NEWS

Go-Pay Bakal Dikembangkan Untuk Merchant di Luar Go-Jek

Dikdok   13 Jan 2017
Go-Pay Bakal Dikembangkan Untuk Merchant di Luar Go-Jek

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam pelayanan transportasi dan logistik, Go-Jek untuk pertama kali memperkenalkan layanan digital payment Go-Pay pada April tahun lalu. Hal tersebut dilakukan mereka setelah memiliki sistem kredit bernama Go-Jek Credit terlebih dahulu.

Kini, Go-Pay sudah semakin berkembang sehingga bisa digunakan untuk melakukan pembayaran pada semua jenis layanan yang dimiliki oleh Go-Jek hingga sekarang ini. Dimulai dari layanan transportasi online, antar makanan melalui Go-Food hingga berbelanja dengan menggunakan Go-Mart.

Sang CEO, Nadiem Makarim juga menuturkan bahwa layanan Go-Pay yang kini terintegrasi ke dalam aplikasi utama, telah menyumbangkan lebih dari separuh atas semua transaksi yang dilakukan dalam Go-Jek. “Kami belum pernah melihat tingkat adopsi pasar seperti Go-Pay," jelasnya.

Sebagaimana dilansir dari Kompas Tekno pada Kamis (12/1/2017), Nadiem Makarim sempat menuturkan bahwa pihaknya untuk tahun ini telah berencana membuka layanan Go-Pay untuk merchant-merchant lain.

"Di Indonesia, orang-orang sudah memakai aplikasi Go-Jek dan e-wallet praktis, jadi tak akan sulit untuk mengkonversi konsumen," jelas Francisca Widjaja, salah satu analis dari Macquarie Capital Securities, mengenai rencana Go-Jek untuk lebih melebarkan cakupan Go-Pay tadi.

Dalam upaya mengantisipasi peningkatan permintaan digital payment serta pemakaian jasa oleh konsumen, jumlah engineer Go-Jek yang berada di India rencananya akan segera ditingkatkan hingga jumlahnya mencapai 200 orang, atau dua kali lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Nadiem Makarim juga berencana untuk mengakuisisi beberapa startup lainnya guna memperkuat tim yang sudah berada di bawah Go-Jek. Hal ini dilakukan usai mencaplok empat startup asal India pada tahun lalu.

November tahun lalu, ia memang sempat memberikan pernyataan mengenai ambisinya untuk menjadikan Go-Pay sebagai platform pembayaran online masa depan yang menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan sehari-hari lewat dunia digital. "Peran Go-Pay akan semakin besar. Bukan cuma untuk Go-Jek, melainkan ekonomi digital secara keseluruhan. Masyarakat bisa pesan (jasa) travel, makanan, transaksi e-commerce lewat Go-Pay," katanya saat itu.

Selain Go-Jek, Grab yang juga merupakan penyedia layanan ride sharing lainnya pun ditengarai telah berupaya untuk mengimplementasikan sebuah fitur yang serupa dan nantinya bakal dinamai sebagai GrabPay.

Lain halnya dengan Uber. Hingga saat ini, perusahaan yang berbasis di San Fransisco ini masih belum memiliki rencana untuk memberikan layanan pembayaran sendiri dan lebih mengandalkan penyedia digital payment dari luar layanannya. "Tidak ada rencana khusus untuk Uber Wallet sekarang," tutur Andrew Macdonald, manajer Uber untuk Amerika Latin dan Asia Pasifik.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top