NEWS

Humas Harus Adaptif Jika Tidak Ingin Lenyap!

en19ma   24 Dec 2020
Humas Harus Adaptif Jika Tidak Ingin Lenyap!

Bisa dikatakan bahwa Agung Laksamana, selain dalam kesehariannya sebagai Director Corporate Affairs di APRIL Group dan Ketua Umum dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS), merupakan seorang penulis PR (Public Relations) yang aktif. Buku PR Adapt or Die! adalah buku keempat yang diterbitkan oleh Agung.

Bab pertama dibuka dengan judul A Whole New World, yang dikutipnnya dari lirik lagu yang berjudul sama karya Tim Rice dan musik oleh Alan Menken untuk film animasi Aladdin (1992). Lirik ini terasa relevan di tahun 2020 ini, karena kita telah berada di era A Whole New World (sebuah dunia yang benar-benar baru), katanya.

Buku Adapt or Die! Navigating the new world of PR! sendiri mengupas fenomena perubahan lanskap dunia PR, baik dari aspek artificial intelligence (AI), robot, era baru jurnalisme, hoaxes, fake news mau pun era adaptasi kebiasaan baru.

Saat diterbitkannya buku ini terasa pas dan relevan dengan kondisi sekarang ini. Pandemi telah mengubah tatanan bisnis, juga cara kita bekerja dan bersosialisasi. Buku ini ingin menitikberatkan pentingnya untuk beradaptasi sebagai sebuah keharusan. Suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi oleh para praktisi PR.

Judul Adapt or Die! mungkin terasa bombastis. Sepertinya, hal tersebut sengaja diambil oleh Agung sebagai sang penulis karena melihat urgensinya PR untuk beradaptasi dan berubah jika tidak menginginkan profesi ini sampai hilang atau pun lenyap.

Realita yang terjadi saat ini, ada AI, robot, era baru jurnalisme, influencers baru, dan Covid-19 telah mengubah dunia. Lanskap industri PR, termasuk praktisi PR, dipaksa untuk segera berubah dengan secepat mungkin demi menyesuaikan diri dengan ‘dunia yang benar-benar baru’ ini.

Agung sebagai penulis menjelaskan bahwa sudah banyak profesi yang ‘tergerus oleh kemajuan teknologi.’ Salah satunya, bisa jadi, adalah PR. Kemunculan sosok-sosok yang ‘berpengaruh’ di media sosial membuka peluang sekaligus tantangan bagi para praktisi PR. Kehadiran influencer, key opinion leader, SJW (Social Justice Warrior), buzzer, selebgram, selebtweet, dan lainnya telah mampu untuk ‘menghimpun massa’ dan menyampaikan pesan tertentu untuk menjadi sebuah gerakan yang cukup masif di media sosial, bahkan di dunia nyata. Di sinilah, titik argumen dalam buku ini, dimana PR harus bisa adaptif jika tidak ingin sampai obsolete bahkan lenyap.

Gaya tulisan dari Agung adalah bercerita. Buku yang tampil ringkas ini terdiri dari 5 bab dengan 135 halaman yang berisi kisah-kisah PR dan insights dari berbagai sumber.

Buku ini mendapat apreasiasi, yang di antaranya berasal dari Menteri Sekretaris Negara, Prof. Dr. Pratikno, dan juga Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyatakan bahwa buku ini relevan dengan trend yang ada dan kompleksitas dunia komunikasi pada saat ini!

Sandiaga Uno menyatakan, “Menghadirkan perspektif dan trends yang perlu diperhatikan praktisi PR. Dunia PR harus segera beradaptasi jika tidak ingin hilang ditelan perubahan.”

Suryopratomo, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, menyatakan, “Selama bisa menjaga Trust dan Relationship dengan stakeholders, PR akan bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Agung membeberkan resep aplikatif untuk menjadi PR yang mumpuni!”

Prof. Dr. Arif Satria, Rektor Univ. IPB, menyatakan, “Storytelling menjadi kekuatan dari buku ini. Pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai praktisi PR, yang dicampur dengan kisah sehari-hari, membuat buku menjadi bacaan wajib praktisi PR!”

Sihol Aritonang, Chairman of Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), juga menyatakan bahwa buku ini menghadirkan new shocking realities dunia PR sekaligus mengajak praktisi untuk merangkul kompleksitas agar PR tetap kontinyu memberikan values!

Buku ini pun mendapatkan apresiasi dari Hermawan Kartajaya - Founder & Chairman dari Markplus, Andy F Noya - Founder Benihbaik.com, Tony Wenas - CEO Freeport Indonesia, Prita Kemal Gani - Founder LSPR, dan tokoh-tokoh lainnya.

Pada bab akhir, Agung melontarkan pertanyaan yang fundamental, apa yang tidak akan berubah di dunia PR dalam 10 tahun ke depan? Di sinilah argumentasi dari Agung bahwa membangun relationship dan trust adalah kunci dan fundamental dari PR!

Buku ini akan mempersiapkan Anda dalam menghadapi A Whole New World of PR!

Tentang Penulis

Agung Laksamana, M.Sc., MCIPR, (Hon. FAPR) adalah Director Corporate Affairs APRIL GROUP, salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar dunia. Sebelum bergabung dengan APRIL, Agung meniti karier sebagai Director Country Corporate Affairs Head, Citibank Indonesia, Jakarta. Saat ini, Agung juga menjabat sebagai Ketua Umum dari PERHUMAS dan telah berpengalaman lebih dari 20 tahun di posisi manajerial senior di beberapa perusahaan multinasional, seperti Ogilvy, FourSeasons Regent Residences, Goodyear, HSBC Indonesia, dan RGE Group. Ini adalah buku keempat dari Lulusan dari Hays High School yang memperoleh B.A & MSc dari Fort Hays St. University, Kansas, AS tersebut. Sebelum buku ini, Agung telah menulis beberapa buku lain, yaitu What CEO Wants from PR, PR in the Age of Disruption, dan Strategi Internal PR.

Penulis bisa dihubungi melalui e-mail di agung.laksamana234@gmail.com atau Instagram di @agunglaks.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top