergi ketika melakukan serangan atau memblokir. Jika lengah, pasukan yang kita bentuk bisa di-counter.

Seiring waktu, Legends of Runeterra berhasil menebar pesona desain gameplay yang sangat baik. Pemain enggak bisa bertahan dengan mengandalkan satu kartu kuat saja karena bisa ditahan oleh kartu kecil pada fase blokir. Inilah yang membuat permainannya sangat fluid dan sangat mengingatkan kami akan Yu Gi Oh yang memiliki beberapa fase dalam satu turn.

Sistem IAP

Berbeda dengan game petualangan maupun game aksi, pemain bakal terlena untuk merogoh kocek agar bisa mendapatkan kartu yang mereka inginkan. Meski dibanderol gratis, kita bisa membayar sejumlah uang untuk membeli coin yang bisa digunakan untuk mendapatkan kartu.

Legends of Runeterra terlihat tidak membawa sistem booster atau card packs. Pemain juga bakal menemukan sistem rewarding yang sangat memanjakan. Seiring waktu, kita bisa mendapatkan beberapa kartu secara acak dan mengumpulkan Shards untuk ditukar dengan kartu yang kita inginkan.

Sistem ini rasanya lebih adil ketimbang Hearthstone yang masih mengunci perolehan kartu milik pemain. Kita juga bisa menyelesaikan Rewards dengan region yang kita pilih sehingga pendapatan kartu bisa lebih spesifik.

Satu yang paling langka adalah kartu Champion yang dibanderol sangat mahal jika ingin dibeli dengan koin. Meski begitu, kita juga bisa memilih Champion jika mendapatkan Wild Card dari sistem Rewards. Dengan sistem rewarding dan mikrotransaksi yang sangat ringan ini, kalian tidak perlu khawatir kesulitan mengejar deck yang ingin kalian bangun.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top