NEWS

DCI Tambah Kapasitas Data Center Nasional, Dorong Percepatan Digitalisasi & Ekonomi Digital di Era Pandemi

en19ma   15 Dec 2020
DCI Tambah Kapasitas Data Center Nasional, Dorong Percepatan Digitalisasi & Ekonomi Digital di Era Pandemi

Di akhir tahun 2020, DCI Indonesia resmi menyelesaikan pembangunan tahap akhir atas gedung data center JK5 dengan kapasitas 15 Megawatts (MW) sebagai gedung keempat pada fasilitas data center campus seluas 8,5 hektar di area Cibitung. Begitulah, DCI Indonesia terus melakukan pembangunan gedung data center secara berkelanjutan. Dan, di kuartal pertama tahun 2021, DCI akan mengoperasikan sebanyak empat gedung data center dengan total kapasitas sebesar 37 MW untuk pasar di Indonesia.


JK5 dalam Penyelesaian Pembangunan

Hal ini merupakan wujud nyata atas komitmen dari DCI sebagai pemimpin data center nasional dalam membangun ekosistem data center lokal terlengkap di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Indonesia saat ini sudah memasuki posisi teratas sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet terhitung sebesar 20%, setara dengan 29 juta pengguna baru, dalam dua tahun terakhir. Menurut riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai pasarnya diperkirakan akan naik sebanyak tiga kali lipat menjadi US$309 miliar pada tahun 2025, yang didorong oleh kebangkitan e-commerce, ride-hailing, dan game online.

Untuk mewujudkan potensi miliaran dolar ini, Indonesia perlu mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang kuat, baik untuk sektor publik mau pun swasta.

Ekonomi digital yang sedang melesat, ditambah dengan teknologi cloud yang tumbuh secara eksponensial, serta digitalisasi bisnis di tengah COVID-19, telah mendorong permintaan terhadap fasilitas data center hyperscale di Indonesia pada akhir-akhir ini.

Memastikan skalabilitas pusat data Indonesia untuk ekonomi digital yang berkembang pesat

Pasar colocation data center Indonesia pada saat ini terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek. Pasar data center Jakarta sudah mulai memasuki fase akselerasi di tahun-tahun ini. Pasar tersebut diperkirakan memiliki total kapasitas sebesar 72,5 MW di akhir tahun 2020, dan menurut proyeksi Structure Research, sebuah lembaga riset independen dari Toronto (Canada), akan terus bertumbuh dengan CAGR sebesar 22,3% pada lima tahun ke depan.

Sekarang, pertanyaannya adalah seberapa optimal operator data center di Indonesia untuk memenuhi permintaan pada saat ekonomi digital semakin berkembang pesat?

Operator data center di Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan volume data, serta dalam memenuhi ekspektasi pasar yang semakin meningkat terhadap pengalaman digital yang seamless.


Philbert Shih, Managing Director Structure Research, dan Jessie Wira Atmadja, Sales Manager DCI Indonesia

“Peluang besar menanti di depan. Teknologi cloud yang tumbuh secara eksponensial seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital menuntut operator data center untuk menyediakan infrastruktur yang siap [dalam] melayani cloud. Keuntungan ini tidak diragukan lagi akan mendorong permintaan dan pertumbuhan fasilitas hyperscale baru ini di Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah memiliki DCI Indonesia untuk memenuhi permintaan dari hyperscalers yang akan masuk ke pasar,” ujar Philbert Shih, Managing Director Structure Research, saat memaparkan beberapa data menarik seputar industri data center Asia Tenggara mau pun Indonesia dari hasil survey, yang dilakukan mereka dengan fokus khusus pada segmen cloud dan data center dalam pasar infrastruktur Internet, di sebuah acara talkshow yang diselenggarakan secara online melalui aplikasi Zoom per hari ini (15/12/2020).

“Sebagai perusahaan Indonesia, DCI Indonesia merupakan pelopor fasilitas single site hyperscale data center terbesar di Indonesia dengan total kapasitas hingga 200 MW. Visi jangka panjang kami adalah memberikan layanan data center dengan kualitas terbaik dan standard operational global di kelasnya, untuk memperkuat komitmen dan keseriusan kami dalam mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia,” ujar CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri, dalam kesempatan yang sama.


Toto Sugiri, CEO DCI Indonesia

Hyperscale cloud adalah pendorong utama pertumbuhan di pasar ini, menciptakan permintaan dengan kapasitas yang besar untuk data center hyperscale.

Pasar colocation data center Jakarta akan segera lepas landas seiring dengan percepatan adopsi Internet di pasar, ditambah lagi, perusahaan mulai menggunakan berbagai infrastruktur dengan model outsourcing. Sebagian besar dari aktivitas ini beralih ke platform hyperscale cloud, sehingga pasar data center mendapatkan posisi yang paling menguntungkan.

Untuk total pasar Jakarta, kapasitas yang akan terbangun pada tahun 2025 mendatang diproyeksikan mencapai 198,5MW, dengan kapasitas maksimum 236,3 MW.

“Mungkin perlu beberapa waktu lagi bagi negara-negara berkembang [di] Asia Tenggara, seperti Indonesia, untuk menjadi dewasa. Namun, Indonesia akan menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk data center di Asia Tenggara, dengan tingkat pertumbuhan [sebesar] 22 persen per tahun selama lima tahun ke depan,” tambah Managing Director Structure Research, Philbert Shih, di acara talkshow bertajuk “DCI TechSights: Mempersiapkan Data Center Indonesia untuk Ekonomi Digital Asia Tenggara yang Sedang Booming” (15/12/2020), yang juga menghadirkan JC Gani, Sales & Marketing Director, DCI Indonesia, Jessie Wira Atmadja, Sales Manager, DCI Indonesia, dan Tirza Widjaja, Account Manager, DCI Indonesia.


(ki-ka) Tirza Widjaja, Account Manager DCI Indonesia; Toto Sugiri, CEO DCI Indonesia; JC Gani, Sales and Marketing Director DCI Indonesia; Jessie Wira Atmadja, Sales Manager DCI Indonesia

Porsi pasar colocation data center hyperscale diharapkan tumbuh pada CAGR lima tahun sebesar 43,5% antara tahun 2020 hingga 2025. Pasar colocation data center hyperscale sendiri akan mencapai sekitar 131,2 MW dari kapasitas yang dibangun pada tahun 2025 mendatang.

Riset dan tren ini menunjukkan Indonesia sebagai "hotspot" untuk investasi data center skala besar dalam lima tahun ke depan, yang didorong oleh peningkatan adopsi cloud. Masuknya Google, Alibaba, dan AWS ke Indonesia juga menunjukkan bahwa pemain global melihat dan menyadari bahwa Indonesia merupakan pasar yang berpotensi.

Toto Sugiri, CEO DCI Indonesia, menambahkan, “Hingga hari ini, kami terus merasakan permintaan pasar yang kuat dari pelanggan lokal mau pun pelaku bisnis global yang ingin memasuki pasar Indonesia. Untuk memenuhi permintaan, DCI Indonesia telah menambah kapasitas 15 MW (tambahan 20%, kurang lebih) dari kapasitas yang saat ini dibangun di Indonesia. Hal ini memberi kami landasan yang kuat untuk mengembangkan bisnis kami dalam mendukung kesiapan data center Indonesia menghadapi persaingan ekonomi digital Asia Tenggara yang berkembang pesat di masa mendatang.”

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top