REVIEW

Flappy Love, Kisah Cinta Burung Montok yang Labil

Andy Chan   30 Mar 2018
Flappy Love, Kisah Cinta Burung Montok yang Labil

Seekor burung jahat telah menculik kekasih dari sang burung montok biru. Ikutilah serunya pengejaran yang dilakukan oleh sang burung biru dalam mengejar dan menyelamatkan kekasihnya yang tersayang tersebut dalam sebuah game unik buatan Hehe Gamez yang diberi judul Flappy Love.

Dilihat dari judulnya "Flappy Love", Anda pasti akan langsung teringat dengan satu game yang sempat tenar, yaitu "Flappy Bird". Dan memang benar, game ini pada intinya merupakan variasi dari Flappy Bird. Meskipun begitu, Flappy Love berhasil menciptakan variasi yang berbeda dengan Flappy Bird, karena sang burung kini tidak terbang otomatis ke arah kanan, melainkan harus terbang ke atas.

Tujuan dari permainan adalah untuk mengejar sang burung hitam yang telah mengurung dan membawa lari si kekasih tersayang burung biru. Untuk bisa terbang ke atas, pemain harus menyentuh layar agar sang burung mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas. Kalau pemain tidak menyentuh apa-apa, sang burung akan jatuh ke bawah. Unik untuk game ini, posisi sentuhan layar dibagi menjadi dua, sebelah kiri dan sebelah kanan. Apabila pemain menyentuh layar sebelah kanan, maka sang burung akan mengepakkan sayapnya untuk naik ke atas, namun mengarah ke kanan, sementara hal sebaliknya pun terjadi apabila menyentuh layar sebelah kiri.

Tentu saja, "terbang ke atas" itu tidak semudah yang terdengar di telinga. Sepanjang perjalanan ke atas itu, ada banyak rintangan yang siap menghadang sang burung biru. Selain rintangan berupa penghalang, ada juga rintangan yang lebih sadis, seperti sebuah gergaji mesin. Tapi apapun rintangannya, sang burung biru ini tampaknya sangatlah volatile bagaikan sebuah balon, karena tersentuh apapun sedikit saja, akan membuatnya meledak berkeping-keping, bahkan mendarat sekalipun.

Terdapat fitur kustomisasi untuk mengganti jenis burung yang digunakan dalam permainan, di mana kustomisasi ini bisa dibeli menggunakan telur burung dan gold. Tidak seperti game Flappy Bird yang dimainkan tanpa ada tujuan, dalam Flappy Love ini, ada banyak level untuk diselesaikan, masing-masing memiliki rintangan sendiri-sendiri yang dihadirkan secara acak. Ada juga mode lain yang sama dengan model Flappy Bird, di sini disebut sebagai Mode Endless.

Flappy Love merupakan sebuah game sederhana yang memiliki grafis cukup imut, dihadirkan dalam gambar kartun 2D. Memang sang burung yang terbang ke atas memiliki animasi terbang, namun sayangnya sang burung hitam yang menculik si kekasih itu memiliki wajah yang sangat datar serta animasi terbatas, sehingga kurang terasa nyata. Asyiknya, selama pemain mencoba terbang ke atas ini juga diiringi dengan sebuah lagu yang berkesan kartun lucu. Sedikit efek suara hadir dalam game ini, tapi memang benar-benar ala kadarnya saja.

Melihat dari game-nya, tidak akan ada yang menyangka bahwa Flappy Love membutuhkan koneksi Internet. Namun jangan khawatir, karena koneksi Internet hanya dibutuhkan di awal pertama sekali menjalankan game-nya saja, karena game-nya meminta sebuah username, dan itu harus dicek via Internet. Setelah itu, pemain tidak perlu lagi menyalakan Internet. Untunglah, karena game-nya memiliki iklan yang cukup mengganggu di bagian bawah.

Selain itu, game-nya juga menggunakan sistem energi yang akan menghalangi pemain menikmati game-nya secara puas, karena dijamin pemain akan sering sekali mengalami kematian dalam game ini. Mikrotransaksi hadir untuk pembelian telur, uang, dan energi.

Melihat sang burung pink yang dikurung dan dibawa kabur oleh burung jahat sambil berteriak "Tolong Saya" tentunya membuat Anda menjadi bersemangat dan tertantang untuk mengejar dan menyelamatkannya. Namun yakinlah, bahwa setelah memainkan game ini sekitar setengah jam, Anda akan menghapusnya dari ponsel pintar dan menganggap game ini adalah buang-buang waktu.

Mengapa demikian? Karena Flappy Love adalah sebuah game yang keterlaluan susahnya. Untuk melewati level pertama saja dibutuhkan perjuangan, ketelitian, ketangkasan, serta kesabaran yang tinggi, kalau tidak mau sang burung meledak. Hal ini lah yang menjadi penghambat untuk siapapun bisa menikmati Flappy Love. Bagaimana tidak, kalau stage pertama saja tidak bisa dilewati, apa bisa menikmati game-nya dengan nikmat? Malah bisa-bisa merasa frustasi. Jadi sebaiknya lewatilah game ini, kecuali Anda benar-benar fans game model "flappy" yang hardcore.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top