NEWS

Hindari Terjadinya ODOL pada Kendaraan Niaga, Hankook Tire Kawal Pelanggan Fleet Customer

en19ma   11 May 2020
Hindari Terjadinya ODOL pada Kendaraan Niaga, Hankook Tire Kawal Pelanggan Fleet Customer

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), populasi kendaraan niaga, seperti truk dan kontainer, yang beroperasi dengan kondisi ODOL (Over Load Over Dimension) diperkirakan meningkat di jalan, seperti dilansir dari Kompas.comOver Dimension merupakan kendaraan dengan dimensi berlebih yang tidak sesuai dengan standar produksi pabrik (telah melalui modifikasi), sedangkan Over Load adalah kendaraan yang mengangkut muatan berlebih dari batas kemampuan kendaraan. Adanya truk dan bus yang kelebihan dimensi dan muatan ini menyebabkan sejumlah kerugian di jalan, yang paling utama adalah kecelakaan yang berdampak pada korban jiwa, kerusakan jalan dan infrastruktur, serta polusi udara. Selain itu, bagi pemilik kendaraan, hal ini dapat menyebabkan kerusakan prematur pada kendaraan, mesin yang lebih cepat rusak, ban pecah, rem putus, dan kerugian material pada barang yang diangkut.

Dikarenakan situasi tersebut, Kementerian Perhubungan akan menetapkan aturan “Zero ODOL” bagi kendaraan niaga secara efektif di tahun 2023 nanti. Sebagai produsen ban yang melayani segmen fleet custom atau pelanggan pengusaha angkutan niaga, seperti truk, kontainer, atau bus, Hankook Tire mencoba melihat situasi ini dengan lebih komprehensif. Hankook Tire memahami bahwa faktor cost efficiency adalah salah satu alasan di balik masih banyaknya pengusaha yang memaksimalkan kemampuan kendaraannya dalam mengangkut beban, dimana langkah tersebut menjadi upaya penghematan ongkos operasional kegiatan usaha.


Kendaraan berbagai jenis terjebak kemacetan panjang di jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong (Sidoarjo, Jawa Timur) (15/03/2020). Jalan alternatif yang diharapkan mampu mengatasi kemacetan di Jalan Raya Porong itu tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang lewat, sehingga justru menimbulkan kemacetan hingga lebih 6 Km. (bisnis.com)

Selaku Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengungkapkan, “Ban adalah komponen sparepart yang vital dan berpengaruh terhadap keselamatan pengendara. Untuk itu, secara urgensi, tujuan regulasi ini sudah sejalan dengan prioritas kami dalam mewujudkan keselamatan dan keamanan pengendara dan pengguna jalan. Namun, di sisi lain, kami juga terus menggali peranan strategis apa yang bisa kami lakukan demi mengawal kepentingan para konsumen kami, khususnya dalam hal menekan biaya operasional di aspek transportasi.”

Hankook Tire berkomitmen untuk mengajak para konsumennya agar bertanggung jawab dalam menggunakan ban yang sesuai dengan aturan dan standar demi mengupayakan keselamatan berkendara. Misi tersebut dibarengi dengan solusi yang Hankook Tire siapkan bagi fleet customer yang memiliki kepentingan menghemat ongkos operasional usaha. Selaku National Manager TBR (Truck & Bus Radial) Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni menyebutkan bahwa langkah pertamanya adalah strategi pemilihan produk ban yang tepat, dan langkah keduanya adalah strategi perawatan ban secara berkala. 


Truk ODOL yang tertangkap kamera di tengah kampanye social distancing dan work from home. (Istimewa)

Agar pelanggan fleet customer dapat memilih produk dengan tepat, edukasi produk yang lengkap dan penyampaian informasi yang transparan menjadi kunci dari pelayanan pre-sales Hankook Tire di seluruh jalur pemasaran. Pertama-tama, pelanggan perlu untuk memahami perbedaan karakteristik jenis ban bias dan ban radial. Kedua jenis ban ini memiliki konstruksi yang berbeda. Ban bias mempunyai bagian antara telapak ban dan casing, yang disebut dengan breaker dan terbuat dari lapisan nylon. Sedangkan, pada ban radial, bagian ini disebut sebagai belt dan terbuat dari lapisan kawat baja, yang biasanya terdiri hingga empat lapis. Bagian casing pada ban bias terbuat dari nylon yang disusun secara diagonal, sedangkan casing pada ban radial terbuat dari kawat baja yang disusun secara radial. Dikarenakan perbedaan konstruksi tersebut, masing-masing ban mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Ban radial memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, pembangkitan panas yang rendah karena lapisannya yang lebih sedikit daripada ban bias. Kedua, usia pakai ban radial umumnya lebih panjang, yang biasanya dapat mencapai 1,5 sampai 2 kali lebih awet daripada ban bias. Ban radial juga mempunyai ketahanan yang baik terhadap benda tajam pada bagian telapak ban karena memiliki lapisan belt yang terbuat dari kawat baja. Selain itu, kualitas yang paling diperhitungkan adalah tingkat kenyamanan yang baik di jalan halus atau aspalt dikarenakan casing terbuat dari kawat baja dengan jumlah lapisan tidak sebanyak pada ban bias yang terbuat dari nylon. Ban radial juga mempunyai daya cengkram yang handal di segala kondisi jalan karena belt terbuat dari kawat baja, maka telapak ban radial dapat mencengkram lebih rata dengan permukaan jalan.

