TIPS TRIK

Kisah Cecilion, Blood Demon yang Mencintai Manusia dengan Segenap Hatinya

Anduril   28 Feb 2020
Kisah Cecilion, Blood Demon yang Mencintai Manusia dengan Segenap Hatinya

Setelah bulan lalu Carmilla yang dimunculkan oleh Moonton, sekarang giliran Cecilion yang ambil bagian cerita. Kali ini kisah cinta mereka akan diceritakan dari sisi Cecilion sang Blood Demon. Sesuai dengan kisahnya, hubungan cinta mereka terwujud melalui skill aktif yang dimiliki keduanya saat digunakan bersamaan di dalam match.

Kisah Cecilion, Sang Blood Demon

Berpuluh tahun yang lalu, menikmati nyanyian opera yang dibawakan oleh Cecilion merupakan hiburan yang populer di kalangan penghuni kastil Aberleen. Teater tersebut selalu penuh sesak saat Cecilion beraksi di atas panggung. Semua orang tersihir dengan rupa dan bakat yang dimilikinya. Tapi semua pujian, cinta, dan tepuk tangan dari manusia tidak membuat Cecilion bahagia. Dia adalah seorang Blood Demon yang sulit terbuka dengan manusia.

Selama Cecilion bisa ingat, kaumnya tinggal di tempat di mana manusia hidup. Penindasan Thamuz terhadap Blood Demon membuat masa depan mereka sulit untuk dibayangkan. Karena itu, beberapa Blood Demon memutuskan untuk meninggalkan sarang mereka dan datang untuk tinggal di antara manusia. Mereka ingin sekali mencari pengampunan dari Lord of Light, hidup secara normal dan berintegrasi ke dalam masyarakat manusia. Tetapi kenyataannya adalah mereka dimusuhi manusia dan juga diburu oleh Abyss. Ketika Cecilion menjadi dewasa, dia adalah satu-satunya yang tersisa di antara kaumnya.

Untuk menyembunyikan identitas aslinya, Cecilion tinggal di kastil Aberleen sebagai aktor opera dan mencoba untuk menutupi semua kemampuan dan karakteristik yang berkaitan dengan Blood Demons, Dia tampan dan elegan di atas panggung, dikelilingi oleh ribuan orang. Tetapi pada malam hari, Cecilion menghabiskan malamnya sendirian, malam demi malam.

Hari-hari sepi berlanjut sampai Cecilion membuat penampilan yang tak terlupakan. Ketika dia pergi ke tengah panggung untuk penghormatan, dia melihat Carmilla. Dan wanita cantik ini juga menatapnya. Pada saat ini, dua jiwa yang kesepian langsung jatuh cinta.

Meskipun Cecilion selalu memperingatkan dirinya agar tidak berhubungan dengan manusia, dia tidak bisa menahan cintanya pada Carmilla. Jadi dia memutuskan untuk mengikuti kata hatinya. Di setiap pertunjukan, Cecilion akan menyanyikan lagu untuk Carmilla dan mereka tidak pernah berhenti kontak mata satu sama lain. Ketika berbicara tentang hidupnya sendiri, Cecilion memilih untuk merahasiakannya. Bahkan ketika Carmilla meragukan gaya hidupnya, dia masih tidak mengatakan apa-apa tentang itu.

Ketika nyala api cinta semakin kuat, mereka bertemu lebih sering secara diam-diam. Ayah Carmilla, Earl Ansaac tahu segalanya tentang apa yang mereka lakukan. Di matanya, Earl hanya menganggap Cecilion sebagai aktor opera yang rendah hati. Dia merasa Carmilla harus menikah dengan pria yang kuat. Ketika cinta pasangan ini semakin dalam, Earl Ansaac dengan keras memotong hubungan antara keduanya, memenjarakan Carmilla, menyegel rumah opera dan mengasingkan Cecilion.

Segera setelah itu, ada desas-desus bahwa Earl Ansaac akan menikahkan putri satu-satunya, Carmilla, dengan Baron Tawil yang baru. Pada saat ini, Cecilion sangat tergoda untuk menjatuhkan para penjaga dan membawa Carmilla pergi. Namun, dia tahu bahwa dia tidak bisa membawa kebahagiaan padanya, karena dia akan menjadi buron dalam pelarian. Setelah berpikir dengan hati-hati, dia berpikir sebaiknya menyerah.

Malam sudah hampir berakhir, dan pada dini hari Carmilla akan menikahi Baron Tawil. Sebelum fajar menyingsing, Cecilion meletakkan mawar dan sepucuk surat dengan namanya di jendela Carmilla dan berbalik.

