REVIEW

Elite Squad – Berkumpulnya Para Agen Handal kreasi Tom Clancy

Recca   04 Sep 2020
Elite Squad – Berkumpulnya Para Agen Handal kreasi Tom Clancy

Serunya aksi militer dan spionase lengkap dengan segala intrik di baliknya adalah hal-hal yang menjadikan berbagai judul yang menyandang nama Tom Clancy kerap menarik diikuti. Baik di buku, film, maupun game yang telah berkali-kali mengangkat adaptasi cerita dari mendiang novelis kawakan ini. Sebut saja Splinter Cell atau yang cukup populer dalam beberapa tahun ini, The Division, sebagai judul game Tom Clancy yang digandrungi begitu banyak kalangan gamer. Kini, di tahun 2020 ini sebuah game baru pun hadir dan dipersembahkan untuk para mobile gamer dengan tajuk Tom Clancy’s Elite Squad.

Crossover Jagoan versus Penjahat Semesta Tom Clancy

Begitu banyaknya game Tom Clancy yang telah dicetak di bawah nama Ubisoft, namun setiap judul tersebut umumnya berdiri sendiri dengan cerita yang lepas satu sama lain. Misalnya, Splinter Cell yang menampilkan misi-misi yang dilakoni Sam Fisher, The Division yang bercerita dengan latar New York paska terjadinya suatu pandemi, atau Rainbow Six Siege yang mengemas aksi perseteruan teroris melawan counter-terrorists. Masing-masing judul tersebut punya latar cerita dengan karakter atau agen ikoniknya sendiri. Sehubungan dengan fakta yang demikian, mengumpulkan para jagoan dan mempertemukan mereka juga dengan musuh-musuhnya pun kedengaran jadi gagasan yang cukup menarik, walau crossover bukanlah sesuatu yang mungkin terbesit dalam benak fans mengingat tiap judulnya sudah punya cerita solid tersendiri. Oleh karena itu, hanya di sinilah kolaborasi Sam Fisher dengan para agen elit seri Tom Clancy lain dapat terjadi dan bersatu demi melawan kelompok teroris yang juga dibentuk dari aliansi para antagonisnya.

Kelompok para antagonis tersebut dinamai dengan Umbra. Untuk premis ceritanya, Elite Squad pun tidak butuh banyak alasan selain dengan membentuk Umbra untuk menebar kekacauan di seluruh penjuru dunia, yang kemudian memaksa pemerintahan dunia untuk membentuk pasukan yang terdiri dari para jagoan handal seri Tom Clancy ini.

Aksi-RPG/Taktik Sederhana, Mudah Dimainkan

Dengan judul yang cukup banyak, judul-judul game Tom Clancy pun disajikan dengan beragam genre dan gameplay. Splinter Cell terkenal dengan penekanan aksi stealth-nya, The Division dengan third-person shooter yang menekankan elemen co-op, bahkan ada pula H.A.W.X. yang identik menampilkan flight-sim. Namun sebagai judul yang dipersembahkan bagi pengguna iOS dan Android, Elite Squad pun datang dengan gameplay yang didesain khusus untuk kenyamanan bermain menggunakan touchscreen di genggaman. Maka, jadilah game ini dengan mengusung genre mobile-RPG/tactics dimana permainannya dilangsungkan dengan susunan party berisi 5 orang karakter melawan party musuh dengan jumlah serupa namun ada kalanya dibagi ke dalam beberapa wave dan boss. Combat-nya berlangsung otomatis secara real-time, dengan kendali pemain yang sebatas hanya untuk mengaktifkan active skill yang dapat ditentukan sebelum masuk dalam misi, mulai dari mengirimkan air support untuk melumpuhkan lawan hingga mengaktifkan barrier. Bisa diperkirakan juga, karakter playable yang ada di sini pun memiliki peranan dengan spesialisasi skill tersendiri yang akan mereka keluarkan pada saat menghadapi musuh.

