REVIEW

Final Fantasy Brave Exvius

Rintaka Jayadibrata   06 Oct 2016
Final Fantasy Brave Exvius

Dalam beberapa minggu ini, JurnalApps sedang tekun sekali dalam memainkan sebuah game di smartphone. Di setiap waktu kosong, dipastikan selalu menyempatkan untuk bermain game tersebut di platform ini. Kalian ingin mengetahui gamenya apa? Judulnya, Final Fantasy Brave Exvius. Yes, it’s one of the newest title in Final Fantasy franchise. Tapi, baru kali ini, kami benar-benar serius dalam memainkan FF di smartphone. Entah didorong oleh satu atau beberapa alasan lainnya. Yang bisa dipastikan, JurnalApps bakal berbagi pengalaman memainkan game ini ke teman-teman.

Game ini dibesut oleh sang pemilik franchise. Siapa lagi, kalau bukan Square Enix? Tapi, kali ini, Square Enix tidaklah sendiri. Mereka menggandeng Alim, yang merupakan developer dari Brave Frontier. Mungkin itukah faktor yang menyebabkan judulnya mengandung kata Brave? Dunno. Game ini ber-setting di Lapis, dunia dimana semua kristal-kristal berkekuatan Magis bersinergi dengan Vision, sebuah manifestasi pikiran dari seluruh manusia yang berada di dalamnya.

Kekuatan kristal-kristal ini dimanfaatkan oleh manusia untuk membuat hidup mereka lebih sejahtera dan memakmurkan bangsa mereka. Yah, namanya juga cerita. Kalau damai terus-menerus tidak seru juga, dong. Maka, datanglah sebuah entitas misterius yang tiba-tiba merusak seluruh kedamaian tadi. Namanya, Veritas of Dark. Sampai sekarang, kami belum menemukan keberadaan Veritas of Dark ini. Katanya, karakter ini dahulunya merupakan salah satu dari 6 pejuang terhebat sepanjang masa.

Masuk ke sektor gameplay, game ini memiliki ciri khas dari game-game free-to-play pada umumnya di Android, yaitu adanya Stamina yang mendapat recovery sebanyak 1 Stamina tiap 5 menit. Yah, lumayan cepat untuk mengurangi kebosanan dalam menghadapi rutinitas keseharian. Terlepas dari ciri khas tersebut, juga banyak elemen-elemen dari RPG yang cukup kental untuk dirasakan. Yang utamanya adalah levelling, enhancement, dan equipment berupa senjata.

Tapi, ada pula yang baru di sini. Kita pun bisa memakai Hero/Unit dari franchise Final Fantasy. Contohnya, karakter utama di sini adalah Rain, Lasswell, dan Fina, tapi juga ada sistem Gacha, yaitu kita bisa menukar yang namanya Lapis ke Summon Center untuk mendapatkan berbagai Hero baru yang dipastikan random. Cool, huh? Hero-hero tersebut bisa kita equip, level up, awaken, dan enhance. Terdapat lebih dari 100 Hero yang bisa dimainkan.

Sistem battle di game ini mirip dengan game-game RPG pada umumnya, yaitu Turn Based. Di sini, kita bisa menggunakan beberapa jenis serangan, yaitu Normal Attack, Magic Attack, Limit Break, dan Esper Summon atau Guardian Force. Hal-hal yang terbilang wajib untuk ada . Tiap menyelesaikan sebuah battle, juga ada item yang ditinggalkan oleh musuh. Nah, item-item tersebut bisa dipakai untuk melakukan crafting pada senjata, abilities (support magic atau offensive magic), dan utility item.

Hero-hero dalam game ini juga bisa evolve, lho. Di sini, istilahnya adalah awaken. Tiap Hero memiliki kualifikasi tertentu untuk bisa awaken. Misalnya Rain, untuk menjadi *3 dari *2 harus mempunyai beberapa material berupa 20 buah Esper Shard, 8 buah Beast Meat, 5 buah Esper Cryst, dan 3 buah Litrock serta level *2 yang sudah mencapai status max level. Untuk dapat menaikkan level, bisa ditempuh dengan dua cara, yaitu melalui pertarungan dengan musuh di dungeon mau pun exploration, atau kalian bisa melakukan enhance dengan menggunakan unit lain atau melakukan utility unit.

Di dunia Lapis ini, kita bisa melakukan ekplorasi ke tempat-tempat tertentu dengan menghabiskan stamina kita. Eksplorasi ini mirip seperti game-game FF di era PlayStation dulu, yang mana ada momen-momen di saat kita sedang berjalan, tiba-tiba muncullah monster yang menghadang. Di samping eksplorasi, juga terdapat dungeon, dimana kita bisa langsung menghadapi musuh tanpa harus berjalan ke sana dan ke sini.

Juga, ada town, tempat yang membuat kita bisa membeli perlengkapan untuk equipment atau item-item yang dapat digunakan untuk battle. Di dalam town, terdapat beberapa NPC yang jika diajak bicara maka kita akan masuk ke sebuah Side Quest, yang bermacam-macam. Ada yang membuat kita harus mencari item tertentu atau pun bertarung dengan monster tertentu. Jadi, kalau merasa bosan dengan Main Quest, teman-teman bisa sekali-kali mengikuti Side Quest-nya.

Di dunia Lapis, juga ada yang disebut Vortex, yang merupakan tempat bagai para pemain untuk mendapatkan yang dibutuhkan mereka. Jika ada yang membutuhkan experience, maka masuklah ke dalam Chamber of Experience. Begitu pun dengan yang membutuhkan material untuk crafting atau awakening, ada tempatnya masing-masing juga untuk hal-hal itu.

So far, selama kami memainkan game ini, ada banyak hal yang bisa dilakukan tetapi hanya terdapat sedikit stamina yang tersedia. Jadi, kalian dituntut untuk bijak dalam menggunakan stamina tersebut. Kami sendiri cukup menikmati game ini. Elemen-elemen yang disajikan terbilang fresh dan menghibur. Tingkat kedalaman gameplay-nya pun cukup dalam sehingga untuk mendapatkan ending-nya terbilang agak lama. Okay, cukup sekian untuk review kali ini. Sampai bertemu lagi di artikel-artikel berikutnya! Ciao.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top