NEWS

Era New Normal jadi Momentum UMKM untuk Go Digital

en19ma   20 Jul 2020
Era New Normal jadi Momentum UMKM untuk Go Digital

Pandemi COVID-19 memang memberikan dampak yang luar biasa selama beberapa bulan terakhir. Situasi ini membuat semua aspek kehidupan masyarakat di Indonesia berubah drastis dan menghantam kondisi ekonomi yang melanda dengan kerasnya di Tanah Air. Beberapa dampak yang dirasakan, yakni pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga beberapa sektor yang menurun drastis, termasuk UMKM.

Menurut prediksi dari Organisation of Economics Co-operation and Development (OECD) yang dirilis per Juni 2020 lalu, sebanyak 50 persen dari UMKM di Indonesia bisa gulung tikar yang kemungkinan akan terjadi pada bulan September mendatang. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, pun mendorong para UMKM untuk beralih ke online daripada mengandalkan bisnis secara offline, karena pasalnya ada sebanyak 87 persen UMKM yang belum menempuh digitalisasi. Sekarang, baru ada sebanyak 8 juta UMKM, atau 13 persen saja, yang berbisnis digital.

Meski pun sektor perekonomian sedang menurun, ada kabar baik yang cukup memberikan angin sejuk untuk para pelaku UMKM. E-Commerce mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 26 persen, selama pandemi. Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, penjualan di E-Commerce pun naik diikuti dengan jumlah konsumen baru yang meningkat sebesar 51 persen dan tingkat permintaan yang melonjak sebanyak 5 sampai 10 kali lipat.

Melihat dari data tersebut, ada perubahan perilaku konsumen dimana konsumen cenderung untuk berbelanja daring, terutama di masa PSBB saat ini. Konsumen pun merasa terdesak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama bahan makanan dan keperluan rumah tangga. Masyarakat dibatasi untuk keluar rumah demi mengurangi penyebaran virus. Alhasil, solusinya adalah dengan berbelanja online. Oleh karena itu, para pelaku usaha pun melihat sebuah peluang, sehingga mereka beralih ke digital. Peristiwa ini pun dimanfaatkan untuk berubah menuju digitalisasi.

Hal ini terbukti dari data yang dipaparkan oleh Exabytes Indonesia, perusahaan penyedia hosting di Indonesia. Dalam Webinar SME DigitalFest yang disiarkan hari Sabtu lalu (18/7), Indra Hartawan selaku Country Manager Exabytes Indonesia menjelaskan bahwa terdapat kenaikan sebesar 23% untuk pembelian domain .ID selama PSBB berlangsung di bulan April hingga Juni 2020. Domain .ID adalah domain khusus negara Indonesia, atau country code top level domain (ccTLD), yang sangat populer untuk menunjukkan identitas website yang berasal dari Indonesia. Mayoritas domain .ID dan .CO.ID adalah domain populer yang biasa digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Dan, yang terpenting adalah adanya peningkatan jumlah signup user untuk produk UKM, seperti domain dan hosting UMKM. Data mencatat adanya peningkatan sebesar 95% di bulan April hingga Juni jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa UMKM mulai sadar bahwa perilaku konsumen sekarang berubah untuk berbelanja daring, sehingga mereka harus melakukan transformasi dari konvensional ke online agar dapat mempertahankan bisnis yang dimiliki. Masa pandemi pun dijadikan momentum untuk go digital oleh para UMKM.

“Ini merupakan peningkatan cukup signifikan yang terjadi [pada] saat PSBB mulai diberlakukan. Hal ini membuktikan bahwa masa pandemi menjadi peluang untuk digitalisasi, khususnya [bagi] para UMKM. Dengan go digital, bisnis pun bisa mengikuti perkembangan, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga roda perekonomian terus bergerak,” imbuh Indra.

Indra juga menambahkan bahwa, selama pandemi, kegiatan offline pun diubah menjadi online. Termasuk pada kelas, seminar, dan event yang dialihkan menjadi webinar online. Tercatat, totalnya mencapai lebih dari 1900 peserta yang menghadiri rangkaian webinar dari Exabytes, dan ini merupakan angka tertinggi daripada event-event offline yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Banyak peserta yang mengikuti webinar dari Exabytes, yang umumnya membahas tentang bisnis online, tren bisnis selama new normal, strategi marketing hingga digital marketing agar bisa bertahan di kondisi yang sulit ditebak seperti sekarang. Tema webinar yang dipilih pun disesuaikan dengan kebutuhan yang diperuntukkan, khususnya untuk para pelaku UMKM dan bisnis, agar dapat mengembangkan usahanya sekaligus memaksimalkan bisnisnya untuk go digital.

Dengan visi “Grow Business Online,” Exabytes Indonesia senantiasa berinovasi untuk terus-menerus mendorong dan membantu para UMKM agar bisa melakukan perubahan ke digital demi memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat serta mempertahankan bisnis usaha, terutama UMKM. Dengan semangat membantu para UMKM di masa New Normal, Exabytes Indonesia telah menggelar event SME DigitalFest 2020. Event ini bertujuan untuk membantu UMKM di Indonesia dan bisnis online dengan menggunakan informasi, pengetahuan, teknik, dan solusi untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan dalam lingkungan pasar yang semakin kompetitif.

Dengan tema SME DigitalFest: Digital Transformation in New Normal Era, acara ini menjadi konferensi yang interaktif yang menyampaikan informasi terbaru mengenai perkembangan UMKM di Indonesia serta memberikan ilmu yang bermanfaat, wawasan yang menarik, kiat-kiat, trend terkini untuk menjalani bisnis di masa new normal hingga kisah yang dapat menginspirasi dari para experts yang telah berkecimpung di bisnis online.

Mulai dari CEO, founder brand terkenal hingga para expert di bidangnya telah hadir di SME DigitalFest demi memberikan pengalaman dan insight yang menarik. Para pembicara SME DigitalFest, yakni Roy Baskoro (FOKUS UMKM), Peter Shearer (Founder of Wahyoo), Dhyda Maryudha (Owner of Kopi Sagaleh), Juanda Rovelim (CEO Kavlink Solusi Digital), Anggoro Aninditho (Business Development Manager Exabytes Indonesia), Aldio Judisya (Social Media Manager Moka), Kevin Nathaniel dan Torana Sevina Julia (Foto Produk Jakarta), Pandhu Wiguna (Direct Sales Leader TikTok Indonesia), Zamar Rimba (Account Strategist at Google Indonesia), Joh Juda (Lead Customer Success MailTarget), Haikal Bekti Anggoro (SVP Traffic Operation Lazada), Aditya Kristanto (Founder of Pakar), Joe Handaya (SEO Manager at Bramble Furniture), Maria Anggraini (CEO & Founder This is April), Monica Amadea (Founder & CEO of Monomolly), Gitta Amelia (Co Founder Secondatte Beauty), Vancelia Wiradjaja (Managing Director Xing Fu Tang Indonesia), Najla Bisyir (Founder & CEO of Bittersweet by Najla), dan Christopher Aldo (Owner of YellowFit Kitchen).

Sebanyak 15.500 pasang mata telah menonton SME DigitalFest. Acara ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut pada hari Sabtu lalu (18/7) dan Minggu lalu (19/7), yang disiarkan melalui Zoom, Facebook Live dan YouTube. Event ini diselenggarakan secara gratis, atau tidak dipungut biaya apapun, serta peserta bisa ikut berdonasi untuk sahabat-sahabat kita yang terdampak COVID-19.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top