REVIEW

King of Thieves, Adu Pintar Mencuri Berlian Berharga

Anduril   08 Feb 2019
King of Thieves, Adu Pintar Mencuri Berlian Berharga

Game mobile belakangan ini mulai menyertakan fitur asynchronous multiplayer untuk membuatmu merasa tertantang dan bersaing dengan ribuan pemain di luar sana. Kesuksesan game seperti Clash of Clans yang berhasil mengadopsi sistem semacam ini mendorong developer lainnya untuk mengimplementasikannya ke dalam game dengan genre berbeda-beda, seperti yang dilakukan Zeptolab melalui game King of Thieves.

Review King of Thieves

Gameplay Sederhana

King of Thieves menyuntikkan elemen PvP yang cukup kental ke dalam sebuah game auto-platformer yang sederhana. Jika kamu bertanya apa itu auto-platformer? Ini adalah permainan platformer di mana karaktermu bergerak maju secara otomatis dan kamu tinggal memanipulasi arah gerakannya dengan memanfaatkan perintah yang disediakan.

Game ini hanya memberimu satu kontrol wall jump untuk menentukan ke arah mana karaktermu bergerak. Yang perlu kamu lakukan di sini hanya melakukan tap sekali untuk melompat, dan tap sekali lagi di bagian tembok untuk memantulkan dirimu menuju arah yang berlawanan.

Tugas kamu adalah merampok isi peti harta karun yang terdapat di ujung dungeon untuk mengisi keuangan kamu. Uang yang kamu peroleh bisa dimanfaatkan untuk membeli bermacam upgrade untuk markas yang kamu punya, mulai dari membangun tambang penghasil koin emas yang lebih baik, membeli upgrade jebakan agar semakin efektif, meningkatkan jumlah persediaan lockpick yang kamu bawa, dan lain sebagainya.

Markas adalah Segalanya

Markas merupakan bagian penting yang memberimu alasan untuk melakukan aktivitas player raid (PvP) di King of Thieves. Yup, kita semua memiliki markas yang bisa dibobol pemain lainnya, dan oleh karena itu kamu harus menyusun berbagai macam jebakan untuk mempersulit lawan yang berupaya mencuri emas/berlian. Semakin sering dia mati saat mencoba melewati rintangan buatanmu tadi, maka semakin kecil pula perolehan koin emas yang ia dapatkan.

Menyusun sebuah jebakan di markasmu sendiri merupakan proses trial error yang melelahkan sekaligus mengasyikkan untuk dilakoni. Jebakan yang kamu buat harus kamu lewati sendiri sebanyak dua kali agar permainan King of Thieves dirasa seimbang. Kamu boleh saja menyodorkan moncong meriam ke pintu masuk atau banyak sekali meletakkan homing bees di sekitar peti harta. Tapi untuk memastikan hal itu adil bagi pemain lainnya, kamu tetap akan diminta untuk mencicipi jebakanmu sendiri dan sukses melalui itu semua.

Intinya adalah, jebakan apapun yang kamu buat, game ini ingin memastikan keberadaan celah yang bisa dimanfaatkan pemain supaya bisa melewati jebakan tadi hingga sukses. Hal tersebut membuat kamu tertantang untuk membuat jebakan terbaik dan menaklukkannya sendiri agar memastikan lawan kesulitan mencuri barang berharga yang kamu miliki.

Kenapa Harus Merampok?

Berbicara soal alasan kenapa harus merampok, King of Thieves menyediakan sistem liga yang membuat para pemain merasa tertantang menjadi pencuri yang terbaik. Untuk itulah keberadaan berlian tadi menjadi faktor utama yang membuat pemain King of Thieves getol bersaing satu sama lain.

Setiap nilai berlian yang berhasil kamu kumpulkan akan diakumulasikan ke dalam skor leaderboard yang menempatkanmu dalam liga yang berbeda. Agar meningkatkan jumlah nilai setiap berlian tadi, kamu bisa menggabungkan mereka ke dalam patung totem yang tersebar di peta dunia.

Proses penggabungan berlian inilah yang paling sering diincar pemain lain ketika merampok isi markasmu. Begitu pemain berhasil mencuri dengan perolehan bintang yang sempurna, ada kemungkinan 50% berlian yang sedang digabungkan tadi akan dicuri oleh lawan. Satu-satunya cara untuk mendapatkan berlianmu kembali adalah meminta bantuan rekanmu dari integrasi media sosial Facebook atau guild/clan yang kamu ikuti

Kekurangan

Berbicara soal kekurangan, King of Thieves memiliki implementasi penggunaan gem yang cukup banyak di setiap aspek permainannya. Mempersingkat waktu upgrade markas, memotong durasi penggabungan berlian, membeli bahan dasar crafting, dan membeli persediaan kunci lebih untuk membobol markas musuh semuanya memerlukan gem dengan jumlah yang bervariasi. Intinya aspek penggunaan gem membuatmu tak pernah merasa cukup dengan perolehan gem yang kamu peroleh setiap naik level dan ini adalah hal yang kurang begitu kami sukai dalam game free-to-play.

Pada akhirnya, keinginan untuk menjadi yang terbaik merupakan inti dari keseluruhan persaingan liga pencuri dalam King of Thieves. Game semacam ini tentunya memiliki kesan awal yang sangat menarik kemudian secara perlahan berpotensi menguras dompet kita di bagian lanjut. Secara keseluruhan Zeptolab bisa kami katakan telah berhasil membuat game berkualitas yang menarik sekali untuk dimainkan.

Terlepas dari keluhan kami akan banyaknya tikungan penggunaan gem yang telah dijelaskan tadi, King of Thieves merupakan sajian platformer menarik yang layak untuk kamu jajal minggu ini. Cobalah mainkan, siapa tahu kamu memang berbakat menjadi seorang pencuri.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top