REVIEW

Dari Alibaba DAMO Academy, Inilah 10 Prediksi Tren Teknologi di Tahun 2020

en19ma   08 Jan 2020
Dari Alibaba DAMO Academy, Inilah 10 Prediksi Tren Teknologi di Tahun 2020

Alibaba DAMO Academy, riset global yang diprakarsai oleh Alibaba Group, telah merilis laporannya mengenai tren teknologi terbaru yang akan berpotensi besar di tahun 2020 ini. 

Mulai dari munculnya kecerdasan kognitif, teknologi in-memory-computing, komputasi kuantum toleran-kesalahan (fault-tolerant) --jenis komputasi kuantum yang mengatasi error selama operasinya, perangkat semikonduktor dengan material baru, hingga pertumbuhan industri IoT (Internet of Things) yang lebih cepat, kolaborasi skala besar antar mesin, aplikasi blockchain untuk tingkat produksi, desain chip modular, hingga teknologi AI untuk melindungi privasi data, diprediksi akan ada lebih banyak kemajuan dan terobosan teknologi yang diharapkan dapat memberikan dampak besar pada kehidupan kita sehari-hari. 

“Kita hidup di era dengan pertumbuhan teknologi yang pesat, khususnya [untuk] generasi baru teknologi IT yang ditandai dengan terobosan teknologi komputasi awan, artificial intelligence, blockchain, data intelligence, dan 5G, yang diharapkan dapat mempercepat jalannya ekonomi digital,” tutur Jeff Zhang, Head of Alibaba DAMO Academy and President of Alibaba Cloud Intelligence. “Selain menjajaki hal-hal yang belum diketahui sebelumnya, kami melalui penelitian ilmiah dan teknologi juga bekerja dengan pemain di industri untuk mendorong inovasi di berbagai industri, membuat teknologi [jadi] lebih mudah [untuk] diakses untuk bisnis dan masyarakat pada umumnya." 

Berikut adalah 10 prediksi tren teknologi tahun ini dari DAMO Academy: 

1. Artificial Intelligence yang berkembang dari kecerdasan perseptual menjadi kecerdasan kognitif  

Artificial Intelligence (AI) telah mencapai atau melampaui batas manusia di bidang kecerdasan perseptual, seperti speech to text, NLP (natural language processing/pemrosesan bahasa alami), pemahaman video, dan lain-lainnya; namun di bidang kecerdasan kognitif yang membutuhkan pengetahuan eksternal, penalaran logis, atau migrasi domain, AI masih berada pada tahap awal pengembangannya. 

Kecerdasan kognitif akan menarik gagasan dari psikologi kognitif, ilmu otak, dan sejarah sosial manusia, yang dikombinasikan dengan teknik-teknik, seperti lintas domain pada grafik pengetahuan, inferensi kausalitas, dan pembelajaran berkelanjutan untuk membangun mekanisme yang efektif untuk mendapatkan kestabilan pada saat akuisisi dan mengekspresikan pengetahuan. Hal ini membuat mesin dapat memahami dan memanfaatkan pengetahuan guna mencapai terobosan untuk mendapatkan kunci dari kecerdasan perseptual yang kemudian berkembang menjadi kecerdasan kognitif. 

2. Teknologi In-Memory-Computing menjawab tantangan “Memory Wall” pada komputasi AI 

Dalam arsitektur Von Neumann, memori dan prosesor terpisah, dan komputasinya bakal membutuhkan data untuk terus bergerak. Dengan perkembangan pesat dari algoritma AI yang berbasis data selama beberapa tahun terakhir ini, kita akhirnya telah sampai pada titik di mana perangkat keras menjadi hambatan dalam eksplorasi algoritma yang lebih maju. Dalam arsitektur Processing-in-Memory (PIM), berbeda dengan arsitektur Von Neumann, memori dan prosesor menyatu bersama dan komputasi dilakukan dimana data disimpan dengan gerakan data yang minimal. Dengan demikian, paralelisme antara komputasi dan efisiensi daya dapat ditingkatkan secara signifikan. DAMO Academy mempercayai bahwa inovasi pada arsitektur PIM adalah tiket menuju ke generasi AI yang berikutnya. 

