REVIEW

Dark, Serial Perjalanan Waktu yang Bikin Kepala Pusing

Andy Chan   22 Jun 2020
Dark, Serial Perjalanan Waktu yang Bikin Kepala Pusing

Selamat datang di Winden, sebuah kota yang cantik dan menawan di Jerman. Namun, Winden nyatanya bukanlah kota yang tenteram, karena ada kejadian-kejadian misterius. Mulai dari anak-anak yang menghilang, hingga burung-burung yang berjatuhan dari langit. Dan, ternyata, hal tersebut bukanlah yang pertama kalinya untuk terjadi. Ikutilah kisah dari keempat keluarga berantakan yang saling terhubung dalam sebuah konspirasi perjalanan waktu. Itulah sekilas mengenai latar belakang kisah dari serial TV buatan Netflix, yang berjudul Dark.

Serial Pertama Netflix yang Berbahasa Jerman

Dark adalah Netflix original series pertama yang berbahasa Jerman. Serial ini mulai tayang di Netflix per 1 Desember 2017, dimana saat ini juga sudah ditayangkan season keduanya pada tahun lalu, dan akan diakhiri dengan season ketiga per tanggal 27 Juni 2020 ini. Serial ini dibintangi oleh para bintang asal Jerman, mulai dari Louis Hofmann sebagai Jonas Kahnwald, Daan Lennard Liebrenz sebagai Mikkel Nielsen, Oliver Masucci sebagai Ulrich Nielsen, dan segudang nama-nama aktor dan aktris Jerman yang mungkin terdengar asing di telinga orang-orang Indonesia.

Kisah Misteri di Kota Kecil

Kisah Dark dimulai pada tahun 2019, dimana ayah Jonas ditemukan telah bunuh diri. Sementara itu, Ulrich Nielsen sang polisi sedang menyelidiki mengenai hilangnya seorang remaja pengedar marijuana bernama Erik Obendorf. Ketika Jonas dan teman-temannya menemukan sebuah goa misterius di dekat sebuah PLTN, salah seorang dari grup mereka, Mikkel Nielsen, lenyap tanpa bekas. Hal ini membuat Ulrich, sang ayah, langsung kalap mencari anaknya yang hilang itu, namun kasus ini juga mengingatkan dirinya mengenai kejadian yang sama di tahun 1986 lalu, ketika adiknya Mads Nielsen menghilang.

Lorong Waktu yang Misterius

Membuat cerita yang ada menjadi kian penuh komplikasi adalah keberadaan sebuah lorong waktu di dalam goa misterius dekat PLTN tersebut. Siapa pun yang mencoba untuk menjelajah ke dalam goa tersebut memiliki kesempatan untuk berpindah waktu ke tahun 1986 atau pun 1953, sebuah jarak yang memiliki selisih spesifik selama 33 tahun yang tentunya menimbulkan tanda tanya yang lebih mendalam.

Jalan Cerita Lambat yang Bikin Penasaran

Premisnya memang menarik, namun Dark ini memiliki pacing cerita yang benar-benar lambat. Penonton mungkin harus membuat catatan tersendiri mengenai karakter-karakter yang ada di serial ini. Karena, semakin lama, benang merah yang disajikan di dalamnya akan semakin kusut. Bersiaplah untuk menemukan berbagai macam Time Paradox, sebuah konsep ajaib yang hanya akan bisa terjadi apabila ada elemen perjalanan waktu yang dilibatkan di dalam sebuah kisah. Dengan tagline "Everything is connected" atau "Segala sesuatu itu terhubung," maka penonton akan ditantang untuk menghubung-hubungkan bagian-bagian yang ada pada serial ini agar menjadi sesuatu yang bisa dimengerti dengan lebih baik.

Satu hal yang menarik dari casting pada serial ini adalah keberadaan Oliver Masucci sebagai Ulrich Nielsen. Coba perhatikan nama keluarga Nielsen di sini, yang salah satu anggota keluarganya memiliki nama Mads, juga ada yang bernama Mikkel. Oliver Masucci sendiri memiliki wajah yang jika ditilik akan terlihat benar-benar mirip dengan aktor kenamaan Mads Mikkelsen. Jadi, mungkin Netflix sepertinya ingin membawa Mads Mikkelsen menjadi salah satu tokoh utama dalam Dark, namun apa daya dan entah mengapa, mereka pada akhirnya hanya bisa mendapatkan versi miripnya saja dalam sosok Oliver Masucci.

Lagu-lagu yang disajikan dalam Dark membuat penonton mungkin merasa sedang menonton sebuah film atau serial horor, namun sebenarnya serial ini ternyata menitikberatkan kisahnya lebih mengarah ke sisi science fiction, dimana sisi horornya tadi hanyalah sekadar nuansa saja. Yang pasti, Dark ini bukanlah serial yang diperuntukkan bagi penonton di bawah umur, terlebih untuk anak-anak, karena ada beberapa adegan dewasa yang tidak cocok ditonton oleh penonton di bawah umur, terlebih untuk anak-anak.

Namun, harus diakui bahwa Dark ini bisa jadi bukanlah untuk semua orang. Bagi mereka yang tidak menyukai misteri atau menginginkan sesuatu yang lebih action, Dark bisa membuat mereka bakal ketiduran ketika menontonnya. Namun, bagi yang benar-benar mengikuti Dark, maka bersiaplah untuk (mudah-mudahan) mendapatkan semacam pencerahan di season ketiganya nanti. Jadi tidak sabar, ya!

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top