NEWS

Gaet PT Melon Indonesia jadi Publisher, Lokapala adalah MOBA Pertama karya Anak Bangsa

en19ma   25 May 2020
Gaet PT Melon Indonesia jadi Publisher, Lokapala adalah MOBA Pertama karya Anak Bangsa

Jika belum mengenalnya, Lokapala: Saga of the Six Realms merupakan gebrakan terbaru dari anak bangsa. Awalnya, seperti yang telah banyak diketahui, game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), utamanya yang hadir di platform mobile, sangatlah digemari di Indonesia pada beberapa tahun terakhir ini. Di antaranya yang mencuat adalah VainGlory, AOV (Arena of Valor), dan Mobile Legends. Mobile Legends. Judul terakhir adalah yang paling banyak digemari dengan fakta berupa 100 juta unduhan di Play Store dengan rating 4.1 pada tahun ini.

Oleh karena itu, dikatakan oleh Ivan Chen, CEO Anantarupa Studios, dalam event Grand Launching (20/05) yang digawangi oleh Clara Mongstar dan Muhammad "inYourdreaM" Rizky, Lokapala pun hadir sebagai sebuah game yang digarap oleh anak-anak bangsa dari Anantarupa Studios untuk memenuhi keinginan dari masyarakat Indonesia, terutama para gamers yang menyukai genre MOBA. Bahkan, Anantarupa Studios sendiri diketahui menjadi satu-satunya developer game dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil membuat game bergenre MOBA dan dipersiapkan untuk skena eSports.

Kembali menyoal Lokapala, permainan yang dikembangkan sejak dua tahun silam ini mengangkat tema yang sangat Indonesia sekali. Hal ini sudah terlihat mulai dari pemilihan karakter dan nama-namanya. Semuanya diambil dari tema pewayangan, mitologi, dan mythical creature yang berasal dari budaya Indonesia. Lokapala sendiri sebenarnya sudah menjalani fase beta sejak awal tahun 2020 ini. Namun, masih belum dirilis secara penuh karena berkaitan dengan proses pengembangan dari game itu sendiri yang sayangnya sedikit terhambat oleh pandemi COVID-19.

Dirilis secara Penuh di Masa Pandemi COVID-19

Setelah melewati fase beta, Lokapala akhirnya resmi diluncurkan secara penuh pada tanggal 20 Mei 2020 lalu, yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Ada pun event Grand Launching atas Lokapala tersebut digelar secara online melalui kanal YouTube Lokapala MOBA di masa pandemi COVID-19 ini dengan menghadirkan Ivan Chen (CEO Anantarupa Studios), Diana Paskarina (COO Anantarupa Studios), Dedi Suherman (CEO PT. Melon Indonesia), Faizal Rochmad Djoemadi (Direktur Digital Business Telkom Group), dan Stanley Tjia (International Esports Referee Comission) serta dibuka oleh sambutan yang antusias terhadap game karya anak bangsa ini dari Jerry Sambuaga selaku Wakil Menteri Perdagangan RI, serta Hilman Farid selaku Dirjen Kebudayaan RI.

"Di hari yang bertepatan dengan Kebangkitan Nasional, dan di dalam banyak kekhawatiran mengenai ekonomi Indonesia di dalam masa pandemi ini, beberapa sahabat kita, anak bangsa kita, telah membuktikan bahwa kita sebagai generasi milenial Indonesia masih memiliki semangat dan tetap berkarya untuk NKRI. Hari ini, tanggal 20 Mei 2020, kita di sini menjadi saksi bersejarah [atas] peluncuran game berjudul Lokapala yang dikembangkan oleh Anantarupa. Lokapala adalah esports game pertama dan 100% produk karya anak bangsa, yang bertujuan untuk menjadi pionir bagi industri game Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri," ungkap Jerry Sambuaga selaku Wakil Menteri Perdagangan RI.

Selaku Direktorat Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid dalam sambutannya mengatakan, "Selamat atas peluncuran game mobile Lokapala, yang dikembangkan oleh Anantarupa bersama CAKRA Studio, dan diluncurkan oleh Melon Telkom Indonesia. Game ini istimewa, karena menghadirkan sejarah nusantara dengan cara yang baru, yaitu melalui satu permainan. Bisa dimainkan oleh banyak orang, atau multiplayer, tentunya akan jadi sarana interaksi di antara para pemain untuk mempelajari sejarah nusantara. Tentu, dengan inisiatif ini, kita melihat bagaimana kemajuan kebudayaan dibawa ke tingkat yang berbeda melalui integrasi dari narasi sejarah ke dalam game. Tentu, perspektif ekonomi kreatif juga akan sangat berperan di sini. Seperti yang kita tahu, negara-negara seperti Korea Selatan, China, dan lain-lain, sekarang ini sedang mengembangkan industri game-nya. Indonesia, melalui game ini, saya harap bisa memainkan peran yang lebih besar."

