NEWS

Gamescom 2019 Hasilkan Potensi Bisnis Rp 178 Miliar untuk Industri Game Indonesia

en19ma   26 Aug 2019
Gamescom 2019 Hasilkan Potensi Bisnis Rp 178 Miliar untuk Industri Game Indonesia

Setelah sukses merambah pasar Amerika lewat gelaran Game Connection America (GCA) 2019 pada Maret lalu, sepuluh perusahaan game Indonesia akhirnya merambah pasar Eropa lewat Gamescom 2019 (https://gamescom.global) yang digelar di Cologne (Jerman) pada tanggal 20-24 Agustus 2019. Sepuluh perusahaan game tersebut adalah Agate International, MassHive Media, Megaxus Infotech, Wawa Games, Ozysoft Studio, Touchten Games, IESPL, Komodoz, Plexus & Oray Studios, dan Everidea Interactive.

Keikutsertaan delegasi Indonesia di Gamescom 2019 ini merupakan kelanjutan dari program Archipelageek yang diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Asosiasi Game Indonesia (AGI). Archipelageek merupakan program yang bertujuan untuk membantu para pelaku industri kreatif, khususnya di subsektor aplikasi dan pengembang permainan, untuk unjuk gigi di pasar global dan mendapatkan rekan bisnis yang potensial.

Dengan status sebagai event game terbesar di Eropa, Gamescom 2019 tentunya merupakan gerbang terbaik untuk menyasar pasar Eropa. Setiap tahunnya, Gamescom dihadiri oleh lebih dari 350.000 pengunjung dari seluruh dunia serta lebih dari 30.000 rekan bisnis potensial yang diharapkan bisa membantu game Indonesia untuk lebih dikenal di pasar Eropa. Tahun 2018 lalu, Gamescom 2018 tercatat telah dihadiri oleh lebih dari 370.000 pengunjung dan 1.037 eksibitor dari seluruh dunia.

Gelaran Gamescom 2019 sendiri terbagi menjadi 11 Hall, dimana paviliun Indonesia sendiri menempati salah satu area dalam Hall 3. Hall 3 ini merupakan hall yang menjadi “pusat” paviliun dunia, karena selain Indonesia, hall ini juga ditempati oleh beberapa delegasi negara lain dari seluruh dunia, seperti Italia, Inggris, Korea, China, dan Singapura.

“Saya sangat senang sekali dengan kehadiran para enterpreneur muda Indonesia dalam Gamescom 2019 ini,” ungkap Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno, saat mengunjungi paviliun Indonesia. “Saya harapkan kehadirannya bisa diperluas lagi, lebih dari 10 delegasi, [pada] tahun depan dan bisa menjadi partner country dari Gamescom 2019. Sehingga, profil Indonesia di industri game bisa semakin terlihat di mata dunia. Sudah waktunya [bagi] Indonesia [untuk] dikenal sebagai negara pengekspor talenta-talenta hebat di industri game,” lanjutnya.

400++ Pertemuan bisnis dengan potensi USD 12 Juta

Dikarenakan paviliun Indonesia berada di area Business to Business (B2B), maka aktivitas utama dari paviliun adalah mempertemukan delegasi Indonesia dengan calon rekan bisnis yang potensial bagi mereka. Dalam sehari penyelenggaraan Gamescom 2019 (yang digelar dari pukul 09.00 sampai 18.00 waktu setempat), setiap delegasi secara rata-rata melakukan minimal 10 kali pertemuan bisnis. Artinya, jika dijumlah, ada lebih dari 100 pertemuan bisnis yang terjadi di paviliun Indonesia dalam sehari.

Bukan cuma itu, beberapa delegasi sesekali juga melakukan pertemuan bisnis di booth calon rekan bisnis mereka. Jika pertemuan bisnis di paviliun Indonesia atau di Koelnmesse (venue acara) dirasa kurang dalam sehari, maka beberapa delegasi juga masih melakukan pertemuan lanjutan dengan mengikuti event-event networking yang digelar di kota Cologne.

Baru dua hari penyelenggaraan, pertemuan bisnis di Gamescom 2019 ini sudah mencatatkan potensi bisnis mencapai USD 12.312.000 atau sekitar Rp 178 miliar. Potensi bisnis ini bentuknya bermacam-macam, mulai dari game publishing, outsourcing service hingga co-development partner yang siap untuk dieksplorasi lebih lanjut sepulang dari Gamescom 2019.