Setelah memahami karakteristik dari ban radial, pelanggan selanjutnya perlu mengenal dua jenis ban radial, yaitu tubetype dan tubeless. Tipe tubetype memerlukan ban dalam dan flap sebagaimana pada ban bias. Untuk pengguna ban bias yang ingin beralih untuk menggunakan ban radial tubetype, maka ia tidak perlu mengganti peleknya selama sesuai dengan standar ukuran ban. Sedangkan, ban radial tubeless tidak memerlukan ban dalam dan flap, sehingga ban menjadi lebih ringan yang mengarah pada konsumsi bahan bakar yang lebih rendah. Lain halnya jika pengguna ban bias ingin beralih untuk menggunakan ban radial tubeless, maka ia perlu mengganti peleknya. Secara keseluruhan, ban radial dapat membantu pengusaha angkutan untuk menghemat biaya pemakaian ban karena umur pakai ban yang panjang, sehingga biaya atau rupiah per kilometer lebih rendah.


Truk tronton tabrak truk boks yang sedang berhenti bahu jalan di ruas Tol JORR KM 34 (Jakarta Timur) arah Lebak Bulus (18/03/2020). (Instagram @tmcpoldametro)

Selanjutnya, spesifikasi ban yang juga perlu pelanggan pahami adalah ukuran ban, ply rating, indeks beban (load index), simbol kecepatan, dan tekanan angin. Kemampuan daya angkut ban akan sangat berpengaruh dengan kecepatan dan tekanan angin. Hankook Tire Sales Indonesia dan jaringan distributornya siap membantu pengusaha truk dan bus untuk memilih produk yang sesuai dengan operasional perusahaan masing-masing.

Saat ini, 100% varian ban untuk truk dan bus yang diproduksi oleh Hankook Tire menggunakan ban radial. Ban radial nyatanya memiliki tingkat kenyamanan, keamanan, serta efisiensi pemakaian yang lebih baik daripada ban bias. Walau pun memiliki harga jual yang lebih mahal, material ban yang terbuat dari lapisan serat baja membuat ban radial lebih tahan guncangan dan tidak akan cepat aus pada saat digunakan. Kualitas ini membuat umur pakai ban radial jadi lebih panjang. Sehingga, biaya atau rupiah per kilometer ban radial pun lebih rendah dan akan berkontribusi pada penurunan biaya pemakaian ban. Pengusaha angkutan dapat menghemat biaya dari pilihan ini.

Hankook Tire Indonesia menyediakan berbagai jenis ban truk dan bus untuk berbagai aplikasi berkendara dari segi jarak (pendek, menengah, jauh) dan segi tipe jalur (on-road dan off-road), Produk tersebut di antaranya adalah AH31K (Bus & Tubeless), AH30 (Cargo), AM09 (Light Truck), AM81 (on-off road), DM81 & DM07 (Mining), dan DM80D (Dump). Ban-ban ini dipasarkan dan telah tersedia di seluruh distributor Hankook yang tersebar di seluruh Indonesia.


Hankook Tire Indonesia - AH31K (Bus & Tubeless)


Hankook Tire Indonesia - AM81 (on-off road)

Ahmad Juweni juga mengingatkan pentingnya untuk melakukan perawatan ban secara berkala. Untuk itu, Hankook Tire menyediakan layanan purna jual (after-sales service) di seluruh jaringan distributor resmi Hankook. Layanan purna jual ini dilakukan untuk memaksimalkan performa ban radial Hankook, yang akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Jenis layanan purna jual yang ditawarkan di antaranya adalah tire maintenance audit, analisa penggunaan dan perawatan ban, rekomendasi penggunaan dan perawatan ban yang baik dan benar, serta pelatihan mengenai pemakaian dan perawatan ban. Keseluruhan layanan purna jual ini dapat dimanfaatkan oleh para fleet customer untuk memaksimalkan performa ban dan membantu mereka dalam menghembat biaya pemakaian ban.

