REVIEW

Florence, Game Puzzle Atmospheric karya Ken Wong

Anduril   26 Apr 2018
Florence, Game Puzzle Atmospheric karya Ken Wong

Game ini dibuat oleh Mountains Studio, sebuah developer indie yang di dalamnya Ken Wong, kreator di balik kesuksesan game puzzle Monument Valley dan Tony Coculuzzi, orang yang berada di balik suksesnya Cuphead. Montains yang dimodali oleh Annapurna Pictures meluncurkan game terbarunya yang berjudul Florence, sebuah game puzzle dengan pengalaman atmospheric dengan penekanan cerita yang akan membuat kamu tersentuh.

Rutinitas itu ngebosenin. Bayangin aja kalau kamu ngelakuin hal yang sama setiap hari. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai Florence Yeoh, gadis 25 tahun dengan kehidupan yang monoton. Tiap hari kerjaannya cuma mematikan alaram, sikat gigi, dan main gawai pintar. Terus besoknya diulang lagi.

Mungkin itulah yang dirasakan sama kebanyakan orang di perkotaan. Tinggal sendiri, jauh dari keluarga dan enggak punya teman. Setiap harinya berkutat dengan rutinitas, namun tidak paham dengan esensi dan tujuan pekerjaannya. Bahkan, hobi yang dulu disukai pun sudah terasa tidak menyenangkan.

Tiba-tiba kehidupan Florence berubah pas ketemu pria pemain Celo, Krish. Dengan kesan awal yang begitu menarik, Krish juga tanpa sengaja menolong Florence. Dari sini keduanya langsung suka satu sama lain. Melalui ketertarikan itu, ada usaha untuk membangun relasi dan kisah cinta mereka.

Namanya juga jatuh cinta, semuanya terasa indah saat benih-benih cinta mulai tumbuh. Namun, bukan berarti semua baik-baik saja. Momok “rutinitas” dan peliknya kehidupan harus dihadapi mereka berdua. Masalah keluarga dan cita-cita jadi batu sandungan yang muncul di hadapan mereka. Lalu bagaimana Florence dan Krish melewati semua masalah mereka?

Kehadiran seseorang pasti punya makna tersendiri bagi kehidupan seseorang, sekecil apa pun momennya. Game ini berusaha memaknai momen tersebut dengan sangat indah. Kamu akan mengikuti cerita dengan format komik interaktif. Uniknya, game ini hanya menyuguhkan gambar bergerak tanpa kata-kata. Jadi kamu bisa mengartikan sendiri apa yang mereka bicarakan sambil menikmati musik dalam suasana dan instrumen yang berbeda.

Selain cerita yang indah, kamu juga akan diminta untuk menyelesaikan puzzle sederhana. Kesederhanaan ini tujuannya biar kamu lebih fokus pada ceritanya. Namun, bukan berarti puzzle ini tanpa esensi. Justru peran puzzle ini sangat penting dalam membangun atmosfer cerita.

Awal mulanya kamu akan berhadapan dengan puzzle yang sulit, karena Florence kesulitan ngerangkai kata dan malu-malu saat hendak bertemu dengaan Khris. Namun, lama-kelamaan puzzle itu semakin mudah diselesaikan seiring dengan suasana hati Florence yang semakin nyaman dan terbuka.

Game ini sebenarnya bisa kamu selesaikan dalam sekali jalan. Kurang lebih cuma butuh 30 menit untuk menyelesaikan semua potongan cerita dan puzzle yang ada. Kamu enggak akan dapat apa-apa kalau mengharapkan tantangan bermain, karena lagi-lagi game ini sangat mengandalkan tutur cerita, artwork dan musik yang indah. Bisa dibilang, kamu akan berhadapan dengan game yang tidak seperti game, seperti kebanyakan atmospheric game lainnya.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top