3. IoT pada sektor industri mendukung transformasi digital 

Di tahun 2020 ini, teknologi 5G, perkembangan pesat dari perangkat IoT, komputasi awan, dan edge computing akan mempercepat perpaduan antara sistem informasi, sistem komunikasi, dan sistem kontrol pada sektor industri. Melalui Industrial IoT yang canggih, perusahaan manufaktur dapat merasakan teknologi otomatisasi mesin, logistik di pabrik, dan penjadwalan produksi sebagai cara untuk merealisasikan model bisnis C2B manufaktur pintar (consumer to business smart manufacturing). Selain itu, sistem industri yang saling berhubungan atau terintegrasi dapat menyesuaikan dan mengoordinasikan kemampuan produksi vendor secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir. Pada akhirnya, hal ini akan secara signifikan meningkatkan produktivitas dan profitabilitas dari produsen. Bagi produsen dengan barang-barang produksi yang bernilai ratusan triliun RMB, maka jika produktivitas mengalami kenaikan 5-10%, artinya akan ada penambahan profit senilai triliunan RMB. 

4. Kemungkinan terjadinya kolaborasi skala besar antar mesin 

Kecerdasan tunggal dengan cara tradisional tidak dapat memenuhi permintaan secara  real-time dan keputusan perangkat cerdas dengan skala besar. Pengembangan teknologi penginderaan kolaboratif dari Internet of Things (IoT) dan teknologi komunikasi 5G akan mewujudkan kolaborasi di antara banyak agen –mesin yang bekerjasama antar satu sama lain dan bersaing antar satu sama lain juga untuk menyelesaikan target. Kecerdasan gabungan yang dihasilkan dari kerjasama dari berbagai badan intelijen akan semakin memperkuat nilai sistem intelijen: pengiriman lampu lalu lintas cerdas dengan skala besar akan mewujudkan penyesuaian dinamis dan menampilkan perhitungan secara real-time, sementara robot di gudang akan bekerjasama untuk menyelesaikan penyortiran kargo dengan lebih efisien; Mobil swa kemudi dapat melihat kondisi lalu lintas secara keseluruhan di jalan, dan kolaborasi antar kelompok kendaraan udara tak berpilot (UAV) akan melewati pengiriman - jarak terakhir dengan lebih efisien. 

5. Desain modular membantu proses kerja chip hingga lebih mudah dan lebih cepat dengan cara menumpuknya menjadi satu 

Model tradisional desain chip tidak dapat secara efisien menanggapi kebutuhan produksi chip yang berkembang dengan cepat, direproduksi, dan disesuaikan. Desain chip SoC open source yang berdasarkan RISC-V, bahasa deskripsi perangkat keras tingkat tinggi, dan metode desain chip modular yang berbasis IP telah mempercepat pengembangan metode desain yang gesit dan ekosistem chip yang open source. Selain itu, metode desain modular berdasarkan chiplets (pembuat chip) menggunakan metode pengemasan canggih untuk mengemas chiplets yang memiliki fungsi berbeda secara bersamaan, yang dapat dengan cepat menyesuaikan dan mengirimkan chip yang sudah lolos seleksi secara spesifik oleh aplikasi yang berbeda. 

6. Aplikasi blockchain pada tingkat produksi skala besar akan diadopsi secara massal 

BaaS (Blockchain-as-a-Service) selanjutnya akan mengurangi hambatan masuk untuk aplikasi blockchain perusahaan. Berbagai chip perangkat keras yang tertanam dengan algoritma inti digunakan pada edgecloud, dan dirancang secara khusus untuk blockchain yang juga akan muncul, yang memungkinkan aset di dunia fisik untuk ditempatkan ke aset di blockchain, dan semakin memperluas batas-batas Internet of Value dan mewujudkan " interkoneksi multi -rantai ." Di masa depan, sejumlah besar dari skenario atas aplikasi blockchain inovatif dengan kolaborasi multi dimensi di berbagai industri dan ekosistem akan bermunculan, dan aplikasi blockchain tingkat produksi skala besar dengan lebih dari 10 juta DAI (Item Aktif Harian) akan diadopsi secara massal 

7. Periode kritis sebelum komputasi kuantum skala besar 

Pada tahun 2019, perlombaan untuk mencapai “Quantum Supremacy” kembali akan berfokus ke komputasi kuantum. Pada peragaaanya, dengan menggunakan sirkuit superkonduktor, telah meningkatkan kepercayaan secara keseluruhan pada komputasi kuantum superkonduktor untuk realisasi komputer kuantum skala besar. Pada tahun 2020, bidang komputasi kuantum akan menerima peningkatan investasi, yang disertai dengan peningkatan kompetisi. Hal ini juga diharapkan bakal mengalami percepatan dalam industrialisasi dan pembentukan ekosistem secara bertahap. Di tahun-tahun mendatang, tonggak berikutnya adalah realisasi dari komputasi kuantum fault-tolerant dan demonstrasi atas keunggulan kuantum dalam menghadapi masalah yang sebenarnya. Dimulai dari tantangan besar terhadap pengetahuan yang ada pada saat ini. Komputasi kuantum telah mulai memasuki masa yang kritis. 

