REVIEW

Brothers in Arms 3: Sons of War, Ikuti Kisah Perang Dunia II dari Mata Sersan Wright

Andy Chan   21 Jan 2021
Brothers in Arms 3: Sons of War, Ikuti Kisah Perang Dunia II dari Mata Sersan Wright

Pengembang game mobile Gameloft memang sudah banyak dikenal oleh semua orang. Mereka memiliki berbagai macam jenis game, pastinya kalian akan menemukan salah satu game yang kalian suka dari pustaka si Gameloft ini. Mau balapan? Ada Asphalt Racing. Ingin endless runner? Ada Minion Rush. Atau ingin Action RPG? Dungeon Hunter siap untuk dimainkan. Nah, kalau kalian sedang ingin tembak-tembakan, bagaimana kalau mencoba Brothers in Arms 3: Sons of War?

Latar Belakang Permainan

Di tahun 1944, Perang Dunia II akan segera berakhir, seorang prajurit bersama dengan pasukannya, diperintahkan untuk menerobos masuk ke sebuah markas musuh di Basse-Normandie, Perancis. Misi mereka adalah untuk mendapatkan dokumen strategis yang bisa membawa kemenangan kepada pasukan sekutu. Untuk melakukan itu, kalian bersama dengan pasukannya yang disebut sebagai saudara dalam perang, harus menyelinap masuk ke wilayah musuh yang tentunya dipenuhi oleh pasukan lawan. Sejauh ini kalian bisa selamat dari kematian, namun apakah kalian bisa selamat melewati Perang Dunia II ini?

Pengendalian Permainan

Brothers in Arms 3 adalah sebuah game third-person shooter, pemain mengendalikan karakternya dengan dilihat dari belakang. Game ini juga merupakan sebuah cover shooter, jadi pemain bisa bersembunyi di balik sebuah benda untuk berlindung dari serangan musuh. Untuk mengendalikan karakternya, sistem antarmukanya menggunakan metode virtual analog: Bergerak menggunakan virtual analog di sebelah kiri bawah, melakukan aiming dengan menggeser jari di sebelah kanan layar. Untuk beraksi, tersedia sebuah tombol tembak, tombol reload, serta tombol konteks, misalnya untuk menembakkan sebuah rocket launcher.

Bantuan Auto Aim

Asyiknya, Gameloft tahu kalau mengarahkan tembakan menggunakan layar sentuh itu sangat membuat frustrasi bagi mereka yang tidak biasa main. Oleh karena itu, arah tembakan akan secara otomatis tertempel ke badan musuh kalau sudah dekat, jadi semacam auto aim yang memiliki syarat tertentu. Hal ini memudahkan pemain untuk menembak musuh, sekaligus juga melakukan headshot.

Brothers

Konsep utama permainan Brothers in Arms 3 adalah, pemain yang berperan sebagai Sersanm Wright ini tidak berperang sendirian. Dia ditemani oleh para saudara perangnya, yang masing-masing memiliki kemampuan khusus. Ada 15 brothers yang bisa direkrut oleh pemain, mulai Jacob Hall yang bisa memanggil serangan udara, ada James Gann yang merupakan seorang penembak jitu, hingga Cain Lawrence, sang ahli bakar-bakaran. Mereka semua memberikan replay value yang menarik di setiap level-nya.

Berbagai Persenjataan Keren

Setiap game perang pasti memiliki fokus pada persenjataan, dan Brothers in Arms 3 tidaklah mengecewakan dalam menyediakan persenjataan jaman Perang Dunia II. Ada M1941 LMG, M1 Garand, Sten, MP40, PPSH41, Bren, AK-47, Mosin Nagant, Dragunov, hingga senjata eksperimental macam Hammerfall, ZMEY 22, Thunder Strike, dan lain sebagainya.

Grafis berkualitas Tinggi

Gameloft memang selalu serius kalau membuat game, dan Brothers in Arms 3 ini pun menggunakan tampilan tiga dimensi dengan karakter-karakter yang keren. Peperangan terasa sangat nyata di sini, dengan efek suara yang menggelegar, serta sesekali akan ada cutscene ketika pemain menembak musuh di kepala. Sedikit efek samping dari grafis kualitas tinggi game ini adalah kebutuhan prosesor ponsel pintar yang mungkin agak tinggi. Jadi kalau ponsel pintar kelas bawah, mungkin akan mengalami framerate yang terasa patah-patah.

Seru dimainkan Multiplayer

Selain memainkan campaign-nya yang bersetting Perang Dunia II, pemain juga bisa menikmati game gratisan yang satu ini bersama dengan pemain-pemain lain via sebuah fitur multiplayer. Mode multipalyer yang bisa dimainkan termasuk Domination serta Team Deathmatch / Free for All. Jadi meskipun game ini bisa dimainkan secara offline, namun sebaiknya tersedia koneksi Internet, karena biasanya ada yang perlu diunduh untuk update juga ketika sedang main.Game-nya juga menggunakan sebuah sistem stamina yang akan digunakan baik untuk campaign maupun multiplayer. Tapi paling tidak, stamina untuk campaign dan multiplayer ini dipisah, sehingga kalau pemain kehabisan stamina di satu mode, bisa memainkan mode yang lainnya. Mikrotransaksi pun tersedia untuk pemeblian mata uang premium game ini, yaitu Medals.

Baik kalian ingin mengikuti kisah sersan Wright dalam perjalanannya ke akhir Perang Dunia II, atau ingin rusuh-rusuhan bersama pemain lain via multiplayer, Brothers in Arms 3: Sons of War siap melayani kalian. Inilah game perang yang wajib kalian coba.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top