NEWS

Global Game Jam 2020 #Jogja Sukses Hasilkan 8 Game

en19ma   08 Feb 2020
Global Game Jam 2020 #Jogja Sukses Hasilkan 8 Game

Akhir pekan lalu, sekelompok anak muda Yogyakarta berkumpul dan berkolaborasi bersama untuk membuat game dalam event Global Game Jam 2020. Berlokasi di kantor AccelByte, sebanyak 29 peserta berkumpul sejak Jumat siang, tanggal 31 Januari 2020, hingga Minggu malam, tanggal 2 Februari 2020, demi mengikuti segala aktivitas yang disiapkan oleh panitia.


Havel Cyrus selaku Perwakilan dari AccelByte memberikan Sambutan

Global Game Jam 2020 Jogja sendiri dilaksanakan atas kerjasama AccelByte dan komunitas game developer Jogja, GameLan. Acara dimulai sejak pukul 15.00, yang didahului dengan sambutan dari Havel Cyrus selaku perwakilan AccelByte sebagai tuan rumah dan Rizal Saputra selaku ketua panitia. Dilanjutkan dengan sharing session dari akademisi, indie developer, dan juga AccelByte sendiri. Sesi pertama diisi oleh Samuel Gandang dari ISI Yogyakarta dengan materi “Kolaborasi Kampus dan Industri,” dimana ia menceritakan kolaborasi apa saja yang tengah dilakukan oleh ISI dan industri game serta animasi, tak lupa juga arahan diberikan kepada para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan jika ingin menjejakkan diri ke industri tersebut.


Sharing Session dari Rico Lemba, Indie Developer dari Godean

Sesi kedua dibawakan oleh Rico Lemba, seorang game developer dari Yogyakarta dengan judul “Godean Indie Story.” Rico menceritakan bagaimana langkah yang dijalaninya sejak SMA hingga berkecimpung di dunia profesional, mulai dari aktif di forum komunitas hingga mendapatkan koneksi menuju ke industri game nasional. Sesi terakhir diisi oleh perwakilan AccelByte, Experian Elitiawan, dengan judul “Game Physics - use it or fake it” yang membahas tentang pengalamannya sebagai seorang programmer game dalam memenuhi permintaan untuk membuat fitur pada saat memproduksi sebuah game.

Selepas sharing session, para peserta diajak untuk menonton video keynote dan pembukaan tema. Untuk Global Game Jam 2020 ini, tema yang diberikan adalah “Repair.” Setelah mendapatkan tema yang akan digunakan, peserta dipersilahkan untuk istirahat makan dan beribadah. Sesi jeda ini juga digunakan oleh para peserta untuk berdiskusi dan berbincang demi membahas tema yang telah dibuka.


Suasana GGJ 2020 Jogja

Setelah makan malam, pembentukan tim pun dimulai. Diawali dengan pemaparan oleh para peserta yang memiliki ide game lalu peserta-peserta lain dipersilahkan untuk bergabung dengan ide game yang dianggap menarik. Dan, pada akhirnya, terbentuklah 7 tim, dan waktu pembuatan game pun dimulai.


Para Peserta Fokus mengerjakan Gamenya

Peserta Global Game Jam 2020 Jogja tidak hanya diisi oleh mahasiswa dan profesional, namun juga hadir 2 bersaudara yang didampingi oleh ayahnya. Mereka adalah Al-Fath (13 tahun) dan Al-Kahf (9 tahun). Untuk Al-Kahf, ini merupakan kali kedua keikutsertaannya dalam Global Game Jam setelah di tahun 2019 lalu. Untuk tahun ini, Al-Kahf mengajak kakaknya untuk berkolaborasi bersama.


Aktivitas Salah Satu Peserta

Di sela-sela pembuatan game dalam waktu 48 jam, panitia juga mengadakan beberapa kegiatan berupa beberapa lomba untuk refreshing. Lomba Tekken, Crash Team Racing, dan Twister diadakan di antara kesibukan membuat game. Berbagai doorprize pun disediakan, yang di antaranya berupa gift card Google Play dan juga bingkisan snack.


Salah Satu Sesi Santai yang Diisi dengan Perlombaan Twister

Setelah 48 jam, para peserta akhirnya berhasil membuat 7 game digital dan 1 card game. Sebelum penutupan acara, para peserta mempresentasikan karya-karyanya. Seluruh game yang dihasilkan dapat dilihat pada situs Global Game Jam melalui tautan https://globalgamejam.org/2020/jam-sites/global-game-jam-jogja/games.


Sesi Presentasi dari Karya Salah Satu Tim Peserta

Sebagai penutup acara, diadakan voting untuk beberapa kategori, yang di antaranya adalah Game Design Terfavorit untuk game “Submarine: Quick Fix,” Best Experience yang jatuh kepada card game “Fix the F***ed Word (Failed I mean)” karya Akhyar, Game Art Terfavorit diberikan kepada game “Amnesiac” karya tim Terserah, dan Game dengan Audio Terbaik yang jatuh kepada game “Repaizzle” karya Al-Kafh dan Al-Fath yang juga adalah peserta termuda. "Seru, menantang dan mengasyikkan. Pokoknya, seru gitu, deh. Awalnya males, tapi liat temen2 banyak, jadi semangat!" jelas Al-Fath saat ditanya bagaimana kesan mengikuti Global Game Jam kali ini.

Suksesnya pelaksanaan Global Game Jam 2020 Jogja kali ini tak lepas dari support yang diberikan secara penuh oleh AccelByte selaku tuan rumah. “AccelByte embracing keberadaan komunitas game di Yogyakarta dan sekitarnya. Dengan adanya GameLan yang turut meramaikan Global Game Jam 2020 ini, kami ingin mendukung dan memberikan sedikit gambaran bagaimana pengalaman bekerja di industri ini.“ jelas Hendra Darwintha selaku perwakilan dari Accelbyte.

Global Game Jam 2020 Jogja merupakan salah satu lokasi Global Game Jam di Indonesia. Selain Jogja, 8 kota lain juga turut serta dalam perhelatan tahun ini, yaitu Denpasar, Salatiga, Bandung, Bogor, Surabaya, Malang, dan Palembang. Setidaknya, ada 66 game yang dihasilkan dari regional Indonesia. Seluruh game tersebut bisa dilihat dan diunduh pada laman https://globalgamejam.org/2020/games?country=ID.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top