REVIEW KOMIK FILM

Kembalinya Para Titans di Season 2

Andy Chan   10 Feb 2020
Kembalinya Para Titans di Season 2

Tahun lalu, para penggemar Netflix telah menikmati sebuah serial TV adaptasi dari komik DC Teen Titans yang bernuansa horor, yang berjudul Titans. Sayangnya, serial tersebut berakhir tanpa ada resolusi sama sekali, dan para penonton pun harus menunggu kehadiran season 2. Akhirnya, per bulan Januari kemarin, Titans season 2 pun sudah bisa dinikmati di Netflix.

Resolusi atas Season sebelumnya di Episode Pertama

Di episode awal Titans season 2, kalian akan bisa menyaksikan bagaimana akhir dari laga para Titans melawan Trigon, yang merupakan ayah dari Rachel. Rasanya, secara pribadi, episode pertama di season 2 ini seharusnya bisa dijadikan sebagai episode terakhir dari season sebelumnya, yang menyisakan rasa pahit akibat cliffhanger yang menyebalkan. Akibatnya, episode 2 sejatinya lebih pantas untuk dianggap sebagai season premiere dari season 2 ini, dan episode pertama tadi adalah episode terakhir dari season pertama yang 'telat tayang.'

Hadirnya Karakter-karakter Baru

Jika di season sebelumnya, karakter dalam serial ini sudah cukup ramai dengan adanya dua Robin, Raven, Beast Boy, Starfire, Hawk, Dove, dan Wondergirl, mereka kini kedatangan beberapa jagoan baru, yang tentunya berikut dengan musuh baru untuk dilawan. Kali ini, para Titans akan berhadapan dengan Dr. Light (Michael Mosley) dan Deathstroke (Esai Morales), serta dibantu oleh karakter-karakter Titans baru, seperti Rose / Ravager (Chelsea Zhang), Conner / Superboy (Joshua Orpin) serta Krypto / Superdog. Satu hal yang mungkin membuat season 2 menarik adalah kehadiran salah satu karakter Justice League, yakni Bruce Wayne, yang diperankan oleh Iain Glen, yang pastinya dikenal oleh para fans Game of Thrones sebagai pemeran dari karakter Jorah Mormont.

Lebih Grounded dibanding Season Pertama

Jika Titans lebih mengandalkan unsur horor dan supernatural dalam season pertama, maka unsur tersebut justru sudah hampir dihilangkan sama sekali di season kedua ini. Kisahnya sekarang menjadi lebih mirip seperti drama antar anggota tim yang lebih mengedepankan tentang masa lalu dari tim Titans terdahulu sebelum digantikan oleh tim Titans yang baru ini.

Kisah Perpecahan antar Para Titans

"Masa lalu akan selalu mengejarmu." Itulah kira-kira yang terjadi pada Dick Grayson. Masa lalu dari tim Titans pendahulunya itu kini telah kembali mengejar dalam wujud para penjahat yang bernama Deathstroke dan Dr. Light. Keduanya adalah kekuatan yang sangat berbahaya, dan diakibatkan oleh masa lalu inilah, maka tim Titans terdahulu pun pecah. Bisakah tim Titans yang baru ini mengalahkan Deathstroke dan Dr. Light?

Kostum Superhero di Season 2

Pastinya, para fans sempat merasa kecewa atau malah shock akibat penampilan Starfire di season pertama yang boleh dibilang cukup "hancur." Kali ini, Anna Diop sebagai pemerannya telah mengganti gaya rambutnya agar lebih enak untuk dilihat. Meski pun para Titans dari season pertama tidak mendapatkan kostum baru, namun Conner secara kebetulan mengenakan kaos yang bergambarkan logo Superman, sehingga penampilannya jadi mirip dengan karakter Superboy di serial animasi Young Justice, dan Krypto si Superdog tidak memiliki kostum sama sekali. Tapi, yang pasti, Dick Grayson yang telah membakar kostum Robin miliknya di season pertama, akan mendapatkan kostum baru. Kalian tentunya sudah bisa menebak, dong. Kostum apa yang akan dia dapatkan, ya?

Tak Ada Batman

Memang, hadirnya karakter-karakter baru dalam Titans season 2 ini cukup menarik. Kalian akan bisa melihat bagaimana naifnya Conner si Superboy yang masih lugu dan belum mengetahui mana pihak yang salah dan mana pihak yang benar, Rose yang senang memberontak, serta Krypto si anjing pintar alias Superdog. Dan, satu lagi, meski pun mungkin bisa dimaklumi, namun sayangnya, kehadiran Bruce Wayne di sini hanyalah menjadi sesosok karakter pendukung saja. Dia sama sekali tidak mengenakan kostum Batman, satu kali pun tidak. Jadi, kalau kalian mengharapkan ada adegan Batman yang bakal sedikit beraksi, maka harus mengalami rasa kecewa yang berat.

Sedikit trivia, apabila kalian mengikuti serial DC Arrowverse di The CW, maka kalian akan menemukan bahwa dunia Titans ini berada di multiverse yang bernama Earth-9. Hal ini terkuak di crossover epik Crisis on Infinite Earths, dimana dunia multiverse berubah menjadi baru akibat kejadian tersebut. Namun, menurut produser Greg Berlanti, serial Titans ini berada di dunianya sendiri dan tidak akan bisa melakukan crossover ke Arrowverse akibat premisnya yang terlalu berbeda. Tapi, hey, kita lihat nanti. Kalau Lucifer saja bisa melakukan crossover ke Arrowverse, mengapa Titans tidak bisa?

Tapi, paling tidak, serial Titans akhirnya bisa berakhir dengan sukses di season 2 ini tanpa ada cliffhanger sama sekali. Tentu saja, masih ada sedikit kejutan di akhir episode terakhir, yang berfungsi sebagai semacam sequel hook untuk menuju ke season 3. Jadi, meski pun mungkin tidak sekeren season pertama, Titans season 2 ini masihlah tetap menarik untuk ditonton.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top