Dari Tencent hingga Ubisoft menyatakan ketertarikan terhadap game Indonesia

Dengan status sebagai event game terbesar di dunia, Gamescom 2019 dihadiri oleh banyak perusahaan game papan atas dunia. Beberapa dari perusahaan game besar dunia tersebut pun mengunjungi paviliun Indonesia dan bertemu dengan delegasi. Ada beberapa pertemuan ini yang sudah direncanakan sebelumnya melalui aplikasi MeetToMatch yang disediakan penyelenggara, dan juga ada dari pengunjung yang tertarik untuk berdiskusi setelah melihat beberapa hasil karya developer Indonesia yang terpampang di sekeliling paviliun.

Dalam dua hari, tercatat ada beberapa perusahaan game top dunia yang berdiskusi dan menyatakan ketertarikan terhadap game buatan Indonesia, seperti Tencent (publisher PUBG Mobile), 505 Games (publisher dari No Man’s Sky), Platinum Games (developer dari Bayonetta dan Metal Gear Rising: Revengeance), Ubisoft (developer dari Assassin’s Creed dan Watch Dogs), Square Enix (developer dari Final Fantasy dan Kingdom Hearts), dan Electronic Arts/EA (developer dari Need For Speed dan FIFA). Beberapa dari mereka menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan judul game baru. Ada juga yang tertarik untuk menjadi publishing partner dari game Indonesia untuk menuju pasar global.

Dengan banyaknya nama-nama besar yang menyatakan ketertarikan terhadap game Indonesia, kita tentunya bisa berharap bahwa ke depannya bakal semakin banyak game Indonesia yang mendunia dan bisa meramaikan berbagai macam platform game mulai dari mobile, PC hingga konsol.

Gerbang esports menuju pasar global

Bukan cuma untuk developer dan publisher game, Gamescom 2019 juga memberikan dampak yang positif untuk ekosistem game secara keseluruhan, termasuk esports. Kehadiran beberapa perusahaan besar di bidang esports, mulai dari game esports, penyelenggara, talent hingga platform dan layanan streaming internasional, bisa menjadi pintu gerbang bagi esports Indonesia untuk menjamah pasar global. Sehingga, diharapkan atlet esports Indonesia nantinya bisa memiliki jenjang karir yang jelas, bukan cuma di dalam negeri melainkan hingga ke tingkat dunia.

Toge Productions mengumumkan publisher untuk game barunya

Di Gamescom 2019 ini, datang kabar gembira pula dari Toge Productions. Studio asal Tangerang ini mengumumkan kerjasamanya dengan Modern Wolf, publisher baru yang berasal dari Inggris. Modern Wolf akan menjadi publisher dari salah satu game terbaru Toge Productions, Necronator: Dead Wrong, yang rencananya akan dirilis pada akhir tahun 2019 ini juga.

Toge Productions sendiri hadir di Gamescom 2019 dengan membawa game Coffee Talk. Berbeda dengan partisipan lainnya, Coffee Talk tidak berada di paviliun Indonesia, melainkan di Indie Arena. Selain Toge Productions, salah satu developer papan atas Indonesia lainnya, Digital Happiness juga ikut unjuk gigi dengan membawa demo DreadOut 2 di Indie Arena juga.

“Saya sudah memainkan game-game Toge Productions sejak sepuluh tahun lalu, dan saya sangat mencintai game pertama yang mereka buat untuk platform Flash,” ungkap Fernando Rizo, CEO dari Modern Wolf. “Selama beberapa bulan terakhir, Saya dan Kris Antoni (CEO dari Toge Productions) sudah bekerjasama dengan baik, dan kami sangat antusias bahwa game buatan Toge Productions, Necronator: Dead Wrong, akan menjadi game pertama yang akan dipublikasikan oleh Modern Wolf. Kami yakin, game ini akan sukses besar di seluruh dunia, dan saya berharap bisa terus mempublikasikan game-game Toge selanjutnya dalam jangka waktu yang panjang ke depan. Ini hanya permulaan saja,” lanjutnya.

Gamescom 2019 merupakan partisipasi perdana dari Archilpelageek di event game Eropa tersebut setelah selama tiga tahun berturut-turut (tahun 2017-2019) berpartisipasi di SXSW, dua tahun berturut-turut (tahun 2018 dan 2019) berpartisipasi di Game Connection America serta dua tahun berturut-turut (tahun 2017 dan 2018) mengikuti Tokyo Game Show.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top