REVIEW

Dinamika Panggung PUBG Mobile Pro League terhadap Esports Indonesia

en19ma   03 Oct 2020
Dinamika Panggung PUBG Mobile Pro League terhadap Esports Indonesia

PUBG Mobile Pro League Indonesia Season 2 telah menyelesaikan perhelatannya, yang diawali dengan babak regular season yang diadakan pada tanggal 14 Agustus 2020 hingga 13 September 2020 dan diakhiri dengan babak grand final yang berlangsung dari tanggal 25 sampai 27 September 2020. Aerowolf Limax berhasil menjadi juara dari PMPL ID Season 2 grand final dan berhak untuk membawa pulang hadiah sebesar 20.000 USD.

Tidak hanya itu, Aerowolf Limax akan menjadi perwakilan Indonesia di ajang PUBG Mobile Pro League SEA Finals 2020. Selain mereka, juga ada AURA Esports yang meraih peringkat kedua dari PMPL Indonesia Season 2 grand final dan Bigetron RA yang menjadi juara dari PMPL Indonesia Season 2 regular season, yang akan menjadi wakil Indonesia di turnamen yang mempertemukan sebanyak 16 tim PUBG Mobile terbaik se-Asia Tenggara.

Meski begitu, terdapat berbagai pertanyaan terhadap keberlangsungan gelaran PMPL Indonesia, seperti apakah kehadiran PMPL sudah memenuhi ekspektasi, perubahan apa yang telah dilakukan kali ini jika dibandingkan dengan PMPL pada musim sebelumnya, serta kehadiran PMPL dalam membangun brand dan komunitas PUBG Mobile di Indonesia.

Agung Chaniago, manager esports Tencent Games Indonesia, mengaku bahwa mereka tidak mau berbesar hati dan merasa cepat puas akan pencapaian dan tujuan yang sudah dicapai. “Kami menjadikan PMPL Indonesia Season 2 sebagai pecutan untuk menjadi lebih baik lagi untuk event-event mendatang dari yang sudah kami buat sebelumnya,” ucapnya.

Dikatakan bahwa PUBG Mobile Indonesia selalu memberikan yang terbaik untuk peserta mau pun penonton yang mengikuti event-event mereka. “Selalu ada ruang untuk peningkatan yang lebih baik lagi [pada] setiap event yang kami selenggarakan. Kehadiran PMPL Indonesia Season 2 semakin mewarnai dan mengembangkan ekosistem esports di Indonesia, khususnya PUBG Mobile, [ini] terlihat dari semakin banyaknya tim profesional yang berpartisipasi,” ungkap Agung.

Peningkatan pun tidak hanya dari segi kompetisi saja, kualitas standar siaran juga ditingkatkan di musim kedua dari PMPL Indonesia. Salah satunya dengan implementasi AR (Augmented Reality), yang bertujuan untuk penjelasan statistik pertandingan dan segmen performa pemain. “Itu semua merupakan pembaruan yang kami lakukan untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan di setiap kompetisi yang kami selenggarakan kepada pencinta PUBG Mobile,” kata Agung.

Kompetisi esports PUBG Mobile terbilang luas di Indonesia, dan juga berjenjang, seperti PUBG Mobile Campus Championship (PMCC), yang bertujuan sebagai ajang kompetisi universitas seluruh Indonesia; PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC), yang bisa diikuti oleh semua orang di Indonesia; berlanjut ke PUBG Mobile Pro League (PMPL), yang merupakan liga profesional PUBG Mobile; dan berpuncak di PUBG Mobile Club Open (PMCO), yaitu kompetisi PUBG Mobile dunia. “Tujuan kami untuk menyuguhkan yang terbaik dari yang terbaik dalam PUBG Mobile tidak hanya untuk pemain profesional, namun juga [untuk] pemain amatir dan penonton PUBG Mobile sendiri. Setiap harinya, kami selalu mengembangkan dan mencari tahu apa yang sedang menjadi trending topic secara keseluruhan untuk membuat PUBG Mobile ini menjadi semakin memicu adrenalin [dari] penikmatnya,” kata Agung.

Berpindah ke segi organizer, yakni Mineski Global Indonesia. Tantangan yang mereka hadapi dalam menghadirkan PUBG Mobile Pro League Indonesia Season 2 tidaklah mudah. Selain diadakan secara online, mereka turut memantau sebanyak 16 tim yang bertanding dalam satu pertandingan. Bagaimanakah strategi mereka agar turnamen adil dan jujur bagi semua pihak? Agustian Hwang selaku CEO Mineski Global Indonesia memberikan jawabannya.