Salah satu tindak lanjut yang penting dari penggunaan ban jangka panjang adalah rotasi ban. Dengan memindahkan posisi ban secara bergilir, masing-masing ban dapat mendapatkan tekanan yang lebih seimbang serta aus yang lebih rata. Hal ini dapat meminimalisir kerusakan dan risiko berbahaya lainnya. Selain itu, sisa tinggi telapak ban juga perlu diperhatikan karena berperan penting terhadap daya cengkram ban di jalan, mencegah terjadinya slip ketika melakukan pengereman di jalanan basah, serta memastikan kendaraan untuk tetap bisa terkendali.

“Pemeliharaan dan pengecekan ban secara rutin merupakan langkah preventif guna menghindari risiko dan kerugian yang dapat terjadi dari ban yang rusak, sehingga akan berdampak juga ke ongkos pemeliharaan yang lebih ekonomis. Selain itu, juga mencegah ongkos yang melonjak jika harus tiba-tiba mengganti ban baru,” kata Ahmad.

Kekuatan Produk Ban buatan Indonesia dan Persepsi Masyarakat

Persoalan kendaraan ODOL melibatkan banyak pihak, mulai dari pengusaha, asosiasi, hingga para produsen kendaraan. Kajian demi kajian terus dilakukan agar bisa menghasilkan solusi yang terbaik, salah satunya adalah usulan dari pemerintah (melalui pernyataan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub (13/03)) terhadap produsen ban, seperti dilansir dari Tempo.co. Ban produksi Indonesia terkenal dengan kualitas yang kuat karena didesain sesuai dengan medan jalanan Indonesia yang cukup menantang. Sayangnya, hal ini kerap dianggap menjadi alasan bagi sejumlah pengguna kendaraan untuk mengandalkan kekuatan ban semata untuk mengangkut beban yang berlebih, akibatnya kendaraan malah mengalami kondisi ODOL. Produsen ban pun diminta untuk mempertimbangkan opsi downgrade mutu produk jika diperlukan dan tidak melebihkan spesifikasi produk dari kenyataan pada saat memproduksi ban untuk produsen kendaraan niaga.

Selaku President Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Yoonsoo Shin mengingatkan persepsi pengguna yang kerap hanya mengandalkan kualitas ban semata tersebut perlu untuk segera diarahkan, khususnya kepada para pelanggan dan jaringan distributor Hankook Tire, agar tidak sampai disalahgunakan. “Memiliki ban yang kuat adalah modal dasar dalam mengoperasikan kendaraan niaga dengan maksimal. Sangat penting bagi pengendara untuk memilih ban yang tepat dengan menilai dari spesifikasi ban tersebut. Materialnya seperti apa, ukuran, serta fitur ban. Namun, selain itu, pengendara harus memiliki pengetahuan mumpuni tentang kendaraannya. Bagaimana batas kemampuan kendaraan tersebut, seperti tenaga mesinnya, volume daya angkut, dan kecepatan laju kendaraan.”


Petugas Kementerian Perhubungan mengukur kendaraan angkutan barang saat melakukan pemeriksaan angkutan barang terkait over dimension over load (ODOL) di Gerbang Tol Tanjung Priok 1, Jakarta Utara (09/03/2020). (TEMPO/Hilman Fathurrahman W)

Terkait usulan pengurangan mutu produk, Hankook Tire meyakini bahwa mutu produk sudah selayaknya untuk dipertahankan bahkan terus ditingkatkan mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar demi mendukung performa berkendara. Ada pun bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan perusahaan ban adalah dengan melakukan pemasaran produk yang transparan. Spesifikasi ukuran ban dan indeks beban maksimal harus diberikan sesuai dengan jenis kendaraan, edukasi mengenai risiko dan dampak penyalahgunaan penggunaan ban yang tidak sesuai standar juga harus terus digiatkan. Hankook Tire memastikan bahwa produk ban yang diproduksi sesuai dengan standarisasi,dan telah lulus uji sehingga spesifikasi yang tercetak pada bodi ban, seperti ply rating, ukuran, dan indeks beban sesuai dengan kemampuan dan fungsi ban tersebut. Semua produk ban Hankook yang dipasarkan di Indonesia telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia/SNI.

“Kami berharap sinergi antar pihak mulai dari pemerintah hingga pelaku industri dapat segera terjalin demi mengupayakan aturan ini berlaku. Di sisi lain, kami berharap kebijakan tersebut dapat menunjang kelancaran aktivitas bisnis bagi para fleet customer, bahkan meningkatkan produktivitasnya,” ujar Yoonsoo Shin.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top