NEWS

Guru Digital: Kolaborasi antara YCAB Foundation, Garena & DJ Alok, Percepat Pertumbuhan Talenta Digital di Indonesia

Conny   24 Sep 2020
Guru Digital: Kolaborasi antara YCAB Foundation, Garena & DJ Alok, Percepat Pertumbuhan Talenta Digital di Indonesia

Fakta Penting

  • YCAB dan Garena pada bulan November 2019 lalu meluncurkan kerja sama, dimana Garena Free Fire dan DJ Alok mendukung YCAB dalam meningkatkan keterampilan generasi muda di Indonesia
  • YCAB menggunakan dana yang telah terkumpul untuk program Guru Digital, sebuah program yang berfokus pada keterampilan digital dan soft skills

Saat dunia memasuki Revolusi Industri Keempat, atau dikenal dengan Industri 4.0, maka seluruh negara, industri, dan individu perlu untuk beradaptasi dengan mengoptimalkan peran teknologi, baik dalam sektor ekonomi mau pun aspek kehidupan manusia. Perubahan sistematis ini ditandai dengan maraknya transformasi teknologi yang menjadikan STEM (Science, Technologi, Engineering, and Mathematics) dan keterampilan terkait teknologi menjadi penting untuk dikuasai. Pada tahun 2019 lalu, Sea bekerjasama dengan World Economic Forum untuk melakukan survey kepada lebih dari 10.000 anak muda di Indonesia. Mereka menemukan fakta bahwa keterampilan teknologi, seperti pemrograman perangkat lunak dan desain, berada di antara lima keterampilan terpenting bagi masa depan generasi muda.

Namun, sangat penting juga untuk membekali tenaga kerja pada saat ini dan di masa depan dengan soft skills untuk memastikan para tenaga kerja memiliki ketahanan agar mampu untuk beradaptasi dengan pekerjaan di masa mendatang. Deloitte dan Global Business Coalition mengidentifikasi soft skills (misalnya komunikasi dan kolaborasi) sebagai bagian yang integral bagi pekerjaan di masa depan.

YCAB, Garena, dan DJ Alok berkomitmen mempersiapkan generasi muda di Indonesia menuju Industri 4.0 melalui Guru Digital

Indonesia telah mengalokasikan sebesar 20% dari APBN untuk sektor pendidikan dan memiliki fokus yang tinggi di bidang STEM. YCAB, Garena, dan DJ Alok pun mendukung hal tersebut melalui program Guru Digital. Guru Digital sendiri adalah program pelatihan online bagi para guru dengan tujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan abad ke-21. Program ini akan melatih para guru untuk mengembangkan keterampilannya dalam coding, pemrograman, dan mengembangkan soft skills di abad 21, yaitu penyelesaian masalah, berpikir kritis, komunikasi, empati, dan percaya diri. Para guru dapat menerapkan pelatihan dalam proses mengajar sehingga ilmu dan pengetahuan yang diperoleh bisa meningkatkan keterampilan generasi mendatang.

Musisi asal Brasil, DJ Alok, merasa antusias saat penjualan karakter dirinya di game Free Fire besutan Garena dapat membantu kelangsungan profesi guru di Indonesia. Sebagaimana diketahui, DJ Alok merupakan salah satu tokoh publik yang dibuat menjadi karakter dalam game Free Fire, dan dijual secara eksklusif untuk para penggemar game eSports tersebut. Menariknya, hasil penjualan karakter DJ Alok tersebut didonasikan untuk berbagai program sosial yang ada di seluruh dunia, mulai dari Brazil, Afrika, hingga Indonesia yang memiliki basis fans yang tinggi.


DJ Alok

Khususnya, di Tanah Air, Garena menyalurkan hasil penjualan atas karakter DJ Alok tersebut kepada YCAB Foundation untuk membina ribuan guru agar mulai beradaptasi dengan dunia digital. "Free Fire menurut saya adalah game yang sangat unik, mudah untuk diakses," ungkap DJ Alok dengan antusias. "Sebagian dari penjualan karakter Alok akan didonasikan untuk amal. Saya sangat senang dapat membantu YCAB Foundation yang telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua," pungkas musisi berusia 29 tahun itu.

Menparekraf apresiasi program Guru Digital


Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengapresiasi program Guru Digital. "Program ini salah satu bukti bahwa industri kreatif bisa memberikan kontribusi pada sektor lain, dalam hal ini: sektor pendidikan," tuturnya dalam video pembuka webinar Transformasi Guru di Era Industri 4.0 yang dimoderatori oleh Andini Effendi per kemarin, tanggal 23 September 2020. Menteri Wishnutama berharap agar program pelatihan online tersebut bisa menjadi wadah bagi para guru untuk belajar metode pengembangan teknologi digital, sehingga guru-guru nantinya bisa merancang metode pembelajaran yang dapat diaplikasikan untuk para siswa. "Semoga kolaborasi ini bisa memberikan dampak [yang] signifikan bagi ekosistem ekonomi kreatif," tutupnya.