“Tantangan kami yang paling terlihat dalam memantau tim, tentu, untuk menjamin tidak adanya kecurangan. Oleh karenanya, kami mengirimkan tim ke masing-masing GH (Gaming House) untuk menjadi wakil kami di masing-masing tim [pada] saat bermain. Kami juga menerapkan video call [pada] saat bermain, yaitu seluruh tim yang bermain harus terlihat dari video call."

"Selain itu, kami juga menerapkan game anti-cheat yang memantau ponsel mereka selama pertandingan. Jadi, hampir tidak ada celah sama sekali untuk melakukan kecurangan. Kami mempunyai pengetahuan dan pengalaman untuk melakukan itu, sehingga kami bisa melaluinya dengan lancar. Bahkan, bisa dibilang, PMPL dalam format offline atau online, dari sisi kami, tidak ada masalah, dan hasilnya pun cukup memuaskan,” kata Agustian.

Dari segi bisnis, Agustian mengaku cukup takjub dengan komunitas PUBG Mobile yang sangat besar di Indonesia. “Kami bekerjasama dengan Tencent untuk mengembangkan ekosistem esports di Indonesia, dan hasilnya cukup membanggakan, dimana kita membangun dari 0 hingga sekarang mendapat lebih dari 400 ribu follower di Instagram PUBG Mobile Esports Indonesia. Dengan hasil tersebut, kita bisa melihat antusiasme di Indonesia sangat tinggi."

"Hal ini juga didukung dengan perjalanan PMPL yang sangat bagus dan berjenjang, dimana sistemnya cukup jelas, mulai dari regional kemudian ke tingkat Asia Tenggara sampai pertandingan tingkat dunia. Sehingga,
ini memotivasi seluruh pemain PUBG Mobile di Indonesia untuk dapat berkarir di level profesional. Tidak hanya untuk pemainnya saja, tetapi sampai semua lini termasuk caster dan influencer, yang membuat banyak sekali kesempatan dan peluang di scene esports dari PUBG Mobile ini,” ungkapnya.

Wiyanto Yashin, General Manager dari Aerowolf Pro Team, memberikan tanggapan akan besarnya dampak terhadap brand mau pun komunitas di Aerowolf Limax setelah mereka menjadi juara di PMPL Indonesia Season 2.

“Karena ini merupakan turnamen resmi official PUBG Mobile, dan kehadiran sistem liga, ditambah ada kesempatan untuk menjadi wakil Indonesia di jenjang internasional, jadi sangat membantu kami untuk memperluas brand kami ke komunitas PUBG Mobile. Dari yang tidak tahu Aerowolf, perlahan bisa mengetahui kami, mulai dari hal kecil, seperti mengenal sosial media [milik] pemain kami, dan terkadang, ada juga yang jadi bermain bersama pemain kami, dan akhirnya bergabung ke clan komunitas kami,” katanya.

Mengenai perbedaan dan perubahan yang ada di PMPL Indonesia Season 2, menurutnya, membuat kompetisi berjalan lebih seru. “Perubahan yang sangat terasa, tentu, dari segi poin, yang dulu mendapatkan WWCD dapat 20, sekarang hanya mendapat 15 poin. Ini membuat perubahan besar bagi tim yang [memiliki] firepower tidak terlalu tinggi [jika] dibandingkan [dengan] tim lain, dengan perubahan ini, membuat nilai kill menjadi begitu besar yang membuat gameplay yang muncul di PMPL Season 2 cenderung lebih seru."

"Menurut saya, perubahan minor dalam segi poin saja, impact-nya sudah besar banget, ditambah lagi, dari segi sosial media, semakin lama semakin seru, terutama dari kehadiran meme yang cenderung berani dan membuat ranah kompetitif PUBG Mobile Indonesia semakin menarik. Perbedaan mencolok lainnya adalah dari segi offline dan online, karena sangat disayangkan, karena adanya pandemi, membuat PMPL Indonesia berlangsung secara online. Meski begitu, saya rasa, PMPL lumayan berhasil membuat viewers-nya tidak merasakan perbedaan yang cukup jauh antara event offline dan online,” ungkapnya.

Seluruh pertandingan resmi mengenai event PUBG Mobile Indonesia akan disiarkan secara langsung di Facebook PUBG Mobile Indonesia. Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai esports PUBG Mobile, dapat dilihat di official Instagram PUBG Mobile Esports Indonesia dan Facebook PUBG Mobile Indonesia.

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top