TIPS TRIK

Kembali Berkendara di Masa Transisi PSBB dengan Kondisi Ban yang Sehat

en19ma   21 Jun 2020
Kembali Berkendara di Masa Transisi PSBB dengan Kondisi Ban yang Sehat

Sejak awal Juni, pemerintah mulai menghimbau penerapan New Normal yang merupakan adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi usai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di ibukota. Kebijakan ini kemudian juga mulai diterapkan di beberapa daerah lain, seperti Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, Surabaya, Palembang, dan Makassar yang satu per satu mulai mengakhiri masa PSBB.

Selama diberlakukannya PSBB, aktivitas dan mobilitas masyarakat tentunya dibatasi. Kini, sejak masa transisi PSBB mulai diterapkan, masyarakat mulai bersiap untuk kembali menjalankan aktivitas, yang salah satunya adalah berkendara dengan kendaraan pribadi. Kendaraan yang beristirahat dalam waktu yang cukup lama di garasi indoor atau di area parkir outdoor dapat berdampak pada kondisi kendaraan, baik performa mesin mau pun bagian terluar dari kendaraan, yaitu ban.

Produsen ban asal Korea Selatan, PT. Hankook Tire Sales Indonesia mengingatkan masyarakat agar melakukan check-up pada ban sebelum mulai berkendara lagi agar memastikan ban tetap dalam kondisi yang sehat. Menurut President Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengecek ban mobil yang sudah lama tidak digunakan. Pertama, dimulai dari tampak permukaan ban. Jika terdapat kotoran seperti kerikil, cukup cuci ban dengan menyikatnya. Namun, jika terdapat garis-garis halus atau retakan pada permukaan atau dinding ban, maka ban harus segera diganti. “Pada umumnya, retakan yang terdapat pada permukaan ban menandakan usia ban dan tekanan angin pada ban, jadi ketika karet ban semakin getas, maka ban sebaiknya harus segera diganti,” jelas Shin.

Yoonsoo Shin menambahkan bahwa opsi alternatif seperti penggunaan cairan silikon atau penghitam ban untuk retakan halus seperti rambut atau pun opsi vulkanisasi pada retakan di dinding bagian samping ban tidak menjadi solusi untuk pemakaian jangka panjang.

Kedua, tingkat keausan ban. “Untuk memudahkan para pengguna dalam mengetahui tingkat keausan ban, pabrikan ban telah memberikan Tread Wear Indicator (TWI) yang diletakkan di setiap ban,” papar Shin. TWI berbentuk tanda segitiga yang terdapat pada dinding ban. Pada satu ban, biasanya terdapat sekitar enam (6) tanda TWI di dinding ban yang mendekati dasar tapak ban. Jika tanda segitiga TWI sudah menyentuh tapak ban, maka ban harus segera diganti.

Ban yang aus akan menurunkan kapabilitas pengereman dan berisiko jadi licin, khususnya di jalanan basah, sehingga kendaraan mudah tergelincir. Tentunya, kondisi ini sangat berbahaya bagi keselamatan para pengguna. Jadi, penting untuk memperhatikan tingkat keausan ban. Pada umumnya, ban harus diganti jika telah berjalan sejauh 40.000 hingga 60.000 kilometer.

Salah satu varian ban Hankook Tire yang paling diminati oleh pengendara mobil Low Cost Green Car (LCGC) dan Multi-Purpose Vehicle (MPV) dengan mobilitas harian adalah tipe Kinergy Eco2 (K435). Ban ramah lingkungan ini memiliki fitur lapisan sabuk baja yang lebar sehingga lebih solid untuk digunakan di area kering mau pun basah, serta memiliki tingkat kebisingan yang minim. Harga yang dipatok untuk ban ini pun relatif ekonomis di kisaran 400 sampai 800 ribuan, dengan ukuran mulai dari 13 hingga 16 inch.

Selain Kinergy Eco2, Hankook Tire juga memiliki Optimo H724, ban musim panas yang cocok untuk digunakan di jalanan basah. Dengan budget kisaran 350 hingga 600 ribuan, pelanggan dapat membawa pulang ban ini yang tersedia dalam ukuran 14 hingga 16 inch.

Kemudian, ketiga, mengecek tekanan angin ban. Tekanan angin pada mobil yang tidak dipakai dalam waktu lama biasanya lebih cepat untuk berkurang dan menjadikan ban mobil kempes. Hal ini disebabkan karena distribusi angin yang tidak merata pada ban yang tidak bergerak. Ditambah lagi, tekanan yang diberikan oleh bobot kendaraan juga mempengaruhi tekanan pada ban yang semakin berkurang.

Saat hendak mengisi angin ban, tekanan angin perlu disesuaikan dengan jenis mobil dan ukuran velg. Pada umumnya, ban mobil diisi dengan tekanan angin 28-35 Psi. Namun, untuk ban mobil besar seperti Sport Utility Vehicle (SUV) diisi dengan tekanan angin 35-40 Psi. Bagi pengguna mobil besar atau SUV, Hankook menawarkan ban semua musim, Ventus AS RH07, yang memiliki ekstra dua sabuk baja regangan tinggi yang memberikan kendali yang tangkas dan fleksibilitas untuk meredam guncangan jalan. Sesuai dengan segmentasinya bagi pelanggan premium, ban ini dipasarkan di harga 1.6 hingga 3 jutaan untuk ukuran 18 hingga 20 inch.

Jika menemukan salah satu atau beberapa masalah setelah melakukan pengecekan kondisi ban secara mandiri, maka pengguna kendaraan sebaiknya bersiap-siap untuk mengganti ban. Untuk menunjang kembalinya rutinitas berkendara dari masyarakat, layanan pre-sales dan after sales Hankook telah beroperasi secara penuh di masa transisi PSBB ini. Pelanggan dapat melakukan pengecekan ban dan konsultasi untuk mendapatkan ban pengganti di seluruh jaringan retail Hankook Tire di Indonesia, yaitu Hankook Master Shop, Signboard Shop, dan General Shop.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top