Dengan menyelesaikan misi per map, tentunya pemain tak akan lepas diganjar dengan reward atau loot yang di antaranya ada shard karakter (yup, kumpulkan shard dalam jumlah tertentu untuk membuka karakter playable) dan berbagai jenis material/resources yang berfungsi sebagai mekanisme upgrade karakter. Seperti kebanyakan RPG sejenis untuk mobile, pemain bakalan dituntut untuk kembali melakukan grinding berbagai misi atau level yang sudah diselesaikan demi mengumpulkan material yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya serang karakternya. Umum sih, tapi juga tak dipungkiri merupakan salah satu fitur yang membuat mobile RPG seperti ini bisa dimainkan kapan saja tanpa memerlukan perhatian berlebihan. Dengan kendali yang tergolong minim, tiap misi pun dirasakan berlangsung dengan tempo yang cukup singkat. Dan tempo permainan ini akan terus berulang tanpa variasi lain, yang kontan membuat kesenangan bermain di sini lebih ditekankan pada menaikkan level dan progress karakter, yang basis per misinya dilakukan dengan mengonsumsi energy.

Pertama dengan Visual bergaya Kartun

Memang tak mengherankan pula adanya jika penyesuaian grafis tak pelak dialami oleh versi mobile dari franchise yang selama ini besar di konsol seperti Tom Clancy. Namun, Elite Squad sama sekali menanggalkan visualnya yang umum dikemas realistis dan beralih dengan style yang lebih kartun atau animated pada kali ini. Suatu pendekatan yang nampak diambilnya untuk membuatnya lebih menarik di segmen mobile dengan kalangan user yang lebih beragam ketimbang fanbase biasanya. Untuk pertama kalinya, pemain dapat melihat karakter-karakter yang selama ini cenderung eksis di dunia 3D dengan tampilan menyerupai model orang aslinya, sekarang tampil ala film kartun lengkap dengan warna-warninya yang dapat kalian simak pada interface tampilan karakter dan cinematic sequence yang sesekali akan dipertontonkan di sela misi-misi tertentu. Dan sebagai game yang mengangkat tema crossover judul-judul Tom Clancy, beberapa latar tempat yang familiar di mata pemain game-game Tom Clancy pun dapat diekspektasikan adanya.


Fun di Awal, Tetaplah sebuah Game Mobile Generik di Akhir?

Embel-embel nama dan para tokoh Tom Clancy mungkin telah menarik pemain untuk menekan tombol install game ini. Akan tapinya, terlepas dari kemasan yang demikian, tak dipungkiri pula jika Elite Squad tak dapat menghindari anggapan game-nya sebagai mobile game yang generik dan tidak banyak berbeda dari mobile-RPG sejenis. Sementara dari satu sisi hal ini dapat diartikan dengan gameplay yang user-friendly dan tidak memberikan pengalaman bermain baru, di lain sisi lagi hal ini tentunya dapat dianggap sebagai produk yang minim akan ciri khas yang seharusnya dapat membuat game-nya lebih menonjol dibanding game-game yang sudah ada di pasaran saat ini. Dengan usia rilis yang masih amat baru, memang wajar halnya jika permainannya masih dirasa fun dengan progress karakter yang dapat dilakukan dengan mengakses campaign dan sejumlah misi event. Akan tetapi, bisa dibayangkan juga betapa game ini akan menuntut pemainnya kembali hanya melakukan hal-hal yang sama dengan fokus progress karakter yang bakalan cuma mendorong konsumsi energy dan resources menggunakan fitur in-app purchase-nya, tanpa memberikan kepuasan yang berbeda yang lebih dari sekedar jualan tokoh-tokoh Tom Clancy.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
dubai escortsdubai escortsdubai escortsdubai escorts
istanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escortistanbul escort
pornopornopornopornopornoporno
pornopornopornopornopornoporno
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top