Dalam proses pengembangan Lokapala, Ivan Chen selaku CEO Anantarupa Studios menyampaikan, "Alasan mengembangkan Lokapala, yang pertama, karena kita ada defisit di neraca dagang. Kedua, kita tidak ada game lokal yang genre-nya esports yang digunakan oleh swasta mau pun pemerintah saat ini. Kemudian, kita juga ingin memperkenalkan kembali nilai budaya kita ke dalam konteks dan medium yang sesuai dengan generasi muda kita. Terakhir, kita ingin mem-promote positive gaming culture. Karena, selama ini, gaming diasosiasikan sebagai budaya yang tidak baik. Tetapi, kita ingin mulai. Paling tidak, kita mencoba untuk membuat gaming culture ini jadi lebih baik."

Alasan lain yang lebih luas, Diana Paskarina selaku COO Anantarupa Studios menambahkan bahwa Antararupa memiliki mimpi yang besar, dan game ini memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menuju mimpi tersebut. Hal itu makin diperkuat dengan masih sedikitnya judul game lokal yang mampu bersaing dengan game asing. Oleh karena itu, Anantarupa ingin bersaing untuk memasuki genre MOBA dan skena esports lewat dikembangkannya Lokapala ini.

Fitur Unik yang Diperkenalkan saat Lokapala Rilis

Selain menjelaskan sedikit perihal pengembangannya, Ivan Chen selaku CEO Anantarupa Studios juga sedikit menjelaskan perihal fitur-fitur yang ada di dalam Lokapala, yang berasal dari bahasa Sansekerta dan memiliki arti Pelindung dari Jagat (The Guardian of Realms).

Selain Yantra System, Rank System, dan Shop yang kerap ditemui dengan istilah lain di game-game bergenre MOBA, beberapa hal yang berbeda dan unik yang hanya terdapat di dalam permainan tersebut adalah Vahana, fitur unik berupa sebuah tumpangan untuk menambah kecepatan; The Ancient One, yang bakal memberikan keuntungan di lategame; hadirnya monster-monster netral yang disebut dengan nama Rakshasa hingga adanya satu lane khusus yang bernama Ganking Lane, yang sama-sama bisa dijadikan strategi untuk comeback atau pun strategi alternatif.

Fitur lainnya yang tidak kalah seru adalah Buy Back, yang saat ini tersedia di Dota 2, yang tentunya akan bisa membuat jalannya pertandingan menjadi semakin seru dan kemungkinan munculnya comeback jadi lebih membesar. Merasa khawatir kalau game ini akan menjadi sebuah judul yang pay-to-win? Tidak perlu! Karena, fitur skin yang nantinya dijual di Lokapala tidak bakal memberikan tambahan stats atau damage sama sekali ketika sesosok Ksatriya menggunakannya.

Telkom Group Sangat Mendukung Lokapala

PT Melon Indonesia dan Telkom Group sangat mendukung pembuatan game Lokapala. Dalam bentuk dukungannya itu, PT Melon Indonesia kini menjadi publisher Lokapala. Lokapala juga rencananya akan dimasukkan menjadi salah satu game yang memiliki value dan benefit di layanan Indihome Paket Gamer. Kemungkinan akan diberikannya item-item gratis dari Lokapala dan benefit lainnya bakal dilakukan demi menarik keinginan para gamers untuk menggunakan layanan IndiHome Paket Gamer.

“Jadi, kami sejak masuk ke bisnis game itu, dalam dua tahun terakhir, kita [melakukan] hunting [untuk judul-judul game]. Kita juga dalam perjalanan hunting ini, akhirnya, kita ketemu dengan satu game yang kita lihat sangat siap, yaitu Lokapala. Kenapa Lokapala? Pertama, genrenya MOBA,” ujar Dedi Suherman, CEO PT. Melon Indonesia. “Dan, kita perhatikan game MOBA. Salah satu game terbaik MOBA yang ada di dunia, saya sebut saja namanya, Mobile Legend, itu sejak [tahun] 2017 bertahan di tiga besar di Indonesia, di semua telco, dan semua platform,” tambahnya.

Di samping itu, Dedi Suherman melihat perkembangan esports sangat besar di Indonesia. “Dengan dua [faktor] itu, kita ketemu Lokapala adalah game yang cocok, bergenre MOBA. Yang kedua, game lokal pertama yang bisa dilaksanakan dengan esports.” Alasan lain, lanjutnya, yaitu karakter dalam Lokapala yang bersifat lokal. “Karena bersifat lokal, kita bisa memberikan nuansa nasionalisme."

"Berikutnya, kenapa kita pilih Lokapala? Karena, kita ingin developer lokal punya kebanggaan dan bisa menghasilkan revenue dan monetizing,” pungkas Dedi Suherman, yang menyatakan bahwa Melon Indonesia telah mengenal game-game mana yang bisa di-monetize dan game-game mana yang bertahan.

Selaku Direktur Digital Business Telkom Group, Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan bahwa pihak perusahaan telah siap untuk mendukung secara infrastuktur untuk game-game digital dan menyediakan sebuah program inkubasi bagi para developer game untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem game lokal. “Kami juga menargetkan sebanyak 170 juta pelanggan Telkom sebagai pasar yang accessible bagi Lokapala,” tandasnya.

Turnamen Esports dari Lokapala, Ksatriya Pilih Tanding!