Tapi apa yang Cecilion tidak tahu adalah bahwa gaya hidupnya yang tidak penting tidak penting bagi Carmilla dan dia tidak peduli apakah dia adalah Setan Darah atau manusia. Dia mencintai Cecilion apa adanya. Setelah mengenakan gaun pengantin putih, Carmilla memotong pergelangan tangannya dengan belati tajam, mengorbankan nyawanya karena dia mencintai Cecilion.

Menyerah terhadap Carmilla membuat Cecilion merasa sangat sedih, dan hidupnya tampak kembali seperti semula. Setelah dua malam yang sepi, Cecilion pergi menemui Carmilla, dari kejauhan.

Tetapi ketika Cecilion tiba, dia menemukan mayat dingin Carmilla masih tergeletak di pemakaman yang khidmat. Sejenak Cecilion tidak merasakan apa-apa selain rasa sakit dan penyesalan. Bagaimana dia bisa hidup sebagai manusia tanpa Carmilla? Bulan baru terbit, Cecilion membentangkan sayapnya dan menyapu kota di malam yang dingin, membawa pergi kekasihnya.

Setelah hari itu, orang-orang di Kastil Aberleen tidak pernah melihat Cecilion atau Carmilla lagi. Hanya legenda malam itu, yang berpindah dari mulut ke mulut seiring waktu.

Ketika malam tiba, Carmilla bersandar di lengan Cecilion di atas menara teratas Kastil Aberleen, seolah waktu telah berhenti.

Item Build Cecilion

Clock of Destiny bisa kalian beli pertama kali untuk menambahkan +60 Magic Power, +615 HP dan +600 Mana sebagai modal Cecilion di early game. Selanjutnya kamu wajib membeli Demon Shoes untuk menambah +40 Movement Speed. Nggak cuma itu, item movement jenis Demon Shoes juga dapat menambahkan +30 Mana Regen untuk Cecilion.

Menuju mid game, kalian bisa membeli Lightning Truncheon yang dapat menambah +75 Magic Power, +300 Mana serta +10% Cooldown Reduction. Setelah itu kalian bisa membeli item Concentrated Energy yang dapat menambah +70 Magic Power, +700 HP dan +25% Magic Lifesteal.

Holy Crystal termasuk item Magic yang dapat memberi tambahan Magic Power yang cukup besar. Kemudian Concentrated Energy yang dapat menambah +100 Magic Power serta Magic Attack 21%-35% seiring dengan level kalian.

Blood Wings yang harganya 3000 ini biasanya digunakan saat late game oleh hero bertipe Mage atau yang memiliki serangan bertipe Magic.Blood Wings dapat menambahkan +150 Magic Power dan +500 HP untuk Cecilion saat late game.

Gameplay Cecilion

Cara main Cecilion kurang lebih mirip seperti cara main Gord, keduanya sama-sama mage burst damage AOE dan punya keterbatasan dalam movement/mobilitas, jadi kita harus sering-sering berlindung di belakang tim dan memberikan damage dari jarak yang aman.

Di Awal (early game) sebaiknya jangan terlalu agresif, karena damage Cecilion baru mulai terasa saat kita membeli item Lightning Truncheon, jadi bermain defensif dahulu sampai 2 core item terbeli barulah kita bisa main lebih ofensif dengan terus mengganggu dan mencicil HP musuh dengan skill 1.

Gunakan skill 1 seperlunya saja, ingat semakin beruntun skill 1 digunakan maka penggunaan mananya juga semakin boros, jika dirasa tidak terlalu perlu melancarkan serangan tambahan maka tahan saja skill ini dan simpan untuk keadaan yang lebih penting seperti tim war/push tower.

Skill 2 punya efek slow dan immobilize serta memposisikan musuh pada jarak serang yang ideal untuk skill 1, jadi kemungkinan hit/mengenai musuh akan semakin besar jika musuh terkena skill 2 terlebih dahulu lalu disusul skill 1, namun kadang pada prakteknya jauh lebih efektif menyerang langsung dengan skill 1. Skill 2 akan lebih berguna saat kita ingin menyerang beberapa hero sekaligus jadi gunakan skill 2 sebagai set up untuk merapatkan hero-hero lawan kedalam sweet spot skill 1.

Skill ultimate punya efek lifesteal yang semakin tinggi saat darah kita menipis, idealnya gunakan skill 3 saat sedang kritis terutama saat dikejar tim lawan dan jaraknya cukup dekat (close combat), jadi sembari kabur kita bisa memberikan damage plus healing untuk meningkatkan kemungkinan survive, namun gunakan ulti kapan saja jika kita memang membutuhkan damage tambahan (gunakan skill ultimate secara fleksibel mengikuti keadaan).

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top