DoNotPay, Chatbot Berbasis AI yang Bisa Menjadi "Pengacara"

Published: 22 Jul 2017, oleh Dikdok

Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah kembali menunjukkan taringnya di ranah pelayanan masyarakat. Kali ini, dengan memanfaatkan sebuah teknologi kecerdasan buatan, seorang mahasiswa Stanford University bernama Joshua Browder telah berhasil menciptakan sebuah chatbot yang berguna layaknya ‘seorang pengacara’ yang dapat memberikan konsultasi mengenai hukum secara gratis.

Adalah DoNotPay, nama bagi chatbot berbasis AI buatan Browder ini. Diawali dengan terjadinya sengketa atas tiket parkir, yang menimbulkan sebuah ide tersendiri bagi Browder untuk menciptakan chatbot tersebut dan belakangan mampu memenangkan sebanyak 375.000 sengketa tiket parkir di Amerika Serikat dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Sangat disayangkan, chatbot DoNotPay ini kabarnya sekarang tengah berpotensi untuk mengalami dampak hukum dari pihak pemerintah yang berwenang.

Meski begitu, Browder nyatanya seakan tidak peduli dengan hal tersebut dan akan tetap 'bersaing' dengan para pengacara biasa. Bahkan, Browder pada tahun ini baru saja meningkatkan kemampuan chatbot besutannya ini agar dapat menyelesaikan beberapa masalah sengketa hukum lainnya. Salah satunya adalah kemampuan untuk menulis surat atau mengisi sebuah formulir, seperti form cuti melahirkan, sengketa kepemilikan tanah, pelecehan, dan juga klaim asuransi.

Saat ini, DoNotPay sudah dapat dipakai oleh masyarakat di 50 negara bagian di Amerika Serikat. Untuk dapat menggunakan teknologi canggih ini, pengguna hanya diharuskan untuk mengunjungi situs DoNotPay di laman https://donotpay-search-master.herokuapp.com/. Selanjutnya, pengguna hanya perlu memasukkan berbagai masalah yang ingin ditanyakan untuk mendapatkan bantuan jawaban. Secara otomatis, chatbot ini akan mendeteksi lokasi pengguna secara langsung untuk menunjukkan undang-undang lokal yang relevan dan akan mengajukan beberapa pertanyaan yang diikuti dengan sebuah surat dan lampiran yang diisi oleh pelapor, tentunya dengan bantuan AI.

"Industri hukum adalah industri dengan nilai lebih dari US$200 (Rp 2.666 trilyun) dan saya bersemangat untuk membuat orang bebas dari hukum," tutup Browder.

Tags

news DoNotPay chatting Chatbot bot Artificial Intelligence hukum

Share Artikel