Mendukung dan mempersiapkan tenaga pengajar untuk meningkatkan keterampilan generasi muda Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalam pernyataan tertulis mengatakan bahwa bagi Indonesia dalam mempersiapkan Industri 4.0 diperkirakan bakal membutuhkan sebanyak 9 juta talenta digital hingga tahun 2030. Agar bisa mencapai tujuan tersebut, Indonesia membutuhkan tenaga pengajar yang profesional dan berkualitas, dan mampu untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang pesat.

Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendukung dan meningkatkan kemampuan para guru di Indonesia agar dapat membekali siswanya dengan pendidikan STEM yang berkualitas dan juga keterampilan abad ke-21. Pendidikan STEM sendiri bertujuan untuk menanamkan pemikiran yang kritis, literasi digital, dan penyelesaian masalah, sementara keahlian soft skills akan menuntun generasi muda untuk berkolaborasi dengan baik, berkomunikasi secara efektif, dan memiliki ketahanan untuk beradaptasi dengan tantangan di masa depan. Keterampilan tersebut akan mendukung transformasi industri 4.0 di Indonesia dengan adanya kemampuan sumber daya manusia yang tangguh.

Mendorong berkembangnya talenta digital adalah sesuatu yang penting karena digitalisasi kini sudah masuk ke semua lini kehidupan. Jika perkiraan bakal dibutuhkannya 9 juta talenta digital di tahun 2030 tadi dibagi rata, maka Indonesia hingga tahun tersebut perlu mencetak sebanyak 600.000 talenta digital pada setiap tahunnya. Kemkominfo sendiri memang menyediakan beasiswa untuk mencetak talenta digital di tiap tahunnya sejak tiga tahun terakhir. Pada tahun 2020 ini, sebanyak 60.000 beasiswa telah diberikan kepada generasi muda. Salah satu di antaranya adalah Digital Talent Scholarship, dan terbagi menjadi empat jalur, yaitu Fresh Graduate Academy, Vocational School Graduate Academy, Coding Teacher Academy, dan Online Academy. Dari siswa sekolah vokasi, lulusan sekolah kejuruan, mahasiswa, lulusan S1 hingga guru bisa mengikutinya.


Rosarita Niken Widiastuti, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika

Menyampaikan ajakan Menteri Johnny kepada semua pihak untuk berkolaborasi mendorong perkembangan talenta digital di Indonesia dalam webinar Transformasi Guru di Era Industri 4.0 (23/09/2020), Rosarita Niken Widiastuti selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan perlunya kolaborasi semua pihak untuk bisa mencapai target mencetak 600.000 talenta digital pada tiap tahunnya. "Kominfo dalam setahun baru mencapai 60.000 orang, sehingga masih kurang banyak sekali. Ini tidak bisa [dilakukan] pemerintah saja," jelasnya. "Tapi, kami sangat apresiasi [kolaborasi] dari industri, komunitas, dan masyarakat yang ikut di dalam peningkatan ketrampilan digital ini," tambahnya.

"Jadi, transformasi digital yang diinginkan Indonesia adalah agar Indonesia tidak cuma jadi pasar bagi talenta digital asing, [dan] agar kelak tercipta pemimpin yang paham digitalisasi," papar Niken, yang berharap agar program Guru Digital dapat mempercepat transformasi digital di Indonesia. "Sehingga, kita bisa menuju masyarakat digital Indonesia yang cerdas dan beretika," pungkasnya.

Guru Digital bertujuan membekali lebih dari 100.000 siswa dengan keterampilan digital dan soft skills yang relevan

Guru Digital telah dipersiapkan sejak bulan Mei 2020, sedangkan pelatihannya sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2020 hingga Juli 2021. Target peserta program ini adalah 1.000 guru yang tersebar di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Bali, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelatihan dilaksanakan melalui metode online selama empat hari, dan meliputi tanya jawab, diskusi kelompok, serta kuis. Selain itu, peserta juga diberikan informasi terlebih dahulu melalui mini workshop untuk memperkenalkan konten dan aplikasi yang digunakan, serta diberikan sesi pendampingan bersama trainer untuk membahas tugas-tugas yang diberikan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para guru akan diminta untuk membuat rencana belajar kelas interaktif yang akan diterapkan di kelas masing-masing. Guru yang telah mendapatkan pelatihan Guru Digital akan terus mewariskan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada lebih dari 100.000 siswa agar dapat meningkatkan keterampilan dalam dasar coding, pemrograman, dan keterampilan abad ke-21. Sepuluh siswa terbaik nantinya akan menerima program beasiswa pemrograman di Hacktiv8 pada akhir program.

Veronica Colondam, CEO dan Founder YCAB Foundation, mengatakan, “Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, literasi digital perlu menjadi fokus di bidang pendidikan dengan membekali [kemampuan teknologi kepada] guru dan generasi muda. Dan, kerjasama ini menjadi langkah penting dalam menghasilkan generasi muda [yang] bertalenta dan meningkatkan kapasitas guru Indonesia karena guru berkualitas dibutuhkan Indonesia.”