8. Material baru akan merevolusi perangkat semikonduktor 

Di bawah tekanan Hukum Moore dan permintaan besar akan daya komputasi dan penyimpanan, sulit bagi transistor berbasis Si (system of units) klasik untuk mempertahankan pengembangan berkelanjutan atas industri semikonduktor. Sampai sekarang, produsen semikonduktor besar masih belum memiliki jawaban dan opsi yang jelas untuk chip di luar 3nm. Material baru akan membuat logika baru, penyimpanan, dan perangkat interkoneksi melalui mekanisme fisik yang baru, sehingga mendorong inovasi berkelanjutan di industri semikonduktor. Sebagai contoh, isolator topologi, bahan superkonduktor dua dimensi, dan lain-lainnya; yang dapat mencapai pengangkutan tanpa kehilangan atas elektron dan putaran yang dapat menjadi dasar bagi logika untuk kinerja tinggi dan perangkat interkoneksi baru; sementara bahan magnetik baru dan bahan switching resistif yang baru dapat mewujudkan memori magnetis yang berkinerja tinggi, seperti SOT-MRAM dan memori resistif. 

9. Pengembangan adopsi teknologi AI yang dapat melindungi privasi data 

Biaya compliance (pemenuhan/kepatuhan) yang diwajibkan oleh undang-undang dan peraturan terbaru tentang perlindungan data terkait transfer data semakin tinggi dari sebelumnya. Karenanya, terjadi peningkatan minat dalam menggunakan teknologi AI untuk melindungi privasi data. Intinya, untuk memungkinkan pengguna data bisa melakukan komputasi fungsi atas input data dari sumber penyedia data yang berbeda, namun tetap menjaga data tersebut sebagai privasi. Teknologi AI seperti ini menjanjikan teknologinya dapat memecahkan masalah silo dari data dan masalah akan kurangnya kepercayaan dalam praktik berbagi data pada saat ini. 

10. Cloud menjadi pusat inovasi teknologi TI 

Dengan perkembangan teknologi komputasi awan yang berkelanjutan, cloud telah berkembang hingga jauh melampaui ruang lingkup infrastruktur IT, dan secara bertahap telah berkembang menjadi pusat dari semua inovasi teknologi IT. Cloud memiliki hubungan yang erat dengan hampir semua teknologi IT, termasuk chip baru, database baru, jaringan adaptif self-drivingbig data, AI, IoT, blockchain, komputasi kuantum, dan lainnya. Sementara itu, cloud terus berinovasi dengan teknologi baru, seperti komputasi tanpa server, arsitektur perangkat lunak cloud, desain perangkat lunak terintegrasi, serta operasi otomatis cerdas. Cloud computing mendefinisikan ulang setiap aspek IT, membuat teknologi IT baru jadi lebih mudah untuk diakses oleh publik. Cloud telah menjadi tulang punggung dari seluruh ekonomi digital. 

Tentang Alibaba DAMO Academy

Sejak didirikan pada tanggal 11 Oktober 2017 lalu, Alibaba DAMO Academy telah berdedikasi untuk menjajaki hal-hal yang sepenuhnya baru melalui penelitian sains dan teknologi. Menghadirkan kemajuan yang lebih baik lagi untuk kemanusiaan merupakan faktor pendorong utama bagi DAMO Academy. Jack Ma telah menetapkan tiga prinsip pengembangan bagi DAMO Academy, yakni "DAMO harus terus menjaga keberlangsungannya, bahkan melampaui Alibaba," "DAMO harus melayani setidaknya 2 miliar orang dari seluruh dunia," dan "DAMO harus memiliki fokus terhadap masa depan dan memanfaatkan teknologi dalam memecahkan tantangan-tantangan masa depan."

KOMENTAR & SHARE ARTIKEL
JurnalApps
Jurnal Apps adalah website media yang fokus dalam membahas segala hal yang berkaitan dengan aplikasi mobile. Jurnal Apps berisi informasi review, bedah produk, berita terbaru dan video aplikasi untuk mobile.
Hubungi Kami

Menara Anugrah 20th Floor - Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot 8.6-8.7. Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan 12950. Indonesia

+62 21 5785 3978

redaksi@jurnalapps.co.id

Find us on social media
Add Friends
To Top