Hal menarik yang muncul pada saat event Grand Launching Lokapala, Ivan Chen selaku CEO Anantarupa Studios langsung memaparkan Esports Roadmap bagi Lokapala untuk beberapa waktu ke depannya. Dihadirkan dengan jargon “Tetap di Rumah, Bermain di Rumah dan Menolong dari Rumah,” Ksatriya Pilih Tanding merupakan salah satu kompetisi esports atau turnamen yang akan dijalankan dalam waktu dekat dan tidak lepas dari kondisi yang ada pada saat ini.

Terkait masa pandemi COVID-19, turnamen-turnamen yang ada bakal digelar secara online dengan para referee yang hadir secara digital untuk memantau pertandingan agar tidak terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh para peserta turnamen yang berpartisipasi, seperti dijelaskan oleh Stanley Tjia selaku International Esports Referee Comission. Dikarenakan game mobile sejatinya telah memberikan sebuah cara baru yang lebih fleksibel untuk bertanding, sehingga para penikmat e-sports kini dapat bermain nyaris di mana saja sepanjang mereka memiliki sebuah smartphone dan koneksi internet. “Setiap orang bisa menjadi jawara di esports, mengartikan bahwa pasar ini memanglah besar,” jelasnya.

Berangkat dari budaya gotong-royong yang sangat dikenal dari Indonesia, Anantarupa Studios beserta mitra industri kreatifnya berkomitmen untuk membantu warga Indonesia berjuang melawan wabah COVID-19 melalui Lokapala dengan membuat misi Bela Negara. Pada kampanye ini, Lokapala bakal berjuang bersama Gotong Royong Tim, yaitu:

  1. Asosiasi Cipta Karya Adikarsa (CAKRA)
  2. Anantarupa Studios
  3. Telkom Group
  4. Caravan Studio
  5. Yayasan Jagoan Indonesia
  6. Elwin Hendrijanto
  7. Ryan Gozali (Lima)
  8. Dennis Adishwara

Semua Ksatriya Lokapala dipanggil untuk membantu dan ikut berpartisipasi dalam misi Bela Negara ini, yaitu dengan cara ikut dalam turnamen online yang dilakukan dari rumah. Turnamen ini bakal diadakan di 20 kota yang diikuti oleh perwakilan komunitas kota.

Ada pun dana yang nantinya terkumpul akan digunakan 100% untuk mendukung segala sesuatu yang diperlukan oleh para tenaga medis sebagai bentuk kontribusi ke Indonesia untuk menangani pandemi COVID-19 pada saat ini serta dampak kemunculannya, misalnya dalam bentuk APD, suplemen, hand sanitizer, dan lainnya.

Bagaimana Cara Ksatriya Pilih Tanding Beraksi untuk Bela Negara?

Proposisi value mereka kepada Brand adalah dengan cara memberikan CSR (Company Social Responsibility) dalam bentuk masker dan peralatan medis, serta voucher yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, voucher internet, dan lain-lain.

Sebagai contoh:

Jadi, bagaimana? Yuk, ikut menjadi Ksatriya Pilih Tanding di kampanye Bela Negara! Kita bantu saudara kita se-Tanah Air. “Tetap di Rumah, Bermain di Rumah dan Menolong dari Rumah.”

Selain itu, juga ada rangkaian turnamen seru lainnya yang sudah dijadwalkan secara online dari bulan ini hingga Desember 2020, seperti Weekly Online Amateur Championship yang berskala mingguan, hingga ajang resmi berjenjang mulai dari Mini Tournament, Minor Tournament hingga Major Tournament yang bakal diadakan oleh PT Melon Indonesia, dan rancangan menuju gelaran Piala Menpora 2020 khusus bagi para para pelajar dari 350 sekolah di 35 kota, yang tak kalah bergengsi! Prize pool atau hadiah yang ditawarkan pun tak tanggung-tanggung. Mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah siap untuk digelontorkan!

Baru Ada di Platform Android

Dalam perilisannya kali ini, juga diungkapkan bahwa Lokapala barulah tersedia di platform Android, dan belum ada di iOS. Ada pun belum dikembangkannya Lokapala di iOS tidaklah lepas dari fokus Anantarupa Studios untuk melakukan proses pengembangan secara maksimal di platform Android, seperti yang diungkapkan oleh Diana Paskarina selaku COO Anantarupa saat ditanyai oleh media.

Tantangan pengembangan di Android juga dihadapi oleh mereka dalam bentuk feedback berupa saran dan kritik dari para gamer yang sempat menemukan berbagai error dan masalah di dalam game ketika melakukan test awal terhadap Lokapala, sehingga Anantarupa Studios pun memutuskan untuk fokus di platform Android terlebih dahulu sebelum melanjutkan pengembangan Lokapala versi iOS dalam beberapa bulan ke depan.

Lebih lanjutnya dari game mobile yang bisa di-download dari tautan ini, bisa kalian dapatkan informasinya secara lebih lengkap dengan mengunjungi situs resmifanpage resmi di Facebookakun Instagram resmi, dan kanal YouTube resmi dari Lokapala.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top