Hal tersebut perlu dilakukan agar semua orang di zaman yang berbasis teknologi ini dapat mengadopsi keterampilan abad ke-21, yakni problem solving, critical thinking, communication, empathy, dan self-confidence. "Ini semua yang bisa membantu untuk membangun anak-anak muda [dalam] menjangkau versi terbaik dari diri mereka dan jadi kebanggaan untuk bangsa, dan tentunya, membawa kesejahteraan untuk dia," paparnya dalam webinar, yang juga dihadiri oleh Presiden Komisaris Sea Group, Pandu P Sjahrir, tersebut.


Veronica Colondam, CEO & Founder YCAB Foundation, dan Pandu P Sjahrir, Presiden Komisaris Sea Group

Veronica melanjutkan, guna mendukung komitmen itu, YCAB mencanangkan program Guru Digital bersama Garena dan Yayasan Generasi Maju Berkarya. Mereka yang terlibat di dalamnya adalah para profesional di bidang IT yang membantu dalam hal membangun kurikulum IT. "Kita mau kick-off program untuk guru, karena penting banget untuk guru sendiri. Perlu meningkatkan pengetahuan teknis digital supaya bisa mengajar dengan benar. Murid perlu diberi fondasi 21st Century Skills yang 4C itu. Bukan muridnya saja, tetapi guru juga harus creative, collaboration, communication, punya critical thinking," tutupnya.

Sementara itu, selaku Sekretaris Jenderal Federasi Guru TIK dan KKPI Nasional, Imron Rosadi mengungkapkan bahwa pihaknya menyadari perubahan teknologi yang semakin pesat. "Kita sebagai guru TIK [berlaku] sebagai barometer [teknologi] di masing-masing sekolah. Maju tidaknya sekolah di bidang IT tergantung dari guru," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Ditambahkan oleh Imron, apa yang dilakukan melalui Guru Digital ini secara konsepnya telah beberapa kali dipelajari dengan mandiri oleh pihaknya di organisasi. "Tidak hanya menjemput bola, kita membuat bola. Istilahnya, mengadakan pelatihan-pelatihan internal untuk menyiapkan metode-metode pembelajaran baru," tandasnya.

Program Guru Digital ini sendiri sudah berjalan pada saat ini hingga bulan Juli 2021 mendatang. Dan, untuk mendaftarkan diri di program ini, berikut adalah kriteria yang diperlukan:

  • Guru SMA/SMK Sederajat yang berasal dari provinsi atau daerah target pelatihan
  • Mengajar IT/TIK di sekolah
  • Mempunyai minat dalam coding dan programming
  • Bersedia untuk mengikuti rangkaian pelatihan online selama 4 hari dengan durasi 3-4 jam/hari
  • Bersedia untuk menyampaikan materi pelatihan ke minimal 120 siswa di sekolah.

Silakan mendaftarkan diri Anda melalui tautan https://bit.ly/DaftarGuruDigital untuk mengikuti program ini. Pelatihannya sendiri bakal dilakukan melalui Zoom, dan Anda sebagai peserta akan belajar menyoal bagaimana menggembangkan website dengan HTML, CSS, dan JavaScript. Selain itu, Anda juga bakal mempelajari keunggulan dan pentingnya penggunaan GitHub dan alat-alat lain yang digunakan oleh berbagai perusahaan teknologi pada saat ini.

Tentang Garena

Garena adalah perusahaan pengembang dan penerbit game terkemuka di Asia Tenggara, Taiwan, dan Amerika Latin dan telah berkembang ke market lain yang tumbuh pesat secara global. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Garena, kunjungi www.garena.com. Dan, untuk mengetahui informasi terbaru seputar Free Fire, silakan mengunjungi www.facebook.com/FreefireID/.

Tentang YCAB Foundation dan Guru Digital

YCAB Foundation adalah organisasi unggulan dan menjadi cikal bakal dari YCAB Social Enterprise Group yang didirikan pada tahun 1999 lalu. Dengan visi untuk memutus siklus kemiskinan dengan menggunakan inklusi keuangan sebagai instrumen untuk memperluas pendidikan, YCAB telah berhasil memberikan dampak kepada lebih dari 3,6 juta generasi muda. Pada tahun 2020, YCAB menduduki peringkat #32 pada TOP 500 LSM Dunia / SPO oleh NGO Advisor di Jenewa.

Saat ini, YCAB menjalankan 26 sekolah (Rumah Belajar) dengan memberikan pelatihan literasi digital ekstra kurikuler kepada kaum muda yang kurang mampu di 11 provinsi di Indonesia, dan membina hampir dua ratus ribu perempuan pengusaha ultra-mikro melalui YCAB Ventures. YCAB Foundation bersama Pengajar Belajar mengembangkan program Guru Digital untuk memperkaya dan memperkuat misi YCAB Foundation dalam mewujudkan keadilan di bidang pendidikan.

Kunjungi https://www.ycabfoundation.org/ untuk informasi lebih lanjut mengenai YCAB